BLITAR KAWENTAR — Kebiasaan sejumlah pelajar SMP mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah masih menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keselamatan pelajar saat beraktivitas di jalan raya.
Kabid Keselamatan Dishub Kabupaten Blitar Widhianto mengatakan, pelajar yang masih di bawah umur belum diperbolehkan berkendara sendiri. Namun, di lapangan masih ditemukan pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah dengan berbagai alasan.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, pelajar jenjang SMP masih membutuhkan pendampingan saat beraktivitas di jalan raya. Upaya pencegahan juga dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas sejak dini.
Baca Juga: TPP ASN Dipotong 15 Persen, Pemkot Blitar Alokasikan Rp 4 Miliar untuk Penuhi Kebutuhan UHC
“Keselamatan pelajar di jalan menjadi perhatian kami. Karena masih ada pelajar yang di bawah umur mengendarai sepeda motor ke sekolah,” ujarnya.
Dishub Kabupaten Blitar berupaya mencegah pelajar mengendarai sepeda motor sendiri melalui sejumlah langkah. Salah satunya dengan memaksimalkan layanan angkutan pelajar yang tersedia.
Angkutan pelajar diharapkan menjadi alternatif transportasi sehingga siswa tidak perlu membawa kendaraan bermotor sendiri ke sekolah. Dengan menggunakan layanan tersebut, pelajar dapat berangkat dan pulang sekolah dengan pendampingan transportasi yang disediakan.
Baca Juga: Wanti-wanti Kontraktor Harus Sesuai Spesifikasi, Proyek Kantor Kejari Kabupaten Blitar Mulai Pasang
Namun, Widhianto mengakui jangkauan layanan angkutan pelajar saat ini belum mampu mencakup seluruh pelajar di berbagai wilayah Kabupaten Blitar.
Karena itu, peningkatan fasilitas dan layanan angkutan pelajar terus diupayakan secara bertahap. Pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan transportasi yang lebih aman bagi pelajar, terutama mereka yang masih duduk di bangku SMP.
Selain menyediakan alternatif transportasi, Dishub Kabupaten Blitar juga mengedepankan edukasi kepada pelajar. Sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas rutin dilakukan ke sejumlah sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keselamatan saat berada di jalan raya. Mereka juga diimbau tidak mengendarai kendaraan sendiri sebelum memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dishub menyarankan pelajar untuk diantar orang tua ketika berangkat sekolah. Alternatif lainnya adalah memanfaatkan layanan angkutan pelajar yang tersedia di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Vaksin Rabies Gratis di Blitar Disiapkan, 100 Dosis untuk Kucing dan Anjing Warga
Langkah tersebut dinilai lebih aman dibandingkan membiarkan pelajar membawa sepeda motor sendiri di jalan raya.
“Dalam pencegahan tentu kami tidak bisa bergerak sendiri. Kami juga berkolaborasi dengan kepolisian, baik dalam pencegahan maupun penindakan ketika ditemukan pelanggaran,” jelas Widhianto.
Pencegahan keselamatan pelajar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan kepolisian. Peran keluarga, khususnya orang tua, juga dinilai penting dalam mengawasi kebiasaan anak saat bepergian.
Baca Juga: Ibu-Anak Sempat Terjebak Kobaran Api, Kebakaran Rumah di Blitar Diduga akibat Korsleting Listrik
Dishub meminta orang tua memberikan pemahaman kepada anak agar tidak mengendarai sepeda motor sebelum waktunya. Pengawasan dari lingkungan keluarga diperlukan untuk membangun kesadaran keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Menurut Widhianto, pencegahan kecelakaan tidak cukup dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Edukasi dan pengawasan sejak awal menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku aman di jalan raya.
Karena itu, orang tua diharapkan tidak memberikan keleluasaan kepada anak yang masih duduk di bangku SMP untuk membawa sepeda motor sendiri ke sekolah.
Sebagai alternatif, orang tua dapat mengantar anak secara langsung atau memanfaatkan angkutan pelajar yang tersedia. Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko pelajar terlibat kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya keselamatan di jalan. (sub)
Editor : Azahra Meilisani Salma