BLITAR KAWENTAR – Identitas korban insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8 akhirnya terungkap setelah tim penyelam SAR gabungan menemukan jenazah Susanto di dalam bangkai kapal.
Dompet yang masih tersimpan di saku celana menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi korban.
Jenazah Susanto, warga Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, berhasil dievakuasi pada Senin (28/9) siang.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Pesisir Selatan Blitar, Nelayan Diminta Waspada
Korban ditemukan bersama sejumlah jenazah lain yang sebelumnya terjebak di dalam bangkai KM Virgo Transport 8.
Kepala Desa Krisik, Hari Budi Setiawan, mengatakan Susanto merupakan salah satu dari lima jenazah yang berhasil dievakuasi tim penyelam pada hari tersebut. Kondisi jenazah saat ditemukan masih memungkinkan proses identifikasi dilakukan dengan cepat.
Dompet milik Susanto diketahui masih berada di saku celananya. Di dalam dompet tersebut terdapat sejumlah dokumen penting, di antaranya KTP dan SIM.
Baca Juga: Beberapa Siswa Sekolah Rakyat Kota Blitar Pilih Mundur, Mayoritas Anak SD Tak Kerasan di Asrama
Keberadaan dokumen tersebut membantu petugas memastikan identitas korban. Proses identifikasi pun dapat dilakukan lebih cepat setelah jenazah ditemukan.
“Jenazah almarhum ditemukan oleh tim penyelam pada Senin siang. Dompet almarhum masih tersimpan utuh di saku celana, di dalamnya ada KTP, SIM, dan dokumen lain. Makanya proses identifikasinya sangat cepat,” ujar Hari Budi Setiawan, yang akrab disapa Wawan, Selasa (29/9).
Susanto kemudian dibawa menuju rumah keluarga di Desa Krisik. Kedatangan jenazah disambut suasana duka oleh keluarga dan warga sekitar.
Baca Juga: Dies Natalis SMKN 1 Kademangan ke-23, Hadirkan Edu Wisata Agro Tekno Park hingga Entrepreneur School
Rumah duka Susanto dipenuhi suasana berkabung. Terop serta bendera hitam putih terpasang di depan rumah sebagai tanda duka atas kepergian korban.
Istri dan anak perempuan Susanto turut mengiringi proses pemakaman. Kesedihan keluarga semakin terasa ketika putri korban yang masih berusia 11 tahun sempat tidak sadarkan diri saat berada di pemakaman ayahnya.
Bagi warga sekitar, Susanto dikenal sebagai sosok pendiam dan pekerja keras. Sehari-hari, dia bekerja sebagai sopir ekspedisi.
Baca Juga: Al Munawwir Travelindo Ungkap Minat Ibadah Umrah di Blitar Paling Tinggi Datang dari Kalangan Ini
Pekerjaan tersebut membuatnya cukup sering melakukan perjalanan ke luar daerah sehingga tidak selalu memiliki banyak waktu untuk berinteraksi dengan warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Susanto meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia 11 tahun.
Dari Desa Krisik, Susanto menjadi satu-satunya korban jiwa yang tercatat sebagai warga desa tersebut.
Baca Juga: Peneduh Pasar Hewan Dimoro Blitar Belum Terwujud, Disperindag Terkendala Kewenangan
Sementara itu, korban lain bernama Reyner Fausta Yosilitan merupakan adik tiri Susanto yang secara administratif tercatat sebagai warga Pagersari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Pihak keluarga menerima kabar mengenai ditemukannya jenazah Susanto pada Senin (28/9). Menurut Wawan, informasi resmi dari Dinas Sosial dan BPBD diterima pihak desa setelah waktu Isya.
Namun, keluarga disebut telah memperoleh kabar lebih awal sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka kemudian langsung mempersiapkan penyambutan jenazah di rumah duka.
Baca Juga: Dana Hibah KONI Kota Blitar Rp2,8 Miliar Segera Diproses Usai Pengurus Dilantik
Setelah tiba di rumah keluarga dan disemayamkan untuk sementara waktu, jenazah Susanto langsung dibawa menuju lokasi pemakaman.
Atas permintaan dan kesepakatan keluarga, korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Tulungrejo.
Pemilihan lokasi tersebut memiliki alasan tersendiri. Di TPU Desa Tulungrejo telah dimakamkan orang tua serta adik Susanto yang lebih dahulu meninggal dunia.
Baca Juga: Terungkap Kisah Pelita Indah, Si Kulkas Biru Kebanggaan Warga Trenggalek
Dengan demikian, Susanto kini dimakamkan berdampingan dengan anggota keluarganya. Pihak keluarga, termasuk istri dan anak korban, disebut telah mengikhlaskan kepergian Susanto.
Peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8 meninggalkan duka bagi keluarga korban.
Proses evakuasi dan identifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan sesuai permintaan pihak keluarga. (jar/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari