BLITAR KAWENTAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar membangun saluran irigasi di Jalan Sawunggaling sebagai salah satu upaya mengurangi debit air dari wilayah utara yang masuk ke kawasan Kota Blitar. Pembangunan tersebut menjadi bagian dari penanganan genangan yang dilakukan secara bertahap.
Kepala DPUPR Kota Blitar Erna Santi mengatakan, rencana penanganan genangan tersebut berawal dari pemetaan persoalan yang dilakukan Wali Kota Blitar sejak awal 2025. Salah satu langkah yang direncanakan adalah menyudet aliran air dari utara menuju Sungai Uruk-Uruk, kemudian diarahkan ke Jurang Sembut dan Kali Sari.
“Pembangunan irigasi ini untuk mengurangi debit air yang dari utara menuju Kota Blitar. Awal 2025 dulu, Pak Wali sudah survei dari hulu ke hilir melihat permasalahan genangan yang ada di Kota Blitar,” ujar Erna.
Baca Juga: Modifikasi Daihatsu Xenia Ini Bikin Pangling, Tampil Racing Style dengan Pelek Ring 18
Menurut Erna, pembangunan saluran di Jalan Sawunggaling merupakan kelanjutan dari penanganan yang telah dilakukan sebelumnya. Pemkot Blitar secara bertahap memperbaiki dan menyambungkan jaringan saluran untuk mengoptimalkan aliran air.
Pada 2025, bagian ujung Kali Sari telah lebih dahulu dikerjakan. Pembangunan yang berlangsung saat ini kemudian diarahkan untuk menyambungkan saluran tersebut dengan jaringan yang baru.
“Sebetulnya sudah bertahap. Tahun 2025 di ujung Kali Sari sudah digarap. Ini tinggal disambung,” jelasnya.
Baca Juga: Tes Parameter KONI Kabupaten Blitar Diikuti 277 Atlet, Jadi Bekal Persiapan Porprov Jatim 2027
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi debit air yang masuk ke wilayah perkotaan dari arah utara. Penanganan dilakukan melalui pengaturan aliran sehingga air dapat diarahkan menuju saluran yang telah disiapkan.
Erna menyebut pembangunan drainase tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp 800 juta. Pekerjaan dilaksanakan melalui proses tender dengan durasi pengerjaan yang berbeda sesuai kontrak.
“Untuk masing-masing kontrak ada 60 hari dan 90 hari,” pungkasnya.
Pembangunan saluran tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya Pemkot Blitar menangani persoalan genangan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melanjutkan pekerjaan pada saluran yang sebelumnya telah dibangun.
Dengan tersambungnya jaringan saluran, Pemkot Blitar berharap aliran air dari wilayah utara dapat lebih terarah sehingga debit yang masuk ke kawasan Kota Blitar bisa dikurangi. (bud/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma