BLITAR KAWENTAR – Pemkot Blitar mulai mengerjakan proyek drainase di Jalan Anggrek sejak pertengahan Agustus lalu. Proyek tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir dan diperkirakan selesai pada Desember mendatang.
Pembangunan drainase Jalan Anggrek dilakukan untuk menangani saluran irigasi yang mengalir dari sebelah utara rel kereta api. Penanganan saluran tersebut dinilai perlu dilakukan agar aliran air dapat ditangani dengan baik sehingga tidak menimbulkan genangan.
Kepala DPUPR Kota Blitar Erna Santi mengatakan, proyek drainase tersebut memang dikerjakan untuk menghadapi musim banjir.
Baca Juga: Hipertensi dan Diabetes Dominasi Temuan CKG di Kota Blitar, Kasus Juga Ditemukan pada Usia Produktif
Pekerjaan dimulai sejak pertengahan Agustus dan ditargetkan rampung pada Desember.
Erna menjelaskan, saluran irigasi yang mengalir dari sebelah utara rel kereta api menjadi salah satu bagian yang perlu ditangani melalui proyek tersebut.
Menurutnya, pembangunan drainase di Jalan Anggrek diharapkan dapat membantu mengantisipasi munculnya genangan ketika musim banjir.
Baca Juga: Kampung Tertib Lalu Lintas Dikembangkan di Blitar, Upaya Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
“Proyek ini mulai pertengahan Agustus, diperkirakan Desember ya selesai. Ini untuk menghadapi musim banjir, karena saluran irigasi mengalir dari sebelah utara rel kereta api agar tidak terjadi genangan,” ujarnya.
Dengan adanya proyek tersebut, saluran air di kawasan Jalan Anggrek akan ditangani melalui pekerjaan drainase yang saat ini tengah berlangsung.
Selain pengerjaan fisik, pihak DPUPR Kota Blitar juga meminta dilakukan pengujian terhadap material yang digunakan dalam proyek drainase.
Pengujian tersebut tidak hanya ditujukan untuk material beton. Besi yang digunakan dalam pembangunan juga diminta untuk menjalani pengujian.
“Untuk pengujian beton, kami minta semua uji. Tidak hanya beton, namun besi juga,” jelas Erna.
Pengujian material menjadi bagian dari pelaksanaan proyek untuk memastikan material yang digunakan sesuai dengan ketentuan pekerjaan.
Baca Juga: Bukan Sate Madura, Sate Warok Ponorogo Ini Punya Potongan Daging yang Bikin Penasaran
Erna menambahkan, fabrikasi yang digunakan dalam pekerjaan drainase tersebut harus memenuhi standar sesuai dengan proses tender.
Nilai proyek pembangunan drainase Jalan Anggrek diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.
“Ini fabrikasinya tentunya berstandar. Ini juga dari tender. Kira-kira nilainya Rp500 jutaan,” pungkasnya.
Baca Juga: Ayam Lodho Khas Tulungagung Pakai Ayam Asap, Kuah Santan Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap
Pembangunan drainase Jalan Anggrek ditargetkan selesai pada Desember. Proyek tersebut menjadi salah satu langkah Pemkot Blitar dalam menangani saluran air sekaligus menghadapi potensi banjir dan genangan.
Dengan penanganan saluran irigasi yang mengalir dari sebelah utara rel kereta api, pemerintah berharap aliran air di kawasan tersebut dapat ditangani sehingga risiko terjadinya genangan bisa diantisipasi. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari