Hari Baik Membeli Motor dan Mobil Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitungnya

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:20 WIB
Hari baik membeli motor dan mobil menurut Primbon Jawa dihitung dari neptu kelahiran dan hari pembelian. Simak rumus dan tujuh firasatnya.(Gemini AI)
Hari baik membeli motor dan mobil menurut Primbon Jawa dihitung dari neptu kelahiran dan hari pembelian. Simak rumus dan tujuh firasatnya.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Hari baik membeli motor dan mobil menurut Primbon Jawa menjadi salah satu perhitungan tradisional yang masih digunakan sebagian masyarakat sebelum membeli kendaraan baru maupun bekas. Perhitungan tersebut menggunakan neptu hari, neptu pasaran, serta hasil pembagian tertentu untuk mengetahui firasat dari waktu pembelian.

Dalam kepercayaan yang dibahas dalam materi, memilih hari yang tepat ketika membeli kendaraan diharapkan dapat membawa keselamatan, keberuntungan, serta kelancaran rezeki bagi pemiliknya. Namun, perhitungan ini merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, bukan metode yang terbukti secara ilmiah menentukan keselamatan kendaraan atau pengendaranya.

Baca Juga: Cek Saldo PKH dan BPNT di Livin Mandiri, KKS Bank Mandiri Masih Kosong?

Mengenal Neptu Hari dan Pasaran

Tahap pertama dalam mencari hari baik membeli motor dan mobil adalah mengetahui nilai neptu hari dan pasaran.

Dalam sistem yang dijelaskan, setiap hari memiliki nilai berbeda. Minggu bernilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Sementara itu, nilai neptu pasaran terdiri dari lima jenis. Pon memiliki nilai 7, Wage 4, Kliwon 8, Legi 5, sedangkan Pahing memiliki nilai 9.

Nilai hari dan pasaran kemudian dijumlahkan untuk memperoleh neptu dari tanggal tertentu. Perhitungan ini digunakan baik untuk mengetahui neptu kelahiran maupun neptu hari ketika seseorang akan membeli kendaraan.

Baca Juga: Cek Penerima PKH lewat HP, Begini Cara Melihat Data di Cek Bansos.

Tujuh Firasat dalam Perhitungan

Setelah mendapatkan jumlah neptu, perhitungan berikutnya dilakukan dengan membagi jumlah tersebut menggunakan angka tujuh. Sisa hasil pembagian kemudian dikaitkan dengan tujuh firasat dalam Primbon Jawa.

Tujuh firasat tersebut adalah Wasesa Segara, Satria Wibawa, Tunggak Semi, Sumur Sinaba, Satria Wirang, Bumi Kepetak, dan Lebu Ketiup Angin.

Masing-masing memiliki makna yang berbeda dalam kepercayaan tradisional Jawa.

Sisa 1 – Wasesa Segara disebut memiliki makna keselamatan dan keberuntungan.

Sisa 2 – Satria Wibawa dikaitkan dengan keselamatan serta keberuntungan dan dianggap memiliki makna yang baik.

Sisa 3 – Tunggak Semi berkaitan dengan kewibawaan, tetapi dalam materi juga disebut memiliki kemungkinan membawa musibah.

Sisa 4 – Sumur Sinaba dikaitkan dengan keselamatan dan kenyamanan.

Sementara itu, sisa 5 – Satria Wirang memiliki makna kurang baik dan dikaitkan dengan kemungkinan mengalami musibah.

Sisa 6 – Bumi Kepetak juga termasuk firasat yang dianggap kurang baik dan dikaitkan dengan kesialan, musibah, hingga kendaraan yang sering mengalami kerusakan.

Terakhir, sisa 7 – Lebu Ketiup Angin dimaknai sebagai kondisi yang dapat menyebabkan harta benda lebih cepat habis.

Cara Menghitung Hari Baik Membeli Kendaraan

Dalam materi, rumus yang digunakan untuk mencari hari baik membeli motor atau mobil adalah dengan menjumlahkan neptu hari kelahiran dengan neptu hari ketika kendaraan dibeli, kemudian hasilnya dibagi tujuh.

Sebagai contoh, seseorang memiliki weton Sabtu Kliwon. Sabtu memiliki nilai 9, sedangkan Kliwon bernilai 8. Dengan demikian, jumlah neptu kelahirannya adalah 17.

Kemudian, orang tersebut berencana membeli kendaraan pada Selasa Pahing. Selasa memiliki nilai 3 dan Pahing bernilai 9, sehingga jumlah neptu hari pembelian adalah 12.

Kedua nilai tersebut kemudian dijumlahkan. Hasilnya adalah 29.

Angka 29 lalu dibagi tujuh. Dalam perhitungan yang disampaikan, hasil tersebut menyisakan angka 1. Sisa 1 kemudian masuk dalam kategori Wasesa Segara yang dalam Primbon Jawa dimaknai sebagai pertanda keselamatan dan keberuntungan.

Berdasarkan perhitungan tersebut, hari dengan sisa yang dianggap baik adalah yang menjadi pilihan, sedangkan beberapa hasil tertentu dihindari oleh orang yang mengikuti tradisi tersebut.

Perawatan Kendaraan Tetap Penting

Selain menentukan hari pembelian, materi juga mengingatkan bahwa kendaraan tetap membutuhkan perawatan setelah dimiliki.

Motor maupun mobil perlu mendapatkan servis secara berkala agar performanya tetap terjaga. Pemeriksaan rem, ban, oli, mesin, lampu, dan komponen lainnya jauh lebih berkaitan langsung dengan kondisi kendaraan saat digunakan.

Dengan demikian, hari baik membeli motor dan mobil menurut Primbon Jawa dapat dipahami sebagai bagian dari tradisi dan perhitungan budaya. Bagi masyarakat yang mempercayainya, perhitungan tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan waktu pembelian.

Sementara itu, keselamatan berkendara tetap perlu didukung dengan kondisi kendaraan yang layak, perawatan rutin, serta perilaku berkendara yang aman.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Neptu Jawa Hari Baik Hari Baik Membeli Motor dan Mobil Primbon Jawa weton jawa