Ratusan Warga Serbu Telaga Blumbang Gede Blitar di Festival Gogoh Iwak

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 21:30 WIB
MOCH SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR
SUDAH TRADISI: Masyarakat berburu ikan dengan jaring di Telaga Blumbang Gede yang sudah surut, kemarin (4/10).
MOCH SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR
SUDAH TRADISI: Masyarakat berburu ikan dengan jaring di Telaga Blumbang Gede yang sudah surut, kemarin (4/10).  

BLITAR KAWENTAR – Ratusan warga tumplek bleg di Telaga Blumbang Gede, Desa Soso, Kecamatan Gandusari, Minggu (4/10). Mereka rela berbasah-basahan dengan menceburkan diri ke telaga demi berburu ikan dalam gelaran Festival Gogoh Iwak.

Sejak pagi sekitar pukul 07.00, warga dari berbagai wilayah di Blitar berdatangan ke kawasan telaga. Begitu agenda dimulai, mereka langsung turun ke area telaga yang telah surut untuk mencari ikan sebanyak-banyaknya.

Berbekal jaring, warga tampak antusias menyusuri kubangan air yang masih tersisa. Jaring digunakan untuk menyauk ikan yang bersembunyi di antara lumpur dan genangan air. Sebagian warga beruntung langsung mendapatkan ikan.

Baca Juga: Jangan Salah Posisi! Daun Anggrek Bulan ke Atas atau Bawah Ternyata Tergantung Tempat

Namun tidak sedikit pula yang harus berpindah-pindah lokasi karena belum mendapatkan hasil.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga. Mereka tetap sibuk mencari ikan dengan harapan bisa membawa hasil buruan pulang.

Salah seorang warga, Ari, warga Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, mengaku sengaja datang ke Telaga Blumbang Gede bersama teman-temannya. Dia mengetahui adanya Festival Gogoh Iwak dari informasi tetangganya.

Baca Juga: Dua Warga Desa Binangun di Blitar Terperosok Limbah Tebu, Diduga Bekas PG RMI, Begini Kronologinya

”Mendengar kabar tersebut, saya langsung berangkat menuju Gandusari dengan membawa peralatan berupa jaring. Sebelumnya, saat flushing Bendungan Jegu di Sungai Brantas waktu itu saya juga ikut cari ikan. Saat itu saya dapat banyak ikan, sementara di sini sulit,” katanya.

Tak sedikit warga yang berhasil mendapat ikan dengan beragam jenis dan ukuran. Mulai dari ikan mujaer, nila, gurame, patin, hingga koi. Masyarakat antusias untuk bisa mendapatkan ikan. 

Festival Gogoh Iwak sendiri digelar setelah proses pengurasan atau flushing Telaga Blumbang Gede. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan ekosistem telaga, terutama untuk membersihkan lumpur dan sedimentasi, menjaga kualitas air, sekaligus melancarkan aliran air.

Baca Juga: Pemuda Blitar Bawa Batik ke Panggung Nasional lewat Kontes Putra Putri Batik Nusantara 2026

Proses pengurasan telaga telah berlangsung sejak 20 September hingga 3 Oktober. Setelah telaga dikuras dan kondisinya dinyatakan aman, masyarakat diperbolehkan mengikuti tradisi menangkap ikan secara langsung.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar Eko Susanto mengatakan, pengurasan telaga merupakan kegiatan rutin untuk menjaga kualitas air sekaligus melakukan normalisasi. Namun, tradisi Gogoh Iwak diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan setelah pengurasan telaga.

Pemkab Blitar berencana menjadikan Gogoh Iwak sebagai salah satu agenda event daerah. ”Tradisi tersebut bakal dikemas lebih menarik dengan tambahan berbagai kegiatan hiburan dan ekonomi kreatif, termasuk bazar UMKM,” ujarnya.

Baca Juga: 15 Jenis Anggrek Paling Unik di Dunia, Ada yang Mirip Wajah dan Beraroma Vanila

Pengembangan itu sekaligus menjadi bagian dari rencana besar menjadikan Telaga Blumbang Gede sebagai salah satu destinasi wisata daerah. Konsep yang disiapkan tidak sekadar mengandalkan panorama telaga, tetapi juga menghadirkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Salah satu gagasan yang tengah dipertimbangkan adalah konsep wisata pasar apung.

”Nantinya, para pelaku UMKM dapat memasarkan produk mereka di kawasan telaga sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati suasana, tetapi juga membeli berbagai produk lokal,” terangnya.(sub/c1)

Editor : M. Subchan Abdullah
gogoh iwak pengurasan blitar Telaga Blumbang Gede tradisi