Kasus ISPA di Jawa Timur Naik, Dinkes Kota Blitar Tingkatkan Kewaspadaan

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 10:43 WIB
Dinkes Kota Blitar mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA saat musim kemarau.
Dinkes Kota Blitar mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap ISPA saat musim kemarau.

BLITAR KAWENTAR – Ancaman peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar. Kondisi tersebut menyusul adanya peningkatan tren kasus ISPA di Jawa Timur di tengah musim kemarau dan cuaca panas ekstrem.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, drg Silvia Dewi Kusumawati, mengatakan kewaspadaan terhadap ISPA perlu ditingkatkan masyarakat. Terlebih, Dinkes Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut selama musim kemarau.

Menurut Silvia, Dinkes Jatim mengungkapkan adanya peningkatan kasus ISPA di wilayah Jawa Timur. Kendati demikian, tren kenaikan tersebut masih berada dalam kondisi stabil dan belum menunjukkan peningkatan yang mengarah pada kondisi tidak terkendali.

Baca Juga: Target 10 Besar Porprov, Tes Parameter Atlet KONI Kabupaten Blitar Tunjukkan Hasil Positif

Meski begitu, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan potensi penularan penyakit. Upaya pencegahan dinilai penting, salah satunya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari.

“Meski trennya masih stabil, masyarakat tetap diminta waspada dan menjaga kesehatan serta imun tubuh,” ujarnya.

Kewaspadaan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga fasilitas pelayanan kesehatan. SE dari Dinkes Jatim tersebut ditujukan kepada rumah sakit umum daerah, rumah sakit swasta, puskesmas, hingga klinik kesehatan di seluruh wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Belum Mereda, Tim Gabungan Padamkan Titik Api hingga Dirikan Posko Darurat

Dinkes Kota Blitar juga mendorong puskesmas, khususnya bagian promosi kesehatan (promkes), untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat. Sosialisasi dapat dilakukan di sela-sela pelayanan kesehatan sehingga informasi mengenai pencegahan ISPA lebih mudah diterima warga.

“Promosi kesehatan dapat dilakukan di sela-sela pelayanan kesehatan sehingga pesan pencegahan ISPA bisa lebih mudah diterima masyarakat,” terangnya.

Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi potensi penularan ISPA. Di antaranya rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, serta menggunakan masker ketika diperlukan.

Masyarakat juga diminta menghindari kerumunan ketika sedang mengalami sakit. Langkah tersebut penting untuk mengurangi potensi penularan kepada orang lain.

“Masyarakat juga diminta menghindari kerumunan ketika sedang mengalami sakit. Langkah tersebut penting untuk mengurangi potensi penularan kepada orang lain,” jelas Silvia.

Silvia menjelaskan, ISPA merupakan kumpulan penyakit akut menular yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, maupun mikroorganisme lainnya. Gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga demam.

Baca Juga: Usai Musorkotlub, KONI Kota Blitar Masih Tunggu SK Definitif dari KONI Jatim

Karena itu, kondisi cuaca saat ini perlu disikapi dengan menjaga daya tahan tubuh. Masyarakat diimbau tidak hanya menunggu ketika muncul gejala penyakit, tetapi mulai menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan.

Dinkes Kota Blitar juga meminta masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Apabila mengalami gejala ISPA, warga diharapkan menjaga kondisi tubuh dan memanfaatkan layanan kesehatan apabila membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Peningkatan kewaspadaan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi agar tren ISPA yang saat ini masih berada dalam kondisi stabil dapat terus terkendali, terutama selama musim kemarau dan periode cuaca panas ekstrem. (sub/c1/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
kasus ISPA ispa kota blitar kesehatan blitar musim kemarau dinkes kota blitar