Hari Baik Membeli Motor Menurut Primbon Jawa, Ada Hitungan untuk Kendaraan Pribadi hingga Cari Rezek

Gita Dwi Nuraini • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 21:15 WIB
Hari baik membeli motor menurut primbon Jawa memiliki empat firasat, mulai Guru hingga Sempoyong yang dipercaya punya makna berbeda.(Gemini AI)
Hari baik membeli motor menurut primbon Jawa memiliki empat firasat, mulai Guru hingga Sempoyong yang dipercaya punya makna berbeda.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Hari baik membeli motor menurut primbon Jawa menjadi salah satu tradisi yang masih diperhatikan sebagian masyarakat ketika hendak memiliki kendaraan baru. Motor tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi juga kendaraan yang akan digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Karena itu, sebagian masyarakat Jawa memilih memperhatikan waktu pembelian berdasarkan hitungan hari dan pasaran. Tujuannya bukan sekadar menentukan tanggal, tetapi mengikuti petuah leluhur sebagai bentuk ikhtiar sebelum menggunakan kendaraan.

Dalam hitungan tersebut, terdapat empat firasat yang dapat menjadi dasar untuk membaca sebuah hari. Keempat firasat itu adalah Guru, Ratu, Rogoh, dan Sempoyong.

Masing-masing memiliki penafsiran tersendiri. Ada yang dianggap membawa manfaat untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, ada yang dikaitkan dengan kelancaran mencari rezeki, sementara dua lainnya dianggap kurang baik untuk pembelian kendaraan.

Baca Juga: 5 Minuman Beralkohol Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp70 Miliar

Firasat Guru untuk Motor Keluarga

Guru menjadi salah satu firasat yang dianggap baik dalam hitungan pembelian motor menurut tradisi Jawa.

Hari yang jatuh pada firasat Guru dipercaya dapat membawa manfaat serta kegembiraan dari kendaraan yang dibeli. Oleh sebab itu, hitungan ini sering dikaitkan dengan pembelian motor yang digunakan untuk kebutuhan pribadi ataupun keluarga.

Motor yang dibeli untuk pergi bekerja, mengantar anak, berbelanja, atau menunjang kegiatan keluarga dapat ditempatkan dalam konteks tersebut.

Dalam kepercayaan tradisional, pemilihan hari Guru dimaksudkan agar kendaraan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, penafsiran tersebut tetap merupakan bagian dari tradisi. Kondisi nyata kendaraan dan cara penggunaannya tetap menjadi faktor penting dalam menentukan keamanan serta manfaat motor.

Firasat Ratu Dikaitkan dengan Kelancaran Rezeki

Selain Guru, terdapat firasat Ratu yang juga dianggap baik.

Dalam penafsiran primbon yang digunakan, Ratu dikaitkan dengan manfaat yang baik dan kelancaran rezeki. Karena itu, hari dengan firasat tersebut dianggap sesuai untuk membeli motor yang digunakan sebagai sarana mencari penghasilan.

Contohnya adalah motor yang digunakan untuk berdagang, bekerja, mengantar pesanan, atau menunjang usaha sehari-hari.

Bagi pemilik usaha kecil, kendaraan memang dapat menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi. Motor dapat digunakan untuk mobilitas, mengambil barang, mengantarkan produk, maupun menjangkau pelanggan.

Meski demikian, hubungan antara hari pembelian dan rezeki merupakan keyakinan dalam tradisi Jawa, bukan hubungan yang dapat dijadikan kepastian ekonomi.

Baca Juga: Cara Cek Saldo Bansos Lewat Livin Mandiri, Jangan Sampai Terlewat

Rogoh Dianggap Perlu Dihindari

Firasat berikutnya adalah Rogoh. Dalam hitungan tradisional, Rogoh memiliki makna yang kurang baik ketika digunakan sebagai patokan membeli kendaraan.

Motor yang dibeli pada hari dengan firasat Rogoh dipercaya memiliki kemungkinan lebih mudah hilang. Selain itu, terdapat pula anggapan kendaraan akan lebih boros atau membutuhkan pengeluaran lebih besar untuk perawatan.

Karena penafsiran tersebut, orang yang mengikuti hitungan Jawa biasanya berusaha mencari hari lain apabila hasil perhitungannya masuk dalam kategori Rogoh.

Meski begitu, keamanan kendaraan pada kenyataannya juga sangat dipengaruhi oleh tindakan pemilik. Penggunaan kunci pengaman, memilih lokasi parkir yang aman, memasang sistem keamanan tambahan, dan tidak meninggalkan kendaraan sembarangan tetap penting dilakukan.

Sempoyong Dikaitkan dengan Masalah Kendaraan

Firasat keempat adalah Sempoyong. Dalam kepercayaan yang dibahas, kategori ini dianggap kurang baik untuk membeli motor.

Sempoyong dipercaya berkaitan dengan kemungkinan munculnya berbagai kesulitan setelah kendaraan dibeli. Salah satunya adalah anggapan motor lebih sering mengalami musibah atau kecelakaan.

Selain itu, firasat tersebut juga disebut dapat berkaitan dengan pertengkaran atau persoalan yang muncul di sekitar penggunaan kendaraan.

Karena itu, bagi masyarakat yang mengikuti petuah tersebut, hari dengan hasil Sempoyong sebisa mungkin dihindari ketika hendak membeli motor.

Cara Menentukan Hari Pembelian

Untuk menentukan firasat sebuah hari, hitungan Jawa menggunakan nilai hari dan pasaran.

Nilai hari terdiri dari Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sedangkan nilai pasaran terdiri dari Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Kedua angka tersebut kemudian dijumlahkan. Misalnya, Minggu Wage memiliki nilai 5 dari Minggu dan 4 dari Wage. Hasilnya adalah 9.

Angka tersebut kemudian dicocokkan dengan urutan firasat yang digunakan dalam hitungan. Dari sana dapat diketahui apakah hasilnya masuk Guru, Ratu, Rogoh, atau Sempoyong.

Tetap Utamakan Pertimbangan Nyata

Hitungan hari baik membeli motor menurut primbon Jawa pada dasarnya merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat. Tidak ada kepastian bahwa memilih hari tertentu akan membuat motor lebih awet, mendatangkan rezeki, atau terhindar dari kecelakaan.

Karena itu, pemilihan hari sebaiknya tidak menggantikan pertimbangan yang lebih nyata ketika membeli kendaraan.

Sebelum melakukan transaksi, calon pembeli tetap perlu menyesuaikan harga dengan kondisi keuangan. Kondisi motor, dokumen kendaraan, biaya perawatan, konsumsi bahan bakar, hingga kebutuhan penggunaan juga harus diperiksa.

Setelah motor dimiliki, keselamatan berkendara juga tetap menjadi tanggung jawab pengendara. Mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menjaga kondisi kendaraan merupakan langkah yang tidak kalah penting.

Bagi masyarakat yang masih menjalankan tradisi Jawa, memilih hari baik dapat menjadi bentuk ikhtiar sebelum membeli kendaraan. Sementara hasil akhirnya tetap bergantung pada banyak faktor, termasuk keputusan pembeli, perawatan kendaraan, serta kehati-hatian selama berkendara.

 

Editor : Gita Dwi Nuraini
Sumber : pinterest
Motor Baru Hitungan Weton Hari Baik Membeli Motor Firasat Jawa Primbon Jawa