BLITAR KAWENTAR – Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih dirasakan sejumlah wilayah Blitar selatan. Kondisi tersebut mendorong kepedulian lintas kecamatan.
Sejumlah warga Desa Soso, Kecamatan Gandusari, bersama aparat kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan relawan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Kedungbiru, Desa Kalitengah, Kecamatan Panggungrejo.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan pada Minggu (27/9). Armada tangki air dikerahkan menuju permukiman warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Kota Blitar Rampung, 117 Petugas Terima Honor Rp1,3 Miliar
Penyaluran ini menjadi respons terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Blitar selatan saat cuaca panas ekstrem.
Air bersih menjadi kebutuhan penting bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air akibat kemarau panjang.
Kapolsek Gandusari AKP Nanang Budhiarto mengatakan, penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian bersama kepada masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan mendapatkan air.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis di Blitar Terkendala Input Data, 20 Ribu Hasil Pemeriksaan Sempat Menunggak
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Air yang disalurkan juga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat Dusun Kedungbiru.
“Penyaluran bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat yang tengah menghadapi krisis air.
Kami berharap air bersih ini dapat bermanfaat dan memenuhi kebutuhan harian warga di Dusun Kedungbiru,” ujar Nanang.
Kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan aparat kepolisian. Sejumlah unsur masyarakat turut bergabung dalam aksi sosial tersebut.
Dalam penyaluran bantuan, aparat kepolisian berkolaborasi dengan Tiga Pilar Dusun Maguan, tokoh agama, tokoh pemuda Desa Soso, serta relawan Warga Peduli Bencana Gandusari.
Baca Juga: Kasus ISPA di Jawa Timur Naik, Dinkes Kota Blitar Tingkatkan Kewaspadaan
Armada tangki air dikirim melalui jalur pedesaan menuju titik permukiman warga di Dusun Kedungbiru.
Bantuan tersebut kemudian disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak keterbatasan sumber air.
Nanang menyebut keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bentuk sinergi lintas wilayah. Menurutnya, kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak.
Baca Juga: Karhutla Gunung Butak Belum Mereda, Tim Gabungan Padamkan Titik Api hingga Dirikan Posko Darurat
Kepolisian, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok relawan, serta elemen pemuda ikut mengambil bagian dalam membantu warga yang membutuhkan.
“Melalui aksi sosial ini, kami ingin memperkuat sinergi dan tali silaturahmi. Ini merupakan wujud gotong royong,” terangnya.
Selain menyalurkan bantuan air bersih, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara efisien.
Baca Juga: Pordasi Kuda Memanah Blitar Bidik Emas di Kejurnas Seri 2 DKI Jakarta
Imbauan tersebut disampaikan karena musim kemarau masih berlangsung. Sementara itu, ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah masih cukup terbatas.
Masyarakat diminta menggunakan persediaan air secara bijak agar kebutuhan dasar tetap dapat terpenuhi selama kekeringan.
Selain persoalan air, aparat juga mengingatkan warga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan masing-masing. Warga diajak untuk tetap saling peduli dan menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif.
Baca Juga: Populasi Kucing di Kota Blitar Capai 1.209 Ekor, Sukorejo Jadi Wilayah Terbanyak
“Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas serta menggunakan ketersediaan air secara bijak selama kondisi kekeringan ini masih berlangsung,” pungkas Nanang.
Penyaluran bantuan air bersih tersebut sekaligus menunjukkan adanya gotong royong lintas wilayah dalam menghadapi dampak kemarau panjang.
Dukungan dari berbagai elemen diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air selama kondisi kekeringan masih terjadi. (jar/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari