Perbaikan Jalan Karangrejo-Candirejo Mulai Dikerjakan, Jalur Tambang Ditargetkan Tuntas Desember 202

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 11:39 WIB
ADA TAHAPAN: Pekerja mulai memperbaiki ruas jalan yang menjadi jalur tambang truk muat pasir antar wilayah Karangrejo Garum-Candirejo Ponggok, kemarin (24/9).
ADA TAHAPAN: Pekerja mulai memperbaiki ruas jalan yang menjadi jalur tambang truk muat pasir antar wilayah Karangrejo Garum-Candirejo Ponggok, kemarin (24/9).

BLITAR KAWENTAR – Perbaikan jalan Karangrejo-Candirejo mulai direalisasikan Pemerintah Kabupaten Blitar. Ruas jalan yang menghubungkan Sumberagung, Karangrejo hingga Candirejo tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas kendaraan pengangkut pasir dan material galian C.

Pengerjaan fisik dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar. Pemerintah daerah menargetkan perbaikan jalan Karangrejo-Candirejo dapat rampung sepenuhnya pada Desember 2026.

Kerusakan jalan di kawasan tersebut menjadi perhatian karena ruas itu merupakan salah satu jalur yang banyak dilalui truk pengangkut pasir. Tingginya frekuensi kendaraan bertonase besar disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan.

Baca Juga: Pemkot Blitar Bangun Irigasi Jalan Sawunggaling untuk Kurangi Debit Air dari Utara

Jalur Truk Pasir Mengalami Kerusakan

Bupati Blitar Rijanto mengatakan, ruas jalan Sumberagung Kecamatan Gandusari, Karangrejo Kecamatan Garum, hingga Candirejo Kecamatan Ponggok memang menjadi jalur mobilitas truk bermuatan pasir.

Menurut dia, sebagian kendaraan yang melintas memiliki muatan melebihi batas tonase. Kondisi tersebut, ditambah volume kendaraan yang tinggi, membuat struktur jalan mengalami kerusakan cukup parah.

Baca Juga: 214 Kepala Sekolah di Kabupaten Blitar Jalani Seleksi untuk Periode Kedua

“Jalur Sumberagung Kecamatan Gandusari, Karangrejo Kecamatan Garum, hingga Candirejo Kecamatan Ponggok ini selalu dilewati truk-truk pasir yang banyak melebihi tonase,” kata Rijanto.

Dia menjelaskan, tingginya volume kendaraan membuat kondisi jalan semakin memburuk. Keluhan masyarakat kemudian mendorong pemerintah daerah untuk merealisasikan peningkatan kualitas jalan.

Pengerjaan jalan tersebut mulai dilakukan pada September 2026. Pemerintah Kabupaten Blitar menargetkan proyek peningkatan jalan bisa selesai pada Desember mendatang.

Warga Sempat Gelar Aksi Protes

Kerusakan jalan di kawasan Candirejo sebelumnya juga memunculkan protes dari masyarakat. Warga menyampaikan aspirasi secara terbuka karena kondisi jalan dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Rijanto menyebut masyarakat di wilayah tersebut bahkan telah melakukan aksi demonstrasi sebanyak dua kali sepanjang tahun ini. Pemerintah daerah, menurutnya, memahami keresahan warga terkait kondisi infrastruktur jalan.

Meski demikian, Bupati Blitar menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba. Setiap proyek membutuhkan tahapan perencanaan dan penganggaran sebelum pengerjaan fisik dilaksanakan.

Baca Juga: Fenomena Silent Mode Makin Populer di Kalangan Gen Z, Psikolog Ungkap Manfaatnya untuk Kesehatan Mental dan Kurangi Stres Digital

“Masyarakat punya hak untuk menyuarakan aspirasi, itu tidak salah. Tugas pemerintah adalah meresponsnya,” ujarnya.

Dia menambahkan, respons pemerintah membutuhkan proses karena pembangunan harus mengikuti prosedur perencanaan serta penataan anggaran.

Pemkab Blitar Hadapi Penyesuaian Anggaran

Selain persoalan teknis, pembangunan infrastruktur daerah juga menghadapi tantangan dari sisi anggaran. Rijanto menyebut pemerintah daerah harus melakukan penataan anggaran setelah pelaksanaan Pilkada serta adanya kebijakan efisiensi fiskal dari pemerintah pusat.

Penyesuaian alokasi dana transfer ke daerah untuk mendukung penyelarasan Program Strategis Nasional (PSN) membuat Pemkab Blitar perlu lebih cermat menentukan prioritas pembangunan.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap mengalokasikan APBD untuk menangani sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Rijanto menegaskan perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Perbaikan jalan Karangrejo-Candirejo diharapkan dapat meningkatkan kondisi jalur yang selama ini menjadi lintasan kendaraan pengangkut pasir.

Dengan dimulainya pengerjaan pada September 2026, pemerintah menargetkan peningkatan ruas jalan tersebut selesai pada Desember 2026. Pembangunan ini sekaligus menjadi respons Pemkab Blitar terhadap keluhan warga mengenai kerusakan jalan di jalur Sumberagung-Karangrejo-Candirejo.

Editor : Regina Gavin Agata
Perbaikan Jalan Karangrejo-Candirejo Jalur Tambang jalan rusak blitar Pemkab Blitar truk pasir