BLITAR KAWENTAR – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar. Dari hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga Agustus 2026, hipertensi dan diabetes melitus (DM) menjadi dua penyakit dengan temuan kasus tertinggi.
Data pemeriksaan mencatat terdapat 1.937 penderita hipertensi di Kota Blitar. Sementara itu, kasus diabetes melitus juga ditemukan cukup tinggi, terdiri atas 152 penderita DM tipe 1 dan 760 penderita DM tipe 2.
Menariknya, kasus PTM tersebut tidak hanya ditemukan pada kelompok usia lanjut. Dinkes Kota Blitar menyebut temuan juga muncul pada masyarakat usia produktif, khususnya kelompok usia sekitar 21 hingga 40 tahun.
Baca Juga: Modifikasi Daihatsu Xenia Ini Bikin Pangling, Tampil Racing Style dengan Pelek Ring 18
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar drg Silvia Dewi Kusumawati mengatakan, hipertensi dan diabetes masih menjadi temuan tertinggi dalam pemeriksaan PTM.
Dari temuan tersebut, perempuan menjadi kelompok yang lebih dominan dibandingkan laki-laki. Silvia menyebut jumlah penderita perempuan sekitar 50 persen lebih banyak dibandingkan penderita laki-laki.
Kondisi itu menjadi perhatian karena hipertensi maupun diabetes dapat ditemukan melalui pemeriksaan kesehatan sebelum masyarakat merasakan keluhan secara jelas.
Baca Juga: Elim Tyu Samba Terpilih Ketua KONI Kota Blitar, Raih 24 Suara
Karena itu, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam mendeteksi PTM sejak dini. Semakin awal penyakit diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan dapat dilakukan.
Dinkes Kota Blitar terus mendorong masyarakat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu upaya skrining awal penyakit tidak menular.
Hingga minggu kedua September 2026, progres pelaksanaan CKG di Kota Blitar telah mencapai 52,05 persen.
Capaian tersebut sudah melampaui target nasional untuk kabupaten/kota pada 2026 yang ditetapkan sebesar 46 persen.
Meski telah melampaui target tersebut, Dinkes tetap mendorong cakupan pemeriksaan semakin luas. Pasalnya, semakin banyak masyarakat yang mengikuti pemeriksaan, semakin besar pula peluang penyakit dapat diketahui lebih awal.
Target cakupan CKG juga diperkirakan kembali meningkat pada 2027. Pemerintah menargetkan sekitar 55 persen dari total jumlah penduduk dapat mengikuti program tersebut.
Baca Juga: Elim Tyu Samba Kembali Dipanggil Polrestabes Makassar, Masih Berstatus Saksi
Silvia menjelaskan, deteksi dini diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Pemeriksaan kesehatan menjadi langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
Selain pemeriksaan, masyarakat juga didorong menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Perubahan pola makan serta olahraga rutin menjadi bagian dari upaya pencegahan yang disampaikan Dinkes Kota Blitar.
Baca Juga: Tes Parameter KONI Kabupaten Blitar Diikuti 277 Atlet, Jadi Bekal Persiapan Porprov Jatim 2027
Temuan kasus hipertensi dan diabetes pada kelompok usia produktif menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan tidak hanya bagi kelompok lanjut usia.
Pemeriksaan juga diperlukan masyarakat usia muda dan produktif untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak awal.
Dengan capaian CKG yang telah melampaui target nasional 2026, Dinkes Kota Blitar masih berupaya memperluas cakupan pemeriksaan.
Baca Juga: Modifikasi Toyota Avanza Veloz 2014 Full Black, Mobil Kenangan Disulap Jadi Gahar
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat deteksi dini sekaligus mendorong masyarakat lebih memperhatikan pencegahan penyakit tidak menular. (sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari