BLITAR KAWENTAR – Tes parameter KONI Kabupaten Blitar kembali digelar sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim X 2027. Sebanyak 277 atlet dari 44 cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam program Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) mengikuti pengujian kondisi fisik tersebut.
Kegiatan tes parameter KONI Kabupaten Blitar gelombang kedua ini berlangsung di kawasan Kanigoro, Selasa (22/9). Pengujian dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 September. Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi ketahanan fisik dan kebugaran atlet secara lebih terukur sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jatim 2027.
Ketua Pelaksana Tes Parameter KONI Kabupaten Blitar, Wing Prasetya, mengatakan pengujian tersebut merupakan agenda yang kembali dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi fisik atlet Puslatkab. Menurut dia, data hasil tes nantinya menjadi bahan penting bagi pelatih dalam menyusun evaluasi dan program latihan.
Baca Juga: Elim Tyu Samba Terpilih Ketua KONI Kota Blitar, Raih 24 Suara
“Tes parameter ini digelar untuk kedua kalinya. Tujuan utamanya adalah mengukur sejauh mana ketahanan fisik para atlet Puslatkab secara objektif sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jatim X 2027,” ujar Wing, Selasa (22/9).
Libatkan Tim Ahli Sport Science
Dalam pelaksanaan tes parameter tersebut, KONI Kabupaten Blitar menggandeng akademisi serta tim ahli sport science dari Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Keterlibatan tim ahli ini ditujukan untuk membantu proses pengukuran kondisi fisik atlet agar menghasilkan data yang lebih objektif.
Baca Juga: Dua Srikandi Berebut Kursi Ketua KONI Kota Blitar, Musorkotlub Digelar Hari Ini
KONI tidak ingin evaluasi kondisi atlet hanya dilakukan berdasarkan pengamatan secara visual. Karena itu, pengujian melibatkan pendekatan parametrik medis dan olahraga sehingga hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam evaluasi atlet.
“Kami bekerja sama dengan UNP Kediri yang menerjunkan langsung tim ahli sport science. Kehadiran mereka sangat membantu untuk mendapatkan data kondisi fisik atlet yang seobjektif mungkin,” jelas Wing.
Sebanyak 277 atlet dari 44 cabor yang masuk dalam program Puslatkab diwajibkan mengikuti pengujian ketahanan fisik dan kebugaran. Pelaksanaan tes dilakukan secara bertahap selama tiga hari sesuai jadwal yang telah disiapkan.
Hasil Tes Jadi Acuan Pelatih
Data yang diperoleh dari tes parameter KONI Kabupaten Blitar nantinya tidak berhenti pada proses pengukuran. Hasil pengujian akan diserahkan kepada jajaran pelatih di masing-masing cabang olahraga untuk menjadi bahan evaluasi lebih lanjut.
Langkah tersebut dinilai penting karena setiap pelatih dapat melihat kondisi fisik atlet berdasarkan data yang diperoleh dari pengujian. Dengan demikian, kekurangan yang ditemukan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan latihan berikutnya.
Wing menyebut waktu persiapan menuju Porprov Jatim X 2027 semakin terbatas. Berdasarkan perhitungan KONI Kabupaten Blitar, waktu efektif yang tersisa sekitar enam bulan. Karena itu, hasil tes parameter diharapkan dapat membantu pelatih memetakan kondisi fisik para atlet.
Baca Juga: Mohammad Trijanto Mundur dari Bursa Ketua KONI Kota Blitar, 14 Cabor Sempat Beri Dukungan
“Hasil tes ini menjadi navigasi bagi para pelatih untuk melihat di mana letak kekurangan fisik atletnya. Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar enam bulan lagi, kami optimistis capaian prestasi KONI Kabupaten Blitar di porprov mendatang bisa jauh lebih maksimal,” pungkasnya.
Tes parameter tersebut menjadi salah satu bagian dari proses persiapan KONI Kabupaten Blitar menuju Porprov Jatim 2027. Melalui pengukuran kondisi fisik secara berkala, data yang dihasilkan dapat digunakan pelatih sebagai bahan evaluasi terhadap atlet yang berada di bawah naungan Puslatkab.
Editor : Regina Gavin Agata