Bakar Sampah di Kebun Bambu, Kakek 81 Tahun di Kesamben Blitar Tewas Terjebak

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 08:48 WIB
TAK SENGAJA : Kakek asal Kecamatan Kesamben meninggal dunia usai terjebak dalam kobaran api di dekat rumahnya.
TAK SENGAJA : Kakek asal Kecamatan Kesamben meninggal dunia usai terjebak dalam kobaran api di dekat rumahnya.

BLITAR KAWENTAR – Bakar sampah berujung petaka di Desa Tuwuhrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Seorang kakek berinisial M, 81, meninggal dunia setelah terjebak kobaran api saat membersihkan kebun bambu miliknya, Jumat (25/9) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban melakukan aktivitas bakar sampah berupa daun bambu kering di kebunnya. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan dedaunan diduga membesar dan mengepung korban hingga tidak mampu menyelamatkan diri.

Korban diketahui berada di kebun yang berjarak sekitar 20 meter di sebelah timur rumahnya. Saat kejadian, kondisi lahan yang dipenuhi bambu dan daun kering membuat kobaran api dengan cepat membesar.

Baca Juga: Rutin Basahi Sel Aktif TPA, DLH Kota Blitar Perketat Antisipasi Kebakaran saat Kemarau

Berawal dari Membersihkan Daun Bambu

Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Syaiful Muheni mengatakan, korban berangkat menuju kebun sekitar pukul 08.00 WIB. M membawa sejumlah peralatan berkebun serta korek api.

Membersihkan daun bambu kering di kebun tersebut disebut merupakan aktivitas yang biasa dilakukan korban. Namun, aktivitas itu berubah menjadi tragedi ketika api yang membakar sampah daun bambu mulai membesar.

Sekitar satu setengah jam kemudian, saksi yang berada di rumah mendengar suara letupan bambu terbakar secara berulang. Saksi kemudian mendatangi sumber suara untuk mengetahui apa yang terjadi.

Baca Juga: KidZania Bikin Anak Bisa Jadi Masinis, Teknisi hingga Pemadam Kebakaran

Saat tiba di lokasi, saksi melihat rumpun bambu sudah dilalap kobaran api. Di tengah kondisi tersebut, tubuh korban juga terlihat sudah terkepung api.

Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga berupaya membantu memadamkan kobaran api, tetapi nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

“Benar telah terjadi peristiwa seorang warga meninggal dunia akibat terbakar di lahan kebun bambu di Desa Tuwuhrejo, Kesamben,” ujar Muheni.

Korban Diduga Terjatuh Saat Berusaha Padamkan Api

Petugas Polsek Kesamben bersama tim medis puskesmas setempat langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kejadian. Petugas melakukan evakuasi sekaligus pemeriksaan di tempat kejadian perkara.

Hasil pemeriksaan medis luar menunjukkan korban mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Luka tersebut ditemukan mulai dari bagian wajah, tangan, dada hingga kaki.

Baca Juga: Menteri Nusron Peringatkan Pengusaha, Kebakaran Lahan Bisa Bikin HGU Dibatalkan

Berdasarkan kesimpulan awal olah TKP dan pemeriksaan medis, korban diduga terpeleset atau terjatuh ketika berusaha mengendalikan api.

Kobaran api disebut mendadak membesar setelah tertiup angin di area kebun bambu yang kondisinya kering. Korban kemudian diduga tidak mampu keluar dari kepungan api dan asap tebal.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Koordinasi dengan keluarga korban juga dilakukan terkait penanganan jenazah.

Baca Juga: Bakar Lahan Dekat Rel Bisa Picu Kereta Berhenti Luar Biasa, KAI Perketat Pengawasan

Polisi Ingatkan Bahaya Bakar Sampah

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika membersihkan lahan, terutama dengan cara membakar daun atau sampah kering.

Kasi Humas Polres Blitar mengimbau masyarakat di wilayah hukum Polres Blitar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama kondisi kemarau.

Masyarakat diminta menghindari aktivitas membakar sampah maupun dedaunan kering secara sembarangan, khususnya di sekitar kebun dan permukiman.

Kondisi lahan yang kering ditambah angin kencang dapat membuat api lebih mudah membesar dan sulit dikendalikan. Karena itu, aktivitas pembakaran sampah perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan potensi penyebaran api.

“Kami mengimbau warga masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Mengingat cuaca musim kemarau yang kering dan angin kencang, hindari aktivitas membakar sampah atau daun kering di sekitar kebun dan pemukiman untuk mencegah bencana kebakaran serupa terulang,” pungkas Muheni. (jar/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Kesamben Blitar Kebakaran Kebun Bambu Daun Bambu bakar sampah polres blitar