BLITAR KAWENTAR – Sebanyak 117 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar kini menunggu pembayaran honor setelah seluruh proses pendataan lapangan rampung. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mulai memasuki tahap pengolahan data yang dikumpulkan dari masyarakat dan unit usaha selama pelaksanaan sensus.
Sensus Ekonomi 2026 tersebut melibatkan ratusan petugas yang bekerja selama sekitar dua setengah bulan. Mereka melakukan pendataan secara langsung dengan mendatangi rumah tangga dan unit usaha dari pintu ke pintu untuk mencatat berbagai data dasar terkait kegiatan ekonomi.
Total anggaran yang disiapkan BPS Kota Blitar untuk honor petugas mencapai sekitar Rp 1,3 miliar. Dengan jumlah tersebut, rata-rata setiap petugas memperoleh honor sekitar Rp 11 juta. Namun, pembayaran honor tidak dilakukan sekaligus karena telah disepakati diberikan dalam dua tahap.
Baca Juga: Sensus Ekonomi Kota Blitar Tinggal 4 Hari, 7.158 Data Belum Tuntas, Ribuan Warga Sulit Ditemui
Pendataan Dilakukan dari Pagi hingga Malam
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito mengatakan, para petugas telah menyelesaikan tugas pendataan lapangan sesuai tahapan yang ditetapkan. Selama menjalankan tugas, mereka harus mendatangi responden secara langsung untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam Sensus Ekonomi 2026.
Aktivitas pendataan dilakukan dengan cakupan rumah tangga maupun unit usaha. Petugas bekerja mendatangi responden dari pagi hingga malam hari. Setelah seluruh kegiatan lapangan selesai, BPS kemudian melanjutkan proses pengolahan data yang telah dikumpulkan.
“Total anggaran untuk honor 117 petugas sensus sekitar Rp 1,3 miliar. Rata-rata masing-masing petugas mendapatkan honor sekitar Rp 11 jutaan,” kata Hanung.
Menurut Hanung, pembayaran honor memang tidak langsung diberikan seluruhnya setelah kegiatan lapangan selesai. Mekanisme pembayaran telah disepakati dalam dua tahap sehingga anggaran honor akan dicairkan sesuai tahapan tersebut.
“Pembayaran honor tidak langsung diberikan semuanya. Ada dua tahap pemberian sesuai kesepakatan,” jelasnya.
Anggaran Sensus Ekonomi Capai Rp 1,8 Miliar
Selain anggaran untuk honor petugas, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar juga membutuhkan biaya operasional. Secara keseluruhan, anggaran yang disiapkan BPS Kota Blitar mencapai Rp 1,8 miliar.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp 1,3 miliar dialokasikan khusus untuk membayar honor 117 petugas yang terlibat dalam pendataan. Sementara sisa anggaran digunakan untuk menunjang kebutuhan operasional selama pelaksanaan sensus.
Beberapa kebutuhan tersebut antara lain alat tulis kantor, iklan layanan masyarakat, transportasi lokal, perjalanan dinas, konsumsi, hingga pulsa petugas. Anggaran operasional tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan pendataan dari awal hingga proses lapangan selesai.
Hanung menjelaskan, porsi anggaran yang cukup besar memang dialokasikan untuk kegiatan pendataan. Hal tersebut juga terjadi dalam pelaksanaan sensus maupun survei yang dilakukan BPS.
Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk kegiatan pendataan pada akhirnya juga kembali kepada masyarakat, salah satunya melalui pembayaran honor petugas yang terlibat langsung di lapangan.
“Dalam setiap sensus atau survei, lebih dari 60 persen anggaran digunakan untuk biaya pendataan. Artinya, anggaran itu kembali ke masyarakat melalui honor petugas,” pungkasnya.
Dengan rampungnya pendataan lapangan, tahapan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Blitar kini berlanjut pada pengolahan data. Data yang telah dihimpun dari rumah tangga dan unit usaha selanjutnya diproses untuk menghasilkan informasi mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Sementara itu, pembayaran honor kepada 117 petugas tetap berjalan sesuai mekanisme dua tahap yang telah disepakati. Total Rp 1,3 miliar telah disiapkan BPS Kota Blitar untuk memenuhi hak para petugas setelah menjalankan tugas pendataan selama sekitar dua setengah bulan.
Editor : Regina Gavin Agata