BLITAR KAWENTAR – Donor darah tak hanya menjadi bentuk kepedulian untuk membantu sesama. Di Kabupaten Blitar, kegiatan donor darah juga didorong menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja.
Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi dan Promosi Donor Darah bagi Karyawan: Perusahaan Sehat, Sesama Selamat” yang digelar tim dosen Program Studi D3 Teknologi Bank Darah, Poltekkes Kemenkes Malang.
Kegiatan tersebut berlangsung di Klinik Pratama Rawat Inap Nirmala, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Program dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni pada Mei, Juni, dan September 2026.
Baca Juga: Elim Tyu Samba Siap Hadapi Musorkotlub KONI Kota Blitar Hari Ini
Kegiatan dipimpin Atik Kurniawati, S.Si., M.Si. dan Ardi Panggayuh, S.Kp., M.Kes., bersama mahasiswa D3 Teknologi Bank Darah.
Program tersebut dirancang sebagai kolaborasi berkelanjutan untuk memperkuat peran karyawan fasilitas pelayanan kesehatan.
Mereka tidak hanya diharapkan menjadi calon pendonor darah, tetapi juga mampu menjadi agen promosi donor darah di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Mohammad Trijanto Mundur dari Bursa Ketua KONI Kota Blitar, 14 Cabor Sempat Beri Dukungan
Karyawan klinik menjadi sasaran utama rangkaian edukasi. Materi yang diberikan meliputi pengertian dan jenis donor darah, syarat menjadi pendonor, prosedur donor darah, hingga manfaat donor darah bagi kesehatan fisik dan mental.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti diskusi interaktif. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan.
Motivasi peserta untuk mendonorkan darah juga meningkat di hampir seluruh peserta.
Program tidak berhenti pada pemberian edukasi. Tim pengabdi juga melakukan skrining kesehatan dasar sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan fisik calon pendonor.
Skrining yang dilakukan meliputi pemeriksaan hemoglobin dan tekanan darah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada akhir Juni 2026.
Peserta yang membutuhkan pendampingan kemudian mendapatkan edukasi mengenai gizi.
Baca Juga: Singgah Sebentar di Madiun, Ini 4 Penginapan Dekat Stasiun dan Alun-Alun
Langkah ini menjadi bagian dari semangat “Perusahaan Sehat”, yakni mendorong karyawan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan sebelum berpartisipasi dalam donor darah.
Selain skrining, tim pengabdi menyerahkan sejumlah peralatan penunjang pemeriksaan kesehatan kepada Klinik Nirmala.
Peralatan tersebut kemudian dimanfaatkan klinik untuk memperluas manfaat kegiatan kepada masyarakat.
Peralatan yang diserahkan tim pengabdi digunakan Klinik Nirmala untuk menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar.
Antusiasme masyarakat disebut jauh melampaui perkiraan awal. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana deteksi dini, promosi donor darah, serta kampanye gaya hidup sehat bagi calon pendonor baru dari masyarakat umum.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan karyawan klinik. Masyarakat yang tinggal di sekitar tempat pelayanan kesehatan juga memperoleh akses pemeriksaan sekaligus informasi mengenai donor darah dan pola hidup sehat.
Baca Juga: Makam Bung Karno Kini Hidup 24 Jam, Ada Doa Bersama Tiap Jumat Legi dan Ahad Kliwon
Program pengabdian ini menunjukkan perubahan peran karyawan Klinik Nirmala. Mereka tidak lagi hanya menjadi peserta edukasi atau penerima manfaat, tetapi mulai diarahkan menjadi agen promosi hidup sehat di lingkungan masing-masing.
Semangat tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga, pasien, maupun masyarakat sekitar tempat mereka bekerja.
Tim pengabdi juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Klinik Pratama Rawat Inap Nirmala, Ns. Suwandi, S.Kep., M.H., beserta jajaran yang mendukung kegiatan sejak awal.
Baca Juga: SAKTI Hadirkan Drama Tari Inklusif di RBK Wlingi, Libatkan Sekitar 100 Anak SLB
Kegiatan yang merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi itu diharapkan terus mendorong munculnya calon pendonor darah baru di Kabupaten Blitar.
Melalui konsep “Perusahaan Sehat, Sesama Selamat”, tempat kerja tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan aktivitas profesional, tetapi juga dapat menjadi titik awal gerakan kesehatan dan kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari