BLITAR KAWENTAR - Hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa masih menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat yang ingin membeli kendaraan baru maupun bekas. Dalam tradisi Jawa, waktu pembelian kendaraan dapat dihitung menggunakan neptu hari dan pasaran untuk mengetahui firasat yang dipercaya berkaitan dengan manfaat, keberuntungan, hingga kondisi kendaraan.
Membeli mobil bagi sebagian orang merupakan momen istimewa. Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, kendaraan juga sering dianggap sebagai bagian dari pencapaian keluarga. Karena itu, sebagian masyarakat Jawa masih menggunakan perhitungan tradisional sebelum menentukan waktu pembelian.
Perhitungan ini merupakan bagian dari kepercayaan dan budaya Jawa. Tidak ada bukti ilmiah bahwa hari tertentu dapat menentukan keselamatan, keawetan, atau kerusakan kendaraan. Faktor seperti kondisi mobil, perawatan, dan cara berkendara tetap penting diperhatikan.
Baca Juga: Cara Cek Saldo Bansos Lewat Livin Mandiri, Cukup dari HP
Mengenal Neptu Hari dan Pasaran
Langkah pertama untuk mengetahui hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa adalah memahami nilai hari dan pasaran.
Dalam kalender Jawa terdapat tujuh hari, yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Selain itu terdapat lima pasaran, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Masing-masing mempunyai nilai atau neptu.
Nilai hari dan pasaran kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan neptu sebuah weton atau hari Jawa.
Sebagai contoh, Minggu memiliki nilai 5, sedangkan Wage memiliki nilai 4. Jika digabungkan, Minggu Wage mempunyai nilai neptu 9.
Angka tersebut kemudian digunakan untuk menentukan firasat hari pembelian mobil.
Baca Juga: Cek Penerima PKH lewat HP, Begini Cara Melihat Data di Cek Bansos.
Empat Firasat Hari Membeli Mobil
Menurut perhitungan yang dijelaskan dalam materi, terdapat empat firasat utama dalam menentukan waktu pembelian mobil, yaitu Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.
Guru menjadi salah satu firasat yang dianggap baik. Hari yang jatuh pada firasat ini dipercaya dapat membuat mobil memberikan manfaat, membawa kegembiraan, awet, dan disenangi banyak orang. Firasat Guru disebut cocok untuk kendaraan yang digunakan memenuhi kebutuhan keluarga.
Berikutnya adalah Ratu. Hari dengan firasat Ratu dipercaya berkaitan dengan kelancaran rezeki, kendaraan yang awet, serta perlindungan dari hal-hal buruk. Karena itu, firasat Ratu disebut cocok untuk mobil yang digunakan sebagai sarana usaha.
Sementara itu, Rogoh dianggap kurang baik. Dalam kepercayaan tersebut, membeli mobil pada hari yang masuk firasat Rogoh dikaitkan dengan kemungkinan kendaraan cepat hilang. Makna hilang tidak hanya berarti kehilangan kendaraan secara fisik, tetapi juga hilangnya manfaat atau tujuan awal pembelian.
Firasat terakhir adalah Sempoyong. Hari yang masuk kategori ini disebut kurang baik karena dipercaya dapat membuat mobil lebih cepat rusak atau sering mengalami masalah sehingga harus keluar-masuk bengkel.
Contoh Perhitungan Minggu Wage
Dalam materi, Minggu Wage digunakan sebagai contoh. Hari tersebut mempunyai nilai 9, yang berasal dari Minggu bernilai 5 dan Wage bernilai 4.
Perhitungan firasat dilakukan dengan urutan berulang, yakni 1 Guru, 2 Rogoh, 3 Sempoyong, 4 Guru, 5 Rogoh, 6 Sempoyong, 7 Guru, 8 Rogoh, dan 9 Sempoyong.
Dengan pola tersebut, angka 9 sebenarnya masuk pada Sempoyong. Namun, materi menyebut angka 9 sebagai Guru. Artinya, terdapat ketidaksesuaian antara contoh penjelasan dan urutan hitungan yang diberikan dalam transkrip.
Hari yang Sebaiknya Dihindari
Selain firasat Rogoh dan Sempoyong, materi juga menyebut tiga hari yang dianggap perlu dihindari.
Pertama, Dino Keblak, yang dikaitkan dengan hari meninggalnya kedua orang tua. Hari tersebut dipandang sebagai waktu untuk mengingat dan mendoakan orang tua.
Kedua, Dino Kringkel atau Rungkep, yang disebut sebagai salah satu hari naas. Dalam contoh materi, hari ini dihitung berdasarkan weton kelahiran seseorang.
Ketiga, Dino Was Gede, yang disebut sebagai hari naas utama. Perhitungannya dikaitkan dengan nilai neptu hari kelahiran.
Misalnya seseorang lahir pada Senin Wage dengan jumlah neptu 8. Berdasarkan perhitungan yang dijelaskan, Was Gede kemudian ditentukan sesuai jumlah tersebut setelah hari kelahiran.
Tradisi dan Pertimbangan Saat Membeli Mobil
Perhitungan hari baik membeli mobil menurut hitungan Jawa merupakan bagian dari tradisi yang masih dikenal masyarakat. Bagi yang menjalankannya, perhitungan tersebut dapat menjadi pertimbangan sebelum menentukan waktu pembelian.
Namun, di luar perhitungan tradisional, calon pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi kendaraan. Pemeriksaan mesin, rem, ban, kelistrikan, dokumen, dan riwayat servis menjadi hal penting, khususnya ketika membeli mobil bekas.
Dengan demikian, tradisi Jawa dapat tetap dipelajari sebagai bagian dari budaya, sementara pertimbangan teknis dan keselamatan modern tetap diterapkan ketika membeli serta menggunakan kendaraan.
Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest