BLITAR KAWENTAR - Dua warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Binangun, harus dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingipada Rabu (30/9). Usai mengalami luka bakar karena terperosok di limbah pabrik gula diduga milik Pabrik Gula (PG) Rejoso Manis Indo (RMI) yang ada di dekat rumahnya.
Kedua warga bernama Maryani, 58, dan Gianto, 42, yang hingga kini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Bahkan, salah satunya hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Syaifuk Anwar, Malang.
Hamparan limbah padat yang biasa disebut blothong dan diduga berasal dari Pabrik Gula (PG) PT Rejoso Manis Indo (RMI) tersebut diduga masih menyimpan suhu tinggi saat diinjak.
Baca Juga: Pemuda Blitar Bawa Batik ke Panggung Nasional lewat Kontes Putra Putri Batik Nusantara 2026
Akibat insiden ini, kedua korban mengalami luka bakar serius."Awalnya yang Pak Gianto menuju ladang sawag tebu miliknyauntuk dibakar usai panen pada Rabu lalu. Namun harus melewati lahan tebu yang ditumpuki limbah dari PG PT RMI," ujar adik dari Maryani, Agus Adityawati.
Dia melanjutkan, Gianto tidak mengetahui bahwa limbah tebu yang diinjaknya masih panas. Sontak berteriak kesakitan hingga terdengar oleh warga lainnya. Mariyani datang untuk menolong, tetapi justru ikut terperosok ke limbah panas tersebut. Lalu, keduanya mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.
Padahaldua hari sebelumnya ada perempuan melewatu abu itudan kakinya melepuh. Namun, kondisinya tidak separah yang dialami Gianto. Sebab, limbah itu permukaannya dingin, tetapi didalamnya ternyata masih panas.
Adityawati menyebut limbah tebu itu sering dibuang oleh PG RMI di lahan sesuai permintaan warga sehingga sudah seizin warga, karena biasanya limbah tebu ini ditimbuni tanah untuk menghilangkan panas di dalamnya. Namun, saat itu masih dalam bentuk abukarena buat jalan truk untuk naik ke jalan raya.
“Sekarang, kondisi kakak saya, lukanya mulai dari perut sampai ke bawah. Sampai ke kaki. Sedangkan Pak Giyanto di kaki sebelah kanan. Ini rencananya kaka saya di rujuk ke RSSA Malang untuk perawatan intensif,” katanya.
Staf Humas RSUD Ngudi Waluyo, Sofi, menjelaskan bahwa Mariyani dan Giyanto masuk ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan kondisi luka melepuh pada Rabu pagi.Luka bakar yang dialami Giyanto tercatat sekitar 20 persen, sedangkan Mariyani mengalami luka yang lebih parah.
Baca Juga: 5 Jenis Anggrek Paling Populer di Indonesia, Ada yang Harganya Tembus Rp100 Juta
Pada Rabu siang, kedua korban telah menjalani operasi debridement untuk mengangkat jaringan kulit yang mati dan rusak agar luka bisa bersih serta cepat sembuh.
“Saat ini kondisi kedua pasien stabil dan sudah membaik. Sudah mendapat penanganan yang sesuai,” ungkap Sofi.
Baca Juga: Suzuki Vanguard 160 Bawa Gaya Adventure, Suspensi Tabung dan Mesin 160 cc Disorot
Awak media telah berupaya menghubungi pihak PT RMI melalui pesan WhatsApp untuk meminta konfirmasi, tetapi belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.(jar/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah