BLITAR KAWENTAR - Hari baik beli kendaraan menurut adat Jawa masih menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat yang menggunakan perhitungan tradisional sebelum membeli kendaraan bermotor. Perhitungan tersebut dipercaya berkaitan dengan harapan agar kendaraan awet, pemilik dan pengendara selamat, serta perjalanan terhindar dari berbagai halangan.
Dalam sebuah pengalaman yang dibagikan melalui kanal Bataji, terdapat sejumlah ketentuan yang disebut perlu diperhatikan ketika hendak membeli kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Perhitungan tersebut mencakup hari dengan jumlah neptu tertentu hingga beberapa hari yang dianggap kurang baik.
Perlu diketahui, ketentuan ini merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan dalam adat Jawa. Tidak terdapat bukti ilmiah bahwa pemilihan hari pembelian kendaraan dapat menentukan keselamatan pengendara atau membuat kendaraan lebih awet.
Baca Juga: Cek Saldo PKH dan BPNT di Livin Mandiri, KKS Bank Mandiri Masih Kosong?
Hari Genap Disebut sebagai Hari Baik
Menurut pengalaman yang disampaikan Bataji, masyarakat yang masih menggunakan perhitungan Jawa dianjurkan memilih hari dengan jumlah neptu genap ketika membeli kendaraan bermotor.
Dalam sistem perhitungan Jawa, setiap hari memiliki nilai tertentu. Nilai tersebut kemudian digabungkan dengan pasaran, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Contohnya, Minggu Legi memiliki jumlah neptu yang disebut mencapai 10. Angka tersebut merupakan hasil penjumlahan nilai hari Minggu dan pasaran Legi.
Berdasarkan kepercayaan yang disampaikan dalam materi, jumlah genap tersebut dianggap lebih baik untuk membeli kendaraan. Harapannya, kendaraan dapat digunakan dalam jangka panjang dan pemilik maupun pengendaranya memperoleh keselamatan.
Namun, keputusan tersebut kembali kepada keyakinan masing-masing. Bagi masyarakat yang tidak menggunakan perhitungan adat Jawa, hari pembelian kendaraan dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kesiapan lainnya.
Baca Juga: Cara Cek Saldo PKH dan BPNT lewat Livin Mandiri, Ternyata Semudah Ini
Jumat Disebut Sebaiknya Dihindari
Selain memilih hari dengan jumlah neptu genap, terdapat pula hari yang menurut tradisi tersebut sebaiknya dihindari. Salah satunya adalah Jumat.
Bataji menyampaikan bahwa Jumat dianggap kurang baik untuk membeli kendaraan karena dalam kepercayaan yang dibahas, kendaraan yang dibeli pada hari tersebut disebut lebih mudah mengalami kerusakan.
Kerusakan yang dimaksud dapat berkaitan dengan mesin maupun bagian kendaraan lainnya. Meski demikian, anggapan tersebut merupakan bagian dari pengalaman dan kepercayaan tradisional, bukan hubungan sebab-akibat yang dibuktikan secara teknis.
Dalam praktiknya, kondisi kendaraan sebenarnya lebih banyak dipengaruhi oleh kualitas unit, perawatan, usia kendaraan, penggunaan, dan faktor teknis lainnya.
Hindari Hari Naas dan Hari yang Dianggap Terlarang
Perhitungan berikutnya berkaitan dengan apa yang disebut sebagai hari naas. Menurut materi, hari naas dapat dikaitkan dengan hari meninggalnya orang tua atau mertua.
Hari tersebut kemudian dianggap perlu dihindari ketika seseorang hendak membeli kendaraan bermotor.
Selain hari naas, terdapat pula istilah sangar atau hari yang dianggap kurang baik dalam perhitungan tradisional Jawa. Salah satu yang disebut dalam materi adalah 1 Suro, yang berkaitan dengan pergantian tahun dalam kalender Jawa.
Bagi masyarakat yang masih menjalankan tradisi tersebut, berbagai ketentuan itu dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan waktu pembelian kendaraan.
Keselamatan Tetap Bergantung pada Faktor Nyata
Perhitungan hari baik beli kendaraan menurut adat Jawa pada dasarnya merupakan bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat. Bagi sebagian orang, mengikuti perhitungan tersebut dapat memberikan rasa tenang karena sesuai dengan keyakinan keluarga atau tradisi yang dijalankan.
Namun, keselamatan berkendara tetap membutuhkan langkah nyata. Kondisi kendaraan perlu diperiksa sebelum digunakan, mulai dari rem, ban, lampu, mesin, hingga kelengkapan keselamatan lainnya.
Pengendara juga perlu mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga kondisi kendaraan melalui servis secara berkala.
Dengan demikian, perhitungan hari baik dapat dipahami sebagai bagian dari tradisi bagi masyarakat yang mempercayainya. Sementara dari sisi keselamatan, faktor teknis kendaraan dan perilaku berkendara tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest