Joko Nurbatin Punya Jurus Tangkal Narkoba, Dekati Anak Jalanan Lewat Ngopi Bareng

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 13:30 WIB
FOKUS: Pegiat antinarkoba sekaligus Ketua GMDM Kota Blitar, Joko Nurbatin, memberikan sosialisasi kepada sejumlah siswa.
FOKUS: Pegiat antinarkoba sekaligus Ketua GMDM Kota Blitar, Joko Nurbatin, memberikan sosialisasi kepada sejumlah siswa.

BLITAR KAWENTAR - Upaya mencegah peredaran narkoba membutuhkan pendekatan yang telaten, terutama ketika menyasar kelompok rentan seperti anak jalanan dan anak punk. Di Kota Blitar, pegiat antinarkoba Joko Nurbatin memilih cara berbeda dengan mendatangi langsung tempat nongkrong mereka.

Alih-alih mengandalkan forum resmi, Joko bersama pegiat antinarkoba lainnya memilih pendekatan personal. Mereka mengajak kelompok rentan tersebut berbincang sambil ngopi dan makan bersama. Cara itu dinilai lebih efektif untuk mencairkan suasana sekaligus membuka komunikasi.

Joko Nurbatin, Ketua Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM) Kota Blitar, mengatakan kelompok rentan kerap enggan menghadiri forum sosialisasi formal. Karena itu, pihaknya memilih mendatangi mereka secara langsung.

Baca Juga: Dies Natalis SMKN 1 Kademangan ke-23, Hadirkan Edu Wisata Agro Tekno Park hingga Entrepreneur School

"Kelompok rentan sering menolak datang ke forum resmi. Maka, kami yang mendekat, mendatangi tempat nongkrong mereka, lalu mengajak ngopi dan makan bersama agar suasananya cair," ujar Joko, warga Kelurahan Kepanjenlor, Kecamatan Kepanjenkidul, kemarin (28/9).

Pria 57 tahun tersebut mengaku pendekatan dari hati ke hati membutuhkan kesabaran. Dari sekitar sepuluh anak jalanan yang diajak berbincang, biasanya hanya sekitar separonya yang akhirnya terbuka dan menerima komunikasi.

Menurut Joko, sebagian anak jalanan sudah terlanjur dekat dengan alkohol. Salah satu pemicunya adalah anggapan bahwa mengonsumsi minuman beralkohol dapat membuat mental lebih kuat. Karena itu, proses memberikan pemahaman tidak bisa dilakukan hanya dalam satu kali pertemuan.

Baca Juga: Beberapa Siswa Sekolah Rakyat Kota Blitar Pilih Mundur, Mayoritas Anak SD Tak Kerasan di Asrama

Dari obrolan santai tersebut, komunikasi perlahan terbangun. GMDM juga menerima sejumlah aduan dan konsultasi dari masyarakat melalui sambungan telepon. Warga yang ingin keluar dari jerat narkoba maupun keluarga yang menghadapi persoalan penyalahgunaan narkotika dapat menyampaikan keluhan kepada pegiat antinarkoba tersebut.

Kiprah GMDM dalam menangkal narkoba tidak hanya bersumber dari pengalaman mendampingi masyarakat. Salah satu pengurus organisasi tersebut bahkan pernah menjadi pengguna narkoba.

Joko menceritakan, pengurus itu akhirnya tersadar setelah melihat sejumlah teman sepermainannya meninggal akibat kecelakaan maupun perkelahian ketika berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang.

Ketakutan dan keinginan kuat untuk berubah menjadi titik balik dalam kehidupannya. Dia kemudian mengganti nomor telepon, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menjalani kehidupan normal bersama keluarganya.

Kisah tersebut menjadi salah satu contoh bahwa pemulihan dari jerat narkoba tetap memungkinkan ketika pengguna memiliki kemauan untuk berubah serta mendapatkan dukungan yang tepat.

Baca Juga: Al Munawwir Travelindo Ungkap Minat Ibadah Umrah di Blitar Paling Tinggi Datang dari Kalangan Ini

Upaya pencegahan narkoba yang dilakukan GMDM juga menyentuh kalangan aparatur sipil negara (ASN). Joko menyebut dalam dua hingga tiga tahun terakhir tidak ada ASN yang datang langsung untuk berkonsultasi. Namun, pihak keluarga beberapa kali menyampaikan aduan.

Aduan tersebut antara lain berasal dari orang tua yang khawatir terhadap kondisi anaknya maupun seorang istri yang melaporkan perubahan perilaku suaminya yang berstatus ASN.

Menurut Joko, narkoba jenis sabu menjadi salah satu yang dikeluhkan. Pengguna terkadang menganggap sabu sebagai stimulan yang dapat membantu meningkatkan semangat bekerja. Padahal, anggapan tersebut justru dapat membawa risiko penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga: Suzuki Ignis 2026 Hadir dengan Desain Baru, Mesin Irit dan Kisaran Harga

Tekanan pekerjaan, target, dan jam lembur disebut menjadi salah satu kondisi yang dapat mendorong seseorang mencari cara keliru untuk menjaga stamina.

GMDM Kota Blitar saat ini memiliki 13 pengurus. Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan pemerintah daerah, mereka terus melakukan edukasi pencegahan narkoba melalui berbagai lingkungan.

Sosialisasi dilakukan mulai tingkat RT/RW, sekolah, hingga pesantren. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkotika sekaligus mendorong lingkungan agar ikut melakukan pencegahan.

Di sisi lain, Joko juga menyoroti persoalan penegakan hukum terhadap kasus narkotika. Dia menilai kejahatan narkoba memiliki dampak serius terhadap masa depan masyarakat.

Joko turut menanggapi kasus oknum pegawai PPPK di Blitar yang tersandung perkara sabu. Dia meminta penanganan dilakukan secara proporsional. Menurut dia, pengguna murni perlu mendapatkan rehabilitasi, sedangkan pengedar atau pelaku yang telah lama bermain dalam jaringan narkoba harus mendapatkan sanksi tegas.

Bagi Joko, pencegahan narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat maupun organisasi antinarkoba. Keluarga, lingkungan pendidikan, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun minuman keras. (mg1/c1/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
Pencegahan Narkoba joko nurbatin gmdm kota blitar anak jalanan narkoba