Elim menjadi salah satu bakal calon Ketua KONI Kota Blitar dalam Musorkotlub. Berdasarkan informasi yang berkembang menjelang pelaksanaan musyawarah, terdapat dua nama yang masuk dalam proses pencalonan, yakni Elim Tyu Samba dan Ratih Dewi Indarti.
Meski maju sebagai kandidat, Elim mengatakan tetap menjalankan tanggung jawabnya dalam mempersiapkan pelaksanaan Musorkotlub. Dia berharap seluruh tahapan dapat berjalan aman dan lancar hingga menghasilkan ketua KONI yang baru.
Baca Juga: Realme GT8 Resmi Meluncur di China, Bawa Kamera Ricoh GR dan Baterai 7.000 mAh
”Harapannya tentu bisa terlahir ketua KONI yang baru dan betul-betul untuk kebaikan olahraga di Kota Blitar,” ujar Elim kepada Koran ini, Minggu (21/9).
Menurut Elim, jajaran pengurus KONI Kota Blitar telah mempersiapkan pelaksanaan Musorkotlub. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) juga sebelumnya telah menjalankan tahapan penjaringan bakal calon.
Dengan tahapan tersebut, Elim menyebut persiapan teknis selanjutnya lebih diarahkan pada kesiapan tempat dan kebutuhan pelaksanaan musyawarah.
Baca Juga: Realme GT8 Dibekali Layar 2K 144 Hz dan Baterai 7.000 mAh, Ini Bocorannya
Pelaksanaan Musorkotlub menjadi agenda untuk menentukan kepemimpinan KONI Kota Blitar periode berikutnya. Sejumlah pemberitaan menjelang agenda tersebut menyebut kontestasi kali ini diikuti dua bakal calon.
Elim mengaku optimistis mendapatkan dukungan dari cabang olahraga (cabor) yang memiliki hak suara dalam musyawarah. Dia menyebut sedikitnya 45 cabor akan terlibat dalam pemberian dukungan.
Optimisme tersebut, menurut Elim, tidak terlepas dari pengalamannya selama berada di jajaran kepengurusan KONI Kota Blitar. Sebelum menjadi Plt Ketua KONI, dia pernah menempati sejumlah posisi, mulai wakil ketua hingga ketua harian.
Selain kesiapan menghadapi Musorkotlub, Elim menyinggung persoalan pembinaan olahraga di Kota Blitar. Menurut dia, pengembangan prestasi atlet membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, termasuk dari sisi anggaran dan fasilitas.
Dia juga menyebut sejumlah dukungan anggaran telah dikeluarkan untuk kebutuhan olahraga di Kota Blitar. Elim mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mendukung prestasi olahraga tanpa tendensi tertentu.
”Tidak lain dan tidak bukan, tanpa ada tendensi apa pun, hal itu kami lakukan demi kebaikan prestasi olahraga Kota Blitar,” katanya.
Baca Juga: Realme GT8 Tawarkan Layar 2K dan Baterai 7.000 mAh, Harga 30 Persen Lebih Murah dari Pro
Elim berharap pembinaan yang dilakukan dapat membawa nama Kota Blitar semakin dikenal melalui prestasi atlet di berbagai ajang, mulai tingkat regional, nasional hingga internasional.
Menurut dia, Kota Blitar memiliki potensi atlet yang cukup besar. Namun, pembinaan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya fasilitas olahraga.
Elim mengungkapkan sebagian atlet potensial memilih berpindah ke daerah lain ketika memasuki usia dewasa. Salah satu alasannya, menurut dia, fasilitas olahraga di Kota Blitar belum sepenuhnya memadai.
Baca Juga: Realme GT8 Pro Resmi Meluncur di China, Bawa Kamera Modular dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
”Sebagian atlet potensial memilih berpindah ke daerah lain karena fasilitas olahraga yang tersedia di Kota Blitar dinilai belum sepenuhnya memadai,” akunya.
Elim juga menyinggung persoalan efisiensi anggaran yang menurutnya menjadi tantangan bagi kepemimpinan KONI ke depan. Dia menilai seorang pemimpin perlu kreatif dalam mencari dukungan pembiayaan agar program pembinaan olahraga tetap berjalan.
”Seorang pemimpin memang harus pintar-pintar dalam membawa anggaran masuk ke daerah,” terangnya.
Di sisi lain, Musorkotlub KONI Kota Blitar juga berlangsung di tengah polemik terkait aksi massa KONI pada 7 September. Elim sebelumnya dilaporkan Gerakan Masyarakat Blitar (GMB) ke Polres Blitar Kota terkait dugaan pelibatan anak dalam aksi yang berlangsung saat jam belajar. Laporan tersebut telah diberitakan pada 15 September 2026.
Ketika ditanya mengenai polemik dan laporan tersebut, Elim mengaku tidak ingin terlalu memikirkannya. Dia mengatakan fokusnya tetap pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga Kota Blitar.
Baca Juga: Realme GT8 Pro Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Kamera Modular, Sekencang Apa?
Terkait laporan terhadap dirinya, Elim menyebut belum mengetahui adanya tindak lanjut dari kepolisian. Dia mengatakan setiap warga negara memiliki hak untuk membuat laporan, sedangkan kepolisian memiliki kewajiban menindaklanjutinya sesuai ketentuan.
”Kalau polisi belum menindaklanjuti, berarti ada masalah dengan laporannya,” ungkapnya.
Elim juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Dia berharap masyarakat lebih selektif dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di tengah dinamika menjelang Musorkotlub KONI Kota Blitar. (sub/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma