BLITAR KAWENTAR - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar menyiapkan vaksin rabies gratis untuk hewan peliharaan milik masyarakat. Sebanyak 100 dosis vaksin disediakan dalam agenda pelayanan kesehatan hewan yang digelar Sabtu (3/10).
Program vaksin rabies gratis tersebut menjadi langkah pencegahan dini untuk mempertahankan Kabupaten Blitar sebagai wilayah yang hingga kini tercatat nihil kasus rabies. Sasaran utama vaksinasi adalah hewan penular rabies (HPR), terutama kucing dan anjing milik masyarakat.
Disnakkan Kabupaten Blitar menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur VIII dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan terpadu tersebut. Selain vaksinasi, warga juga bisa mendapatkan sejumlah layanan pemeriksaan kesehatan hewan secara cuma-cuma.
Baca Juga: Ibu-Anak Sempat Terjebak Kobaran Api, Kebakaran Rumah di Blitar Diduga akibat Korsleting Listrik
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Disnakkan Kabupaten Blitar, Lusia Adityaningtyas, mengatakan kuota awal yang disiapkan untuk kegiatan tersebut mencapai 100 dosis.
Menurut Lusia, vaksinasi ditujukan kepada hewan penular rabies milik masyarakat. Kucing dan anjing menjadi sasaran utama karena termasuk hewan yang perlu mendapatkan perlindungan melalui vaksinasi secara berkala.
“Kegiatan vaksinasi rabies gratis yang bakal digelar pada Sabtu (3/10) mendatang. Sasaran utamanya adalah hewan penular rabies (HPR) milik masyarakat, khususnya kucing dan anjing,” ujarnya.
Baca Juga: 200 Kios Pasar Legi Dibongkar, Lantai II Disulap Jadi Hall untuk Gaet Gen Z
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan. Vaksinasi menjadi salah satu langkah pencegahan yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi Kabupaten Blitar yang saat ini masih nihil kasus rabies.
Pelayanan gratis yang disiapkan Disnakkan tidak hanya berupa penyuntikan vaksin rabies. Pemilik hewan juga dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan kondisi fisik hewan secara berkala. Selain itu, tersedia pula tindakan pengobatan, penyuntikan obat kutu, hingga pemberian vitamin.
Layanan tersebut diberikan untuk memastikan hewan peliharaan warga berada dalam kondisi sehat dan terbebas dari serangan parasit. Pemberian vitamin juga ditujukan untuk membantu menjaga sistem imun serta daya tahan tubuh hewan.
Dengan adanya layanan terpadu tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan perlindungan terhadap rabies, tetapi juga dapat mengetahui kondisi kesehatan hewan peliharaan mereka.
Baca Juga: Paylater Makin Mudah, Jangan Lupa Hitung Kemampuan Finansial Sebelum Terlena Cicilan Ringan
Lusia menyampaikan, berdasarkan rekapitulasi data Disnakkan Kabupaten Blitar, hingga saat ini belum ditemukan kasus rabies di wilayah tersebut.
“Hingga saat ini rekapitulasi data Disnakkan mencatatkan Kabupaten Blitar dalam kondisi nihil atau zero case rabies,” ungkapnya.
Meski belum terdapat laporan penularan rabies, upaya pencegahan tetap dilakukan. Sebab, rabies merupakan penyakit menular pada hewan yang dapat berdampak serius apabila terjadi penularan kepada manusia.
Baca Juga: Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Jagung, Langkah Polsek Wlingi Sokong Ketahanan Pangan Nasional
Karena itu, Disnakkan menilai langkah antisipasi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui vaksinasi terhadap hewan penular rabies yang dipelihara masyarakat.
Disnakkan Kabupaten Blitar mengimbau pemilik hewan peliharaan agar memanfaatkan program vaksin rabies gratis tersebut. Selain melindungi hewan, vaksinasi diharapkan turut menjaga keamanan keluarga dan lingkungan tempat tinggal.
Lusia menegaskan, status nihil kasus rabies yang dimiliki Kabupaten Blitar perlu dipertahankan melalui tindakan pencegahan bersama.
“Hingga hari ini Kabupaten Blitar dilaporkan nihil kasus rabies. Namun, karena rabies merupakan penyakit menular yang berbahaya bagi manusia, tindakan antisipasi lewat vaksinasi berkala ini wajib kita lakukan bersama untuk mempertahankan status aman tersebut,” pungkasnya.
Program vaksinasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan pelayanan kesehatan hewan. Dengan vaksinasi dan pemeriksaan secara berkala, kondisi hewan peliharaan di lingkungan masyarakat diharapkan tetap terpantau dan sehat. (jar/c1/ady)
Editor : Azahra Meilisani Salma