BLITAR KAWENTAR – Sofie Imam Faizal turun langsung ke Kabupaten Blitar untuk menguji kondisi fisik ratusan atlet Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab). Pelatih fisik Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20 itu membawa pendekatan sport science untuk mengukur kesiapan atlet sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Kehadiran Sofie Imam Faizal merupakan bagian dari agenda tes parameter gelombang kedua yang digagas KONI Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut berlangsung di Sport Center Al Jabar, Kademangan, mulai 22 hingga 24 September.
Selain dikenal sebagai pelatih fisik Timnas Indonesia U-20, Sofie juga merupakan akademisi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Dalam agenda tersebut, dia terlibat langsung sebagai penguji kondisi fisik para atlet Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Sidak Joko Pangon, Komisi III DPRD Kota Blitar Soroti Material hingga Progres Proyek
Ukur Kesiapan Atlet Secara Ilmiah
Sofie mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Blitar dilakukan di tengah jeda agenda Timnas yang bertepatan dengan masa libur kompetisi. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk melanjutkan pengujian parameter fisik atlet.
Tes yang dilakukan kali ini merupakan pengujian kedua setelah sebelumnya digelar pada awal 2026. Jarak antara tes pertama dan kedua menjadi penting untuk melihat perubahan kondisi kebugaran atlet berdasarkan data yang terukur.
“Alhamdulillah saat ini ada jeda dengan agenda Timnas, saya bisa hadir langsung di Kabupaten Blitar. Ini merupakan tes parameter kedua setelah gelombang pertama di awal tahun lalu,” ujar Sofie.
Baca Juga: Tes Parameter KONI Kabupaten Blitar Diikuti 277 Atlet, Jadi Bekal Persiapan Porprov Jatim 2027
Sebagai praktisi sekaligus akademisi, Sofie menyebut pengukuran dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik atlet dapat diketahui secara ilmiah. Data tersebut nantinya menjadi gambaran mengenai kondisi masing-masing atlet sebelum diterjunkan dalam pertandingan.
Ada Lima Aspek yang Diuji
Pengujian fisik atlet Puslatkab Blitar tidak hanya mengandalkan satu jenis tes. Sejumlah indikator yang berkaitan dengan performa olahraga diperiksa secara langsung.
Beberapa aspek tersebut meliputi daya tahan aerobik, kekuatan otot atau strength, struktur tubuh melalui pengukuran antropometri, daya tahan abdominal, hingga tingkat kelincahan atau agility.
Untuk mengukur kelincahan, tim penguji menggunakan metode T-test. Sementara daya tahan fisik juga diuji melalui multistage fitness test.
Rangkaian pengujian tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi fisik atlet. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan data dari tes parameter sebelumnya.
Baca Juga: NPCI Kabupaten Blitar Kirim 38 Atlet dan Ofisial, Incar Runner Up Kejurprov Jatim
“Harapan kami dari jarak tes pertama ke tes kedua ini ada perubahan data yang nyata. Parameter ini memberikan gambaran objektif mengenai level kesiapan fisik atlet sebelum diterjunkan ke arena pertandingan,” ungkap Sofie.
Data Jadi Rujukan Pelatih
Hasil tes parameter tidak berhenti sebagai data evaluasi. Sofie menyebut hasil pengukuran tersebut akan menjadi bahan bagi pelatih masing-masing cabang olahraga dalam menyusun program latihan.
Saat ini masih terdapat waktu sekitar tiga hingga empat bulan sebelum Porprov Jatim bergulir. Waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan terhadap kondisi fisik atlet yang masih memiliki kekurangan.
Sofie mengatakan data parametrik nantinya menjadi navigasi bagi pelatih di 44 cabang olahraga. Atlet yang masih memiliki nilai merah pada aspek fisik tertentu akan mendapatkan pekerjaan rumah agar kekurangan tersebut dapat diperbaiki melalui program latihan yang lebih terarah.
Baca Juga: Terbentur Aturan Domisili Sekolah, Kabupaten Blitar Hanya Kirim 50 Atlet ke Popda Ngawi
“Data ini menjadi rujukan pelatih untuk mempertahankan performa atau menutupi kekurangan aspek fisik yang ada,” jelasnya.
Persiapan Menuju Porprov Jatim
Tes parameter gelombang kedua diharapkan memberikan gambaran perkembangan kebugaran atlet Kabupaten Blitar dibandingkan pengujian sebelumnya.
Dengan data tersebut, pelatih dapat mengetahui aspek yang sudah mengalami peningkatan maupun bagian yang masih membutuhkan perhatian. Program latihan selanjutnya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.
Sofie berharap pendekatan sport science yang diterapkan dalam pembinaan atlet Kabupaten Blitar dapat membantu persiapan menuju Porprov Jatim.
“Harapan kami, dengan sentuhan sport science ini, Kabupaten Blitar bisa meraih hasil yang sangat memuaskan di porprov mendatang,” pungkasnya.
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan