Hari Baik Membeli Mobil Menurut Hitungan Jawa, Kenali 4 Firasatnya

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:25 WIB
Hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa menggunakan neptu dan empat firasat: Guru, Ratu, Rogoh, serta Sempoyong.(Gemini AI)
Hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa menggunakan neptu dan empat firasat: Guru, Ratu, Rogoh, serta Sempoyong.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa menjadi salah satu tradisi yang masih dipercaya sebagian masyarakat sebelum membeli kendaraan. Perhitungan ini menggunakan nilai hari dan pasaran dalam kalender Jawa untuk menentukan firasat dari waktu pembelian, mulai dari Guru, Ratu, Rogoh, hingga Sempoyong.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, pemilihan hari pembelian diharapkan dapat memberikan manfaat dan kebaikan bagi pemilik kendaraan. Mobil tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kebutuhan keluarga maupun sarana usaha.

Namun, perhitungan tersebut merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya. Tidak ada bukti ilmiah bahwa hari pembelian menentukan kendaraan akan awet, rusak, atau menyebabkan kecelakaan. Kondisi kendaraan dan perilaku berkendara tetap menjadi faktor penting dalam keselamatan.

Baca Juga: Cara Cek Saldo PKH di Livin by Mandiri, Begini Langkah Mudahnya

Mengenal Nilai Hari dalam Hitungan Jawa

Untuk menentukan hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa, tahap pertama adalah mengetahui nilai hari dan pasaran.

Kalender Jawa menggabungkan tujuh hari dalam satu pekan dengan lima pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Masing-masing hari dan pasaran mempunyai nilai tertentu.

Nilai sebuah hari Jawa kemudian diperoleh dengan menjumlahkan nilai hari dengan nilai pasarannya.

Sebagai contoh, Minggu memiliki nilai 5, sedangkan Wage bernilai 4. Dengan demikian, Minggu Wage mempunyai nilai hitungan 9.

Nilai inilah yang kemudian digunakan untuk menentukan firasat hari pembelian mobil.

Baca Juga: Cek Penerima PKH lewat HP, Cara Melihat Data Bansos di Aplikasi

Empat Firasat dalam Membeli Mobil

Menurut perhitungan yang dijelaskan dalam materi, terdapat empat firasat yang berkaitan dengan pembelian mobil, yaitu Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.

1. Guru

Hari yang masuk dalam firasat Guru dianggap baik untuk membeli mobil. Dalam kepercayaan tersebut, mobil yang dibeli diharapkan memberikan manfaat, membawa kegembiraan, awet, serta disenangi banyak orang.

Firasat Guru disebut cocok untuk kendaraan yang digunakan memenuhi kebutuhan keluarga.

2. Ratu

Firasat Ratu juga termasuk hitungan yang dianggap baik. Membeli mobil pada hari ini dipercaya dapat membawa kelancaran rezeki, membuat kendaraan lebih awet, serta menjauhkan pemilik dari hal-hal buruk.

Hari dengan firasat Ratu terutama disebut cocok untuk membeli mobil yang digunakan sebagai sarana usaha.

3. Rogoh

Berbeda dengan Guru dan Ratu, Rogoh termasuk firasat yang sebaiknya dihindari. Dalam kepercayaan yang dibahas, membeli mobil pada hari dengan firasat Rogoh dikaitkan dengan kemungkinan kendaraan cepat hilang.

Makna hilang tidak hanya diartikan sebagai kehilangan kendaraan secara fisik, tetapi juga hilangnya manfaat atau tujuan awal ketika membeli mobil.

4. Sempoyong

Firasat terakhir adalah Sempoyong. Hari yang masuk dalam kategori ini disebut kurang baik untuk membeli mobil karena dipercaya dapat membuat kendaraan lebih cepat rusak atau sering mengalami masalah sehingga harus keluar-masuk bengkel.

Contoh Menghitung Hari Minggu Wage

Sebagai contoh, Minggu Wage mempunyai nilai 9. Untuk mengetahui firasatnya, angka tersebut kemudian dihitung melalui urutan Guru, Rogoh, Sempoyong, dan kembali berulang.

Urutannya adalah angka 1 Guru, 2 Rogoh, 3 Sempoyong, 4 Guru, 5 Rogoh, 6 Sempoyong, 7 Guru, 8 Rogoh, dan 9 Sempoyong.

Dengan urutan tersebut, Minggu Wage yang bernilai 9 justru masuk firasat Sempoyong, bukan Guru. Karena itu, berdasarkan pola perhitungan dalam transkrip, contoh Minggu Wage seharusnya tidak dikategorikan sebagai hari yang baik.

Hari yang Disebut Perlu Dihindari

Selain Rogoh dan Sempoyong, materi juga menyebut beberapa hari yang dianggap perlu dihindari.

Pertama adalah Dino Keblak, yang berkaitan dengan hari meninggalnya kedua orang tua. Hari tersebut dianggap sebagai waktu untuk mengenang dan mendoakan orang tua, bukan untuk merayakan pembelian kendaraan.

Kedua adalah Dino Kringkel atau Rungkep, yang disebut sebagai salah satu hari naas. Perhitungannya dikaitkan dengan tiga hari setelah hari kelahiran berdasarkan weton.

Ketiga adalah Dino Was Gede, yang disebut sebagai hari naas utama dalam perhitungan tersebut. Hari ini dihitung berdasarkan nilai neptu weton kelahiran seseorang.

Misalnya seseorang lahir pada Senin Wage dengan jumlah neptu 8. Berdasarkan perhitungan yang dijelaskan dalam materi, Dino Was Gede kemudian dihitung delapan hari setelah weton tersebut.

Tradisi Jawa dan Pertimbangan Modern

Perhitungan hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa merupakan bagian dari tradisi yang masih dipelajari dan dijalankan sebagian masyarakat. Bagi yang mempercayainya, hitungan tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan waktu pembelian.

Di sisi lain, pemilihan hari bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika membeli mobil. Kondisi mesin, rem, ban, kelistrikan, dokumen kendaraan, riwayat servis, serta kelayakan kendaraan perlu diperiksa, terutama jika membeli mobil bekas.

Dengan demikian, tradisi dan pertimbangan modern dapat berjalan berdampingan. Perhitungan Primbon Jawa dapat dipahami sebagai bagian dari budaya, sedangkan pemeriksaan teknis dan keselamatan berkendara tetap diperlukan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Hitungan Jawa Hari Baik Hari Baik Membeli Mobil Menurut Hitungan Jawa Primbon Jawa weton jawa