Hari Baik Membeli Sepeda Motor Menurut Hitungan Jawa, Kenali 4 Firasatnya

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 21:05 WIB
Hari baik membeli sepeda motor menurut hitungan Jawa dapat dilihat dari empat firasat, yakni Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.(Gemini AI)
Hari baik membeli sepeda motor menurut hitungan Jawa dapat dilihat dari empat firasat, yakni Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Hari baik membeli sepeda motor menjadi salah satu hal yang masih diperhitungkan sebagian masyarakat Jawa ketika hendak membeli kendaraan baru. Selain mempertimbangkan harga, kondisi, dan kebutuhan, ada pula yang mengikuti petuah leluhur dengan memilih waktu tertentu berdasarkan hitungan Jawa.

Dalam tradisi tersebut, pemilihan hari dipercaya dapat menjadi bentuk ikhtiar agar sepeda motor yang dibeli memberikan manfaat bagi pemiliknya. Hitungan ini kemudian dibagi ke dalam empat firasat, yaitu Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.

Setiap firasat memiliki penafsiran yang berbeda. Ada yang dikaitkan dengan manfaat dan kelancaran rezeki, tetapi ada pula yang dianggap kurang baik untuk pembelian sepeda motor.

Baca Juga: 5 Wine Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp7,5 Miliar per Botol

Empat Firasat dalam Membeli Sepeda Motor

Firasat pertama adalah Guru. Dalam hitungan Jawa, hari yang masuk dalam firasat Guru dipercaya membawa manfaat dan kegembiraan dari sepeda motor yang dibeli.

Hari dengan firasat Guru disebut cocok untuk membeli sepeda motor yang digunakan untuk kebutuhan keluarga maupun kepentingan pribadi. Kendaraan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam aktivitas sehari-hari.

Firasat kedua adalah Ratu. Hari yang masuk dalam hitungan Ratu dipercaya memiliki makna baik, terutama berkaitan dengan manfaat kendaraan dan kelancaran rezeki.

Karena itu, dalam penafsiran tradisional, hari dengan firasat Ratu dianggap sesuai untuk membeli sepeda motor yang nantinya digunakan berdagang atau menunjang kegiatan mencari penghasilan.

Sementara itu, firasat ketiga adalah Rogoh. Hitungan ini dalam tradisi Jawa dianggap kurang baik untuk membeli sepeda motor. Kendaraan yang dibeli pada hari tersebut dipercaya lebih mudah hilang, boros, atau justru membutuhkan banyak biaya perawatan.

Firasat terakhir adalah Sempoyong. Hari yang masuk dalam hitungan ini juga dianggap kurang baik karena secara tradisional dikaitkan dengan kendaraan yang lebih sering mengalami masalah atau musibah.

Baca Juga: Alkohol Termahal di Dunia Ternyata Bukan Cuma Soal Rasa, Ada yang Jutaan Dolar

Cara Menghitung Hari Membeli Motor

Untuk menentukan firasat suatu hari, hitungan Jawa menggunakan nilai dari hari dan pasaran. Setiap hari serta pasaran memiliki nilai masing-masing yang kemudian dijumlahkan.

Sebagai contoh, Minggu Wage memiliki nilai 9. Nilai tersebut berasal dari hari Minggu yang bernilai 5 dan pasaran Wage yang bernilai 4.

Setelah mendapatkan angka 9, angka tersebut kemudian dicocokkan dengan urutan firasat. Dalam hitungan yang dijelaskan, urutannya adalah:

  1. Guru

  2. Rogoh

  3. Sempoyong

  4. Guru

  5. Rogoh

  6. Sempoyong

  7. Guru

  8. Rogoh

  9. Guru

Berdasarkan hitungan tersebut, Minggu Wage dengan nilai 9 jatuh pada firasat Guru. Artinya, menurut penafsiran tradisional tersebut, hari Minggu Wage dianggap baik untuk membeli sepeda motor, terutama apabila kendaraan digunakan untuk kebutuhan keluarga.

Hitungan Jawa Bukan Satu-Satunya Pertimbangan

Pemilihan hari berdasarkan hitungan Jawa merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat. Artinya, hasil hitungan tersebut tidak dapat dijadikan jaminan bahwa sebuah sepeda motor pasti aman, awet, atau mendatangkan rezeki.

Ketika membeli sepeda motor, calon pembeli tetap perlu memperhatikan kondisi kendaraan, kelengkapan dokumen, kemampuan finansial, biaya perawatan, serta kebutuhan penggunaan kendaraan.

Bagi masyarakat yang masih memegang petuah leluhur, memilih hari baik dapat dipandang sebagai bentuk ikhtiar tambahan. Pada akhirnya, keselamatan dan hasil dari penggunaan kendaraan tetap bergantung pada berbagai faktor, termasuk kehati-hatian dalam berkendara dan keputusan pemilik.

Dengan demikian, hitungan hari baik membeli sepeda motor menurut tradisi Jawa dapat menjadi bagian dari pertimbangan budaya, sementara keputusan pembelian tetap perlu dilakukan secara matang dan bertanggung jawab.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Hari Baik Membeli Sepeda Motor Hitungan Jawa sepeda motor Primbon Jawa weton jawa