Sidak Joko Pangon, Komisi III DPRD Kota Blitar Soroti Material hingga Progres Proyek

Noormalady Usman • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:41 WIB
Sidak Joko Pangon, Komisi III Minta Ada Pembenahan
Sidak Joko Pangon, Komisi III Minta Ada Pembenahan

BLITAR KAWENTAR – Sidak Joko Pangon dilakukan Komisi III DPRD Kota Blitar untuk melihat langsung perkembangan pembangunan proyek tersebut. Dalam pengecekan lapangan, dewan menemukan sejumlah bagian pekerjaan yang dinilai masih perlu diperbaiki, terutama berkaitan dengan kualitas material dan ketepatan ukuran pekerjaan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiharto, menegaskan catatan yang ditemukan dalam sidak Joko Pangon tersebut belum dapat disebut sebagai temuan.

Namun, pihaknya meminta pelaksana proyek segera melakukan pembenahan agar pekerjaan tetap berjalan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Toko Pancing di Garum Dibobol Maling, Joran Premium dan Uang Rp500 Ribu Raib, Kerugian Capai Rp7,2 J

“Kualitas bahan utamanya pasir, kita minta ambil di Brantas. Kemudian, ada beberapa yang perlu diperbaiki terkait ukuran. Ukurannya harus tepat,” ujar Totok.

Dewan Soroti Kualitas Material dan Ukuran Pekerjaan

Pengecekan yang dilakukan Komisi III tidak hanya melihat progres pembangunan secara umum. Kualitas material yang digunakan juga menjadi perhatian. Salah satu material yang disorot adalah pasir yang digunakan dalam pekerjaan proyek.

Dewan meminta material pasir yang digunakan memenuhi kualitas yang dipersyaratkan. Totok menyampaikan agar pasir diambil dari kawasan Brantas. Selain material, ketepatan ukuran pekerjaan juga diminta menjadi perhatian kontraktor.

Baca Juga: Ekstrakurikuler Pramuka MTsN 8 Blitar Bentuk Karakter, Keterampilan, dan Jiwa Sosial Siswa

Menurutnya, pekerjaan konstruksi harus dikerjakan sesuai ukuran dan spesifikasi yang telah ditentukan. Karena itu, bagian yang dinilai belum sesuai diminta segera diperbaiki sehingga tidak menimbulkan persoalan pada tahapan pembangunan berikutnya.

Catatan tersebut menjadi bagian dari hasil pengawasan lapangan DPRD Kota Blitar. Komisi III menyatakan akan kembali melihat perkembangan proyek pada pengecekan selanjutnya.

Progres Proyek Baru 6,8 Persen

Selain kualitas pekerjaan, proyek Joko Pangon juga menjadi perhatian karena progres pembangunan masih relatif rendah. Berdasarkan hasil pengecekan Komisi III DPRD Kota Blitar, perkembangan pekerjaan baru mencapai sekitar 6,8 persen.

Kontraktor disebut menargetkan progres meningkat menjadi 10 persen pada Sabtu. Namun, Komisi III memiliki target pengawasan yang lebih jauh. Pada pengecekan berikutnya yang direncanakan berlangsung pada awal Oktober, dewan berharap progres pekerjaan sudah berada di kisaran 20 hingga 25 persen.

“Masih 6,8 persen. Targetnya per Sabtu katanya mau mencapai 10 persen. Tapi yang penting awal Oktober nanti kita datangi lagi, setidaknya 20 sampai 25 persen ini bisa diwujudkan,” jelas Totok.

Baca Juga: Proyek Lanjutan Eco Park Joko Pangon Kota Blitar, Pemkot Siapkan Anggaran Rp 4 Miliar

Dengan target penyelesaian yang sudah ditentukan, peningkatan progres menjadi salah satu hal yang akan diperhatikan DPRD dalam pengawasan berikutnya.

Nilai Kontrak Rp3,078 Miliar

Proyek Joko Pangon memiliki nilai kontrak sekitar Rp3,078 miliar setelah melalui proses lelang. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang berada di kisaran Rp3,8 miliar.

Pekerjaan proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2 Desember mendatang. Dengan waktu penyelesaian yang terus berjalan, kontraktor perlu mengejar progres pembangunan sekaligus memastikan kualitas pekerjaan tetap sesuai ketentuan.

Baca Juga: Bank Jatim Cabang Blitar Salurkan CSR 2025, Dukung Pengembangan Wisata Ecopark Joko Pangon

Komisi III DPRD Kota Blitar akan melihat perkembangan pekerjaan pada sidak berikutnya. Pengawasan tersebut diharapkan dapat memastikan sejumlah catatan mengenai material, ukuran, dan progres pembangunan dapat segera ditindaklanjuti.

Faktor Cuaca Ikut Jadi Perhatian

Dalam mengejar target pembangunan, faktor cuaca juga menjadi salah satu kendala yang diperhitungkan. Totok menyebut kondisi hujan dapat memengaruhi proses pekerjaan di lapangan.

Karena itu, perkembangan proyek pada tahap berikutnya masih akan dilihat berdasarkan kondisi pekerjaan secara langsung. Komisi III berharap target progres yang telah disampaikan kontraktor dapat tercapai sehingga pekerjaan tetap berada dalam jalur penyelesaian yang telah ditentukan.

“Ya, coba kita lihat. Mudah-mudahan tidak hujan. Kalau hujan, ya sudah,” pungkas Totok. (bud/c1/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Pembangunan Kota Blitar Sidak Joko Pangon Proyek Joko Pangon komisi iii dprd kota blitar