Lapas Blitar Kembangkan Ayam Petelur, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Usaha

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:30 WIB
MOCH SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR 
ASAH KETERAMPILAN: Puluhan ekor ayam petelur dipelihara di dalam Lapas Kelas II B Blitar untuk ketahanan pangan narapidana.
MOCH SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR ASAH KETERAMPILAN: Puluhan ekor ayam petelur dipelihara di dalam Lapas Kelas II B Blitar untuk ketahanan pangan narapidana.

 

BLITAR KAWENTAR - Lapas Blitar terus mengembangkan program pembinaan bagi warga binaan melalui kegiatan produktif. Salah satunya dengan beternak ayam petelur yang memanfaatkan lahan terbatas di dalam lingkungan Lapas Kelas II B Blitar.

Program Lapas Blitar tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengisi aktivitas warga binaan selama menjalani masa pidana. Beternak ayam petelur juga menjadi sarana untuk mengasah keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Saat ini terdapat 88 ekor ayam petelur yang dipelihara di kandang sisi timur Lapas Kelas II B Blitar. Hasil produksi telur kemudian dimanfaatkan sebagai tambahan stok bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan dapur warga binaan.

Manfaatkan Lahan Kosong untuk Kegiatan Produktif

Kepala Lapas Kelas II B Blitar Iswandi mengatakan, keberadaan lapas tidak hanya berorientasi pada pemberian hukuman kepada orang yang melakukan pelanggaran hukum. Lapas juga memiliki fungsi pembinaan agar warga binaan memiliki bekal ketika masa pidananya berakhir.

Baca Juga: Remisi Lapas Blitar Berbuah Kebebasan, 341 Napi Dapat Potongan Hukuman dan 5 Orang Langsung Pulang

“Lapas bukan sekadar tempat untuk menghukum orang-orang yang bersalah, tetapi juga tempat untuk pembinaan,” ujarnya.

Menurut Iswandi, pembinaan terhadap warga binaan dilakukan dalam berbagai aspek. Selain mental, spiritual, dan moral, warga binaan juga diberi kesempatan mengembangkan keterampilan dan kreativitas.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari tata rias, menyablon, menjahit, bercocok tanam atau bertani, hingga beternak. Salah satu bentuk kegiatan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan ruang kosong di lingkungan lapas sebagai kandang ayam petelur.

Kandang yang berada di sisi timur lapas tersebut dibangun bersama oleh petugas dan warga binaan. Awalnya, kandang itu disiapkan untuk menampung sekitar 90 ekor ayam petelur.

Baca Juga: Pembangunan Lapas Blitar Kembali Mandek, Anggaran Dipangkas, Overload Lapas Jatim Makin Mengkhawatirkan

Dapat Tambahan 60 Ekor Ayam

Pengembangan peternakan ayam petelur di Lapas Kelas II B Blitar mendapat tambahan dukungan ketika Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba melakukan kunjungan. Saat melihat proses perakitan kandang, Elim kemudian memberikan bantuan berupa 60 ekor ayam petelur.

Sebelumnya, lapas telah memiliki sekitar 30 ekor ayam petelur. Namun, dua ekor ayam di antaranya mati. Setelah mendapat tambahan 60 ekor, jumlah ayam yang kini dipelihara mencapai 88 ekor.

Penambahan jumlah ayam tersebut turut meningkatkan produksi telur. Iswandi menjelaskan, sekitar 30 ekor ayam petelur sebelumnya mampu menghasilkan rata-rata 1,5 kilogram telur dalam satu kali produksi.

Baca Juga: Lagi, 3 Napi Tersangka Jaringan Pengedar Pil Koplo dari Balik Lapas Blitar, Polisi Buru Bandar Utama yang Kabur

Dengan jumlah ayam yang kini mencapai 88 ekor, produksi telur dapat meningkat menjadi sekitar 3 kilogram setiap kali produksi.

Hasil produksi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan internal lapas. Telur yang dihasilkan menjadi stok bahan pangan bagi dapur warga binaan.

“Di samping itu, aktivitas beternak juga dalam rangka ketahanan pangan. Hasil produksi telur digunakan untuk stok bahan pangan di dapur napi,” ungkap Iswandi.

Diharapkan Jadi Modal Usaha Setelah Bebas

Selain menghasilkan telur, aktivitas beternak menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran bagi warga binaan. Mereka terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari memberi pakan, membersihkan kandang, hingga merawat ayam.

Keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti selama warga binaan berada di dalam lapas. Setelah bebas, mereka diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk membangun usaha peternakan di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Iswandi mengatakan, keterampilan beternak tersebut dapat menjadi modal untuk merintis usaha setelah warga binaan kembali ke masyarakat. Bahkan, jika usaha berkembang, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan.

“Harapannya, bekal keterampilan ternak tersebut bisa diaplikasikan untuk membangun dan mengembangkan usaha di rumah. Syukur-syukur bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” katanya.

Ke depan, Lapas Kelas II B Blitar berencana mengembangkan peternakan ayam petelur dengan menambah kandang serta jumlah ayam. Namun, rencana tersebut masih menunggu kesiapan anggaran dan modal.

Pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran, terlebih pemerintah saat ini masih menerapkan efisiensi anggaran.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba mendukung program pembinaan tersebut. Menurutnya, kegiatan beternak dan bercocok tanam dapat menjadi sarana untuk mengasah keterampilan, kreativitas, sekaligus jiwa berusaha warga binaan.

Dia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berwirausaha setelah warga binaan menyelesaikan masa pidana.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Ayam petelur ketahanan pangan warga binaan wirausaha lapas blitar