BLITAR KAWENTAR - Tahu takwa Kediri kembali menjadi oleh-oleh yang diburu pemudik menjelang arus balik Lebaran. Salah satu sentra yang ramai diserbu pembeli adalah gerai tahu takwa Bah Kacum di Jalan Yosudarso, Kota Kediri. Lonjakan permintaan bahkan membuat produksi meningkat hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan hari biasa.
Diburu Pemudik dari Berbagai Daerah
Pemilik usaha tahu takwa Bah Kacum menyebutkan, momen Lebaran selalu menjadi periode dengan tingkat kunjungan paling tinggi. Pembeli tidak hanya berasal dari wilayah Kediri dan Jawa Timur, tetapi juga datang dari berbagai kota di Pulau Jawa hingga luar pulau.
Sejumlah daerah yang disebut menjadi asal pembeli antara lain Jakarta dan Bandung. Bahkan, konsumen dari Kalimantan turut membeli tahu takwa sebagai buah tangan untuk dibawa pulang setelah berkunjung atau mudik dari Kediri.
Tingginya permintaan membuat aktivitas di gerai meningkat signifikan. Jumlah pembelian yang biasanya relatif stabil pada hari biasa bisa melonjak tiga hingga empat kali lipat ketika memasuki momen Lebaran.
Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi harus ikut ditingkatkan. Jika pada hari biasa usaha ini menggunakan sekitar 1 kuintal kedelai dalam sehari, saat permintaan Lebaran jumlahnya meningkat menjadi sekitar 3 hingga 4 kuintal kedelai per hari.
Baca Juga: Makanan Khas Tahu Takwa Asal Blitar, Dilumuri Dengan Sambal Kecap, Berasa Makin Manis dan Gurih
1 Kuintal Kedelai Hasilkan 2.000 Potong
Peningkatan bahan baku tersebut berbanding lurus dengan jumlah tahu yang dihasilkan. Dari sekitar 1 kuintal kedelai, produsen dapat menghasilkan kurang lebih 2.000 potong tahu.
Dengan kebutuhan produksi yang meningkat beberapa kali lipat, proses pembuatan tahu takwa pun harus dilakukan dengan kapasitas lebih besar untuk memenuhi permintaan konsumen.
Bagi pemudik, tahu takwa bukan sekadar makanan, tetapi juga menjadi salah satu buah tangan yang identik dengan Kota Kediri. Karena itu, menjelang Lebaran, produk tersebut banyak dicari untuk dibawa pulang dan diberikan kepada keluarga maupun kerabat di daerah asal.
Harga yang ditawarkan Bah Kacum juga disesuaikan berdasarkan jumlah pembelian. Satu potong tahu takwa dibanderol Rp5.000. Sementara itu, konsumen yang ingin membeli dalam kemasan dapat memperoleh 10 potong tahu dengan harga Rp50.000.
Kemasan tersebut menjadi pilihan praktis bagi pemudik yang ingin membawa tahu takwa dalam jumlah lebih banyak sebagai oleh-oleh.
Usaha Tahu Takwa Bertahan Lebih dari Satu Abad
Di balik tingginya permintaan, usaha tahu takwa Bah Kacum memiliki sejarah panjang. Usaha tersebut disebut sebagai salah satu pelopor tahu takwa di Kota Kediri yang telah berdiri sejak 1912.
Artinya, usaha keluarga ini telah bertahan lebih dari satu abad dan melewati beberapa generasi. Hingga kini, pengelolaannya sudah diteruskan kepada generasi ketiga.
Herman Budiono menjadi sosok yang meneruskan usaha keluarga tersebut sejak 2008. Ia melanjutkan bisnis yang sebelumnya dikelola oleh generasi kedua.
Keberlangsungan usaha selama puluhan tahun menunjukkan bagaimana tahu takwa terus dipertahankan sebagai bagian dari tradisi kuliner Kediri. Tidak hanya menjadi makanan yang dikonsumsi sehari-hari, tahu takwa juga memiliki posisi kuat sebagai oleh-oleh khas yang dicari wisatawan dan pemudik.
Lebaran Jadi Momentum Penting
Lonjakan permintaan setiap Lebaran menjadi momentum penting bagi pelaku usaha tahu takwa di Kediri. Peningkatan produksi hingga beberapa kali lipat sekaligus menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap oleh-oleh khas tersebut.
Baca Juga: Berburu Kuliner Nasi Pecel Blitar Legendaris di Warung Mbok Bari
Bagi pemudik yang melintas atau singgah di Kota Kediri, tahu takwa menjadi salah satu pilihan buah tangan. Gerai Bah Kacum di Jalan Yosudarso pun kembali menjadi salah satu tujuan pembelian ketika musim Lebaran tiba.
Dengan sejarah usaha yang telah dimulai sejak 1912 dan diteruskan hingga generasi ketiga, tahu takwa Bah Kacum menjadi bagian dari perjalanan panjang kuliner khas Kota Kediri yang tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
Editor : Difa'un NadhirohSumber : Diolah dari berbagai sumber