Kasus ISPA di Jatim Meningkat, Emil Dardak Pastikan Fasilitas Kesehatan Masih Terkendali

Noormalady Usman • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 08:34 WIB
Ilustrasi Aktivitas pelayanan kesehatan di Jawa Timur di tengah meningkatnya kasus ISPA.
Ilustrasi Aktivitas pelayanan kesehatan di Jawa Timur di tengah meningkatnya kasus ISPA.

 

BLITAR KAWENTAR – Kasus ISPA di Jatim mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya positivity rate influenza berdasarkan hasil surveilans Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut, peningkatan kasus ISPA di Jatim menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data yang diterimanya dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, kasus ISPA pada 2025 tercatat sebanyak 118.886 kasus.

Sementara itu, hingga Agustus 2026, angka kasus ISPA di Jatim yang disampaikan Emil telah mencapai sekitar 147 ribu kasus. Kondisi tersebut turut dikaitkan dengan meningkatnya positivity rate influenza yang terpantau melalui surveilans Kemenkes.

Baca Juga: Kantor Kejari Baru Blitar Mulai Dipagari, Proyek Rp47 Miliar Ditarget Segera Dikerjakan

Positivity Rate Influenza Naik

Emil mengatakan, positivity rate influenza mengalami kenaikan cukup signifikan. Angkanya meningkat dari 21 persen menjadi 43 persen.

“Positivity rate influenza menurut surveilans Kemenkes naik dari 21 persen menjadi 43 persen. Memang saat musim kemarau ini naik,” kata Emil saat berkunjung ke Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (25/9).

Menurut Emil, kondisi musim kemarau menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Cuaca kering yang disertai debu dapat memicu munculnya keluhan pada saluran pernapasan.

Dalam paparannya, Emil juga menyebut sejumlah angka kasus dari beberapa wilayah. Surabaya tercatat 282 ribu kasus, Sidoarjo 120 ribu kasus, dan Lamongan mencapai 85 ribu kasus. Sementara itu, kasus di Kota dan Kabupaten Malang jika digabung mencapai 125 ribu kasus.

Baca Juga: Blitar Masuk Musim Bediding, Dinkes Minta Masyarakat Waspada ISPA Rentang Menyerang

Emil juga menyampaikan angka 211.878 kasus dalam kesempatan tersebut. Namun, sumber yang disampaikan dalam keterangannya memuat sejumlah angka berdasarkan wilayah sehingga terdapat perbedaan penyebutan data dalam paparannya.

Pemprov Jatim Pantau Perkembangan Kasus

Untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan penyakit melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan kasus sekaligus mengantisipasi kondisi yang berpotensi memberikan tekanan terhadap pelayanan kesehatan.

Emil menegaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah memastikan rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tidak mengalami kelebihan beban akibat peningkatan jumlah pasien.

Baca Juga: Masyarakat Blitar Diimbau Waspada Dampak Kemarau Panjang Tahun Ini Bisa Picu Polusi Udara hingga Penyakit ISPA

“Yang penting jangan sampai rumah sakit dan fasilitas kesehatan itu overload, kemudian tidak bisa menangani pasien atau obat-obatan habis. Itu yang kita hindari,” jelasnya.

Hingga saat ini, Emil menyebut kondisi fasilitas kesehatan di Jawa Timur masih terkendali meskipun terdapat peningkatan kasus ISPA. Pemerintah tetap memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan.

Masyarakat Diminta Tak Ragu Berobat

Di tengah meningkatnya kasus penyakit pernapasan, masyarakat diimbau tidak mengabaikan keluhan kesehatan. Emil meminta warga segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami gejala atau keluhan.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada masyarakat yang memiliki penyakit penyerta. Kondisi kesehatan tertentu disebut perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat meningkatkan risiko keparahan apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga: Ribuan Anak dan Lansia di Blitar Terpapar ISPA, Dinkes: Penuhi Asupan Gizi Meskipun Ramadan

“Jangan ada keraguan sedikit pun untuk berkonsultasi. Kita khawatir kalau seharusnya berobat tetapi tidak berobat, apalagi kalau ada penyakit bawaan lain yang bisa menyebabkan keparahan,” pungkas Emil.

Peningkatan kasus ISPA di Jawa Timur menjadi perhatian pemerintah seiring kenaikan positivity rate influenza dan kondisi musim kemarau. Pemantauan melalui SKDR terus dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan kasus serta menjaga fasilitas pelayanan kesehatan tetap mampu menangani pasien. (bud/c1/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
ISPA di Jatim Kasus ISPA Jawa Timur influenza emil dardak fasilitas kesehatan