200 Kios Pasar Legi Dibongkar, Lantai II Disulap Jadi Hall untuk Gaet Gen Z

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 09:36 WIB
BAKAL DIROMBAK: Ratusan kios lantai II Pasar Legi tahun ini bakal dirobohkan, diubah jadi area hall.
BAKAL DIROMBAK: Ratusan kios lantai II Pasar Legi tahun ini bakal dirobohkan, diubah jadi area hall.

BLITAR KAWENTAR - Pasar Legi kembali berbenah. Pemerintah Kota Blitar membongkar sekitar 200 kios di area tengah lantai II Pasar Legi yang selama lebih dari satu tahun tidak dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan. Ratusan kios tersebut nantinya diubah menjadi hall terbuka multifungsi untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas kreatif generasi muda atau Gen Z.

Pembongkaran Pasar Legi ini menjadi perhatian karena kios-kios yang diruntuhkan merupakan bagian dari bangunan yang dibangun kembali setelah kebakaran pada 2021. Proyek pembangunan kembali tersebut sebelumnya memiliki nilai kontrak sekitar Rp 7,4 miliar.

Kini, area yang sebelumnya dipenuhi sekat kios akan memiliki konsep berbeda. Pemkot Blitar menyiapkan ruang yang lebih terbuka agar Pasar Legi kembali ramai dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Baca Juga: Paylater Makin Mudah, Jangan Lupa Hitung Kemampuan Finansial Sebelum Terlena Cicilan Ringan

Pada Rabu (30/9), Komisi II DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke lokasi pembongkaran. Sidak dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pengerjaan perombakan area lantai II.

Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo mengatakan, progres pekerjaan fisik saat ini telah mencapai sekitar 40 persen. Menurutnya, pembongkaran tidak hanya menyasar sebagian kecil area, tetapi akan dilakukan hingga bagian yang telah ditentukan untuk menjadi hall.

“Progresnya sudah 40 persen. Tadi kami tanyakan juga ke kios-kios sebelah, sampai ujung akan dibongkar. Intinya di sini akan dibangun seperti hall,” ujar Yohan setelah meninjau lokasi.

Baca Juga: Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Jagung, Langkah Polsek Wlingi Sokong Ketahanan Pangan Nasional

Yohan berharap pengerjaan dapat selesai sebelum batas akhir kontrak pada 14 Desember mendatang. Ia juga meminta pelaksana dan konsultan pengawas memastikan pembangunan berjalan sesuai standar operasional prosedur serta spesifikasi teknis.

Menurutnya, perubahan konsep lantai II diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di Pasar Legi. Ruang baru tersebut diharapkan dapat menjadi magnet bagi masyarakat dan generasi muda.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar Parminto menjelaskan alasan pembongkaran sekitar 200 kios tersebut.

Menurut dia, kios-kios bersekat di area tengah lantai II terbukti kurang efektif. Sebagian besar tidak digunakan untuk berdagang meskipun masih terdapat barang milik pedagang di dalamnya.

“Kios-kios ini sudah lama tidak ada yang menempati. Ada barang dan pemiliknya, tapi tidak pernah jualan, hampir setahun lebih. Karena sejak awal dibangun sepi dan pandangannya terbatas sekat-sekat, akhirnya kami ambil langkah untuk membongkar partisi ini agar menjadi ruang (space) yang luas,” terang Parminto.

Pembongkaran dilakukan pada sekitar 200 kios partisi yang berada di tiga baris atau saf area tengah lantai II. Sementara kios permanen yang berada di bagian pinggir dan menghadap jalan utama tetap dipertahankan.

Baca Juga: Paylater Mudahkan Transaksi, Orang Tua Diminta Waspadai Perilaku Konsumtif Anak

Untuk proses pembongkaran sekaligus penataan ulang menjadi hall, Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran revitalisasi dengan nilai kontrak Rp 624.389.619,64.

Setelah pembongkaran selesai, area tersebut tidak lagi menggunakan konsep kios-kios kecil yang dipisahkan sekat. Pemerintah daerah menyiapkan hall terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas.

Rencananya, hall tersebut bisa dimanfaatkan untuk pertunjukan musik, kegiatan olahraga, aktivitas komunitas hingga pusat kuliner malam. Fasilitas wifi gratis juga disiapkan untuk mendukung penggunaan ruang tersebut.

Baca Juga: Warung Nasi Bantingan Pak Is di Tengah Maraknya Kafe Modern, Menu Sederhana Rp7 Ribu Tetap Diburu

Parminto mengatakan, pemerintah saat ini ingin membuka ruang terlebih dahulu dan melihat kegiatan yang paling diminati masyarakat. Dengan konsep itu, lantai II Pasar Legi diharapkan memiliki fungsi baru yang lebih fleksibel.

Perubahan ini juga diarahkan untuk membantu menghidupkan kembali aktivitas pedagang pakaian dan barang kelontong yang masih bertahan di sekitar area tersebut.

Terkait pertanyaan mengenai penggunaan anggaran, terutama karena bangunan tersebut baru dibangun kembali pada 2021, Parminto menyebut keputusan revitalisasi dilakukan berdasarkan kajian.

Kajian tersebut dilakukan pada 2025 dengan melibatkan pedagang dan masyarakat umum. Salah satu persoalan yang dicari adalah penyebab Pasar Legi sepi meskipun bangunan telah diperbarui.

Hasil kajian merekomendasikan perubahan fungsi area tengah lantai II menjadi hall. Parminto menyebut penataan secara menyeluruh sebenarnya membutuhkan anggaran hingga miliaran rupiah.

Namun, Pemkot Blitar memilih melakukan revitalisasi secara bertahap. Tahap pertama difokuskan pada pembukaan ruang hall agar dapat segera dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan dan menarik masyarakat kembali datang ke Pasar Legi.  (mg1/c1/ady)

Editor : Azahra Meilisani Salma
kios pasar legi revitalisasi pasar legi hall pasar legi blitar pasar legi