Hari Baik Beli Mobil Menurut Primbon Jawa, Kenali Hitungan Neptu Sebelum Membeli

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:55 WIB
Hari baik beli mobil menurut primbon Jawa dapat dihitung dari neptu hari dan pasaran. Kenali Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong(Gemini AI)
Hari baik beli mobil menurut primbon Jawa dapat dihitung dari neptu hari dan pasaran. Kenali Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Hari baik beli mobil menurut primbon Jawa masih menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat yang ingin membeli kendaraan baru maupun bekas. Dalam tradisi Jawa, pemilihan waktu pembelian mobil dipercaya perlu memperhatikan hari dan pasaran agar kendaraan yang dimiliki dapat memberikan manfaat dan digunakan dengan baik.

Mobil bagi sebagian orang bukan sekadar alat transportasi. Kendaraan dapat digunakan untuk bekerja, menjalankan usaha, bepergian bersama keluarga, hingga menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, tidak sedikit masyarakat yang mengikuti tradisi Jawa memilih waktu tertentu sebelum membawa pulang kendaraan. Salah satu caranya adalah menghitung neptu hari dan pasaran.

Baca Juga: Cara Cek Saldo Bansos Lewat Livin Mandiri, Jangan Sampai Terlewat

Menghitung Neptu Hari dan Pasaran

Dalam penanggalan Jawa, setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu masing-masing. Hari Minggu memiliki nilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Sementara itu, pasaran terdiri dari Legi dengan nilai 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Nilai hari kemudian dijumlahkan dengan nilai pasaran untuk mendapatkan angka neptu. Hasil tersebut selanjutnya dapat digunakan dalam perhitungan tradisional untuk menentukan kategori atau firasat tertentu.

Namun, perhitungan primbon merupakan bagian dari warisan budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa. Hasilnya tidak dapat dianggap sebagai kepastian mengenai masa depan kendaraan maupun pemiliknya.

Baca Juga: Harga Bir Termahal di Dunia Ada di Kota Ini, Tembus Rp70 Ribu per Botol

Empat Firasat dalam Membeli Mobil

Dalam salah satu metode perhitungan tradisional, terdapat empat kategori yang dikenal dengan istilah Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.

Guru termasuk kategori yang dianggap baik. Dalam penafsiran tradisional, mobil yang dibeli pada hitungan ini diharapkan memberikan manfaat, dapat digunakan dalam waktu lama, serta mendukung aktivitas pemiliknya.

Berikutnya adalah Ratu, yang juga dianggap memiliki makna positif. Hitungan ini dikaitkan dengan kelancaran, perlindungan, dan harapan agar kendaraan memberikan manfaat bagi pemiliknya.

Sementara Rogoh dianggap kurang baik karena dikaitkan dengan kehilangan. Dalam konteks kendaraan, istilah tersebut dipercaya berkaitan dengan risiko kendaraan hilang atau manfaat kendaraan tidak sesuai dengan harapan.

Adapun Sempoyong juga dianggap kurang baik. Istilah tersebut menggambarkan sesuatu yang tidak kokoh atau mudah goyah. Dalam konteks pembelian mobil, kepercayaan tradisional mengaitkannya dengan kendaraan yang lebih sering mengalami masalah atau kerusakan.

Jangan Hanya Mengandalkan Hitungan

Meski primbon masih digunakan sebagian masyarakat, memilih hari baik tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika membeli mobil.

Calon pembeli tetap perlu memastikan kondisi kendaraan secara menyeluruh. Terutama untuk mobil bekas, pemeriksaan mesin, transmisi, kaki-kaki, rem, ban, kelistrikan, dan kondisi bodi menjadi hal penting sebelum transaksi.

Riwayat kendaraan dan kelengkapan dokumen juga perlu diperiksa. Jangan sampai mobil yang terlihat menarik ternyata memiliki masalah yang baru diketahui setelah pembayaran dilakukan.

Kemampuan finansial juga harus diperhitungkan. Mobil bukan hanya membutuhkan biaya pembelian, tetapi juga bahan bakar, pajak, servis, perawatan, dan berbagai pengeluaran lainnya.

Hari Baik Bisa Menjadi Bagian dari Ikhtiar

Bagi masyarakat yang masih memegang tradisi Jawa, pemilihan hari baik dapat dimaknai sebagai bentuk ikhtiar sebelum mengambil keputusan besar.

Hari yang dianggap baik dapat menjadi momentum untuk membeli kendaraan dengan kondisi pikiran yang tenang, keuangan yang sudah dipersiapkan, serta niat yang jelas.

Sementara bagi masyarakat yang tidak menggunakan perhitungan primbon, keputusan membeli mobil dapat didasarkan pada kebutuhan, kemampuan finansial, kondisi kendaraan, dan faktor keselamatan.

Pada akhirnya, hari baik beli mobil menurut primbon Jawa merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Guru dan Ratu dalam perhitungan tradisional dianggap memiliki makna baik, sedangkan Rogoh dan Sempoyong dipandang perlu dihindari.

Namun, tidak ada jaminan bahwa sebuah tanggal tertentu akan membuat mobil selalu awet atau pemiliknya terbebas dari kecelakaan. Keselamatan tetap membutuhkan kehati-hatian, perawatan kendaraan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta doa.

Dengan memahami tradisi sekaligus mempertimbangkan faktor nyata, pembelian mobil dapat dilakukan secara lebih matang. Mobil yang dibeli bukan hanya diharapkan membawa kebahagiaan, tetapi juga menjadi sarana untuk bekerja, membantu keluarga, dan menjalankan berbagai aktivitas dengan aman.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Neptu Jawa Hari Baik Beli Mobil mobil Primbon Jawa weton jawa