BLITAR KAWENTAR - Di tengah maraknya kafe modern dan kuliner kekinian, makanan sederhana masih memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya Warung Nasi Bantingan Pak Is di Jalan Ir Soekarno, Kota Blitar. Warung tersebut tetap ramai dan bahkan menjadi salah satu pilihan anak-anak muda.
Warung Nasi Bantingan Pak Is telah berdiri sejak 2011. Berbeda dengan tempat makan modern yang menawarkan beragam konsep, warung milik Iskak tersebut justru mengandalkan menu sederhana berupa nasi bantingan dengan berbagai pilihan lauk. Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau, yakni Rp7 ribu per bungkus.
Harga bersahabat menjadi salah satu alasan nasi bantingan tetap diminati. Bagi pelanggan yang ingin makan secara praktis tanpa mengeluarkan banyak uang, menu tersebut dapat menjadi pilihan. Setiap hari, Iskak bahkan mampu memproduksi hingga 150 bungkus nasi bantingan sesuai dengan rata-rata permintaan pelanggan.
Baca Juga: Kaledo Palu, Kuliner Legendaris dengan Sumsum yang Jadi Buruan
Nasi Bantingan Jadi Ciri Khas
Nasi bantingan menjadi identitas utama Warung Pak Is. Nasi dan lauk pauk dibungkus menggunakan kertas minyak hingga membentuk kerucut. Cara penyajian yang sederhana tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Menurut Iskak, saat ini cukup banyak anak muda yang datang ke warungnya. Mereka tidak hanya mencari makanan dengan harga murah, tetapi juga tertarik dengan konsep penyajian yang berbeda dari tempat makan pada umumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tren kuliner kekinian tidak sepenuhnya menggeser keberadaan warung makan sederhana. Justru, makanan dengan konsep yang khas dan berbeda dapat tetap menarik perhatian, termasuk dari kalangan anak muda.
Baca Juga: Es Mini Blitar, Kuliner Rumahan dengan Nasi Campur Rendang Rp20 Ribu
Lokasi Strategis Dekat Makam Bung Karno
Warung Nasi Bantingan Pak Is buka mulai pukul 15.30 hingga 22.00 WIB. Lokasinya berada di pinggir Jalan Ir Soekarno dan cukup dekat dengan kawasan Makam Bung Karno (MBK).
Lokasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Iskak ketika memilih tempat usaha. Selain mudah dijangkau dari berbagai wilayah Kota Blitar, kawasan tersebut juga menjadi salah satu jalur yang dilalui wisatawan yang berkunjung ke Makam Bung Karno.
Iskak menyebut wisatawan yang datang ke kawasan MBK biasanya membutuhkan makanan yang praktis dan tidak merepotkan. Karena itu, nasi bantingan dinilai sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang menginginkan santapan sederhana.
Baca Juga: Gatot Gunungkidul, Kuliner Hitam dari Singkong yang Bikin Penasaran
Harga Murah Jadi Daya Tarik
Selain penyajiannya yang khas, harga dan porsi juga menjadi bagian dari daya tarik Warung Nasi Bantingan Pak Is. Dengan harga Rp7 ribu per bungkus, pelanggan dapat menikmati makanan yang dinilai cukup mengenyangkan.
Bagi sebagian pelanggan, pilihan tersebut menjadi alternatif ketika ingin makan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Harga yang relatif terjangkau juga membuat warung tetap memiliki pelanggan di tengah banyaknya pilihan kuliner modern.
Bertahan selama lebih dari satu dekade, Warung Nasi Bantingan Pak Is menunjukkan bahwa makanan sederhana masih memiliki ruang di tengah perkembangan tren kuliner. Harga bersahabat, porsi yang cukup, serta cara penyajian yang khas menjadi kekuatan yang membuat warung tersebut tetap bertahan. (*/c1/ady)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan