BLITAR KAWENTAR – Populasi kucing di Kota Blitar mencapai 1.209 ekor berdasarkan pendataan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar. Dari tiga kecamatan yang ada, Kecamatan Sukorejo tercatat memiliki populasi kucing paling banyak.
Data tersebut menjadi perhatian DKPP karena populasi hewan peliharaan, termasuk kucing dan anjing, bersifat fluktuatif. Jumlahnya dapat terus bertambah seiring dengan perkembangbiakan hewan di lingkungan masyarakat.
Kepala DKPP Kota Blitar Dewi Masitoh mengatakan, selain mencatat populasi kucing di Kota Blitar sebanyak 1.209 ekor, pihaknya juga memiliki data populasi anjing yang mencapai 527 ekor.
Baca Juga: Cara Memandikan Kucing di Rumah, Ucup Hampir Sebulan Tak DimandikanJAKARTA - Cara memandikan kucing
Sukorejo Punya Populasi Kucing Terbanyak
Berdasarkan pendataan DKPP, Kecamatan Sukorejo menjadi wilayah dengan populasi kucing tertinggi di Kota Blitar. Jumlahnya mencapai 429 ekor.
Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Sananwetan dengan 406 ekor kucing. Sementara Kecamatan Kepanjenkidul tercatat memiliki 374 ekor.
Baca Juga: Cara Memandikan Kucing, Ucup Jadi Kinclong Setelah Sebulan Jarang Mandi
Dengan demikian, selisih populasi antara Sukorejo dan Sananwetan mencapai 23 ekor. Sedangkan dibandingkan dengan Kepanjenkidul, populasi kucing di Sukorejo lebih banyak 55 ekor.
Dewi menegaskan, angka tersebut tidak bersifat tetap. Sebab, jumlah kucing maupun anjing di wilayah Kota Blitar relatif terus bertambah sehingga pendataan dapat mengalami perubahan.
“Data populasi ini fluktuatif karena jumlah kucing maupun anjing relatif bertambah,” ujar Dewi.
Populasi Anjing Juga Didominasi Sukorejo
Tidak hanya kucing, Kecamatan Sukorejo juga menjadi wilayah dengan populasi anjing paling tinggi di Kota Blitar. Dari total 527 ekor anjing yang terdata, sebanyak 315 ekor berada di Kecamatan Sukorejo.
Kemudian Kecamatan Sananwetan memiliki 154 ekor anjing. Sedangkan Kecamatan Kepanjenkidul tercatat memiliki 58 ekor.
Tingginya populasi hewan di Sukorejo membuat wilayah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pengawasan kesehatan hewan. DKPP perlu mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang dapat terjadi seiring tingginya populasi hewan.
Baca Juga: Cara Memandikan Kucing yang Benar, Perhatikan Cuaca dan Karakter Hewan
Salah satu penyakit yang menjadi perhatian adalah rabies. Penyakit tersebut dapat menular kepada manusia sehingga langkah pencegahan dan pengawasan terhadap hewan penular rabies terus dilakukan.
DKPP Lakukan Kastrasi dan Vaksinasi
Untuk mengendalikan populasi kucing di Kota Blitar, DKPP menjalankan program kastrasi atau kebiri. Program tersebut ditujukan untuk membantu menekan pertumbuhan populasi kucing agar tidak meningkat secara tidak terkendali.
Baca Juga: Cara Memandikan Kucing untuk Pemula, Ini Tahapan yang Dilakukan pada Ucup
Selain pengendalian populasi, pencegahan penyakit rabies dilakukan melalui vaksinasi. Kucing dan anjing mendapatkan vaksin rabies sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap penyakit tersebut.
DKPP Kota Blitar juga rutin menggelar kegiatan kastrasi dan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan milik masyarakat. Namun, pelaksanaannya menyesuaikan ketersediaan anggaran sehingga jumlah peserta biasanya terbatas.
Kewaspadaan Rabies Tetap Ditingkatkan
Meski wilayah Jawa Timur masih dinyatakan aman dan belum ditemukan kasus rabies, DKPP Kota Blitar tetap meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan dinilai penting karena kondisi wilayah lain di sekitar Pulau Jawa perlu menjadi perhatian.
Sejumlah wilayah di luar Jawa, seperti Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut sudah tidak lagi bebas rabies. Karena itu, upaya pencegahan melalui vaksinasi serta pengendalian populasi hewan terus didorong.
DKPP berharap langkah tersebut dapat membantu menjaga kesehatan hewan sekaligus mempertahankan kondisi Kota Blitar tetap aman dari ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.
Editor : Regina Gavin Agata