Guru Hobi Menyanyi, Dwi Sumarsih Temukan Cara Lepas Penat dari Rutinitas Mengajar

Agus Muhaimin • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 10:08 WIB
Dwi Sumarsih, guru asal Pakunden, Kota Blitar, menyalurkan hobi menyanyi sebagai cara melepas penat sekaligus berbagi kebahagiaan lewat panggung.
Dwi Sumarsih, guru asal Pakunden, Kota Blitar, menyalurkan hobi menyanyi sebagai cara melepas penat sekaligus berbagi kebahagiaan lewat panggung.

BLITAR KAWENTAR - Menjadi seorang guru tidak membuat Dwi Sumarsih meninggalkan kegemarannya di dunia tarik suara. Di tengah kesibukan mengajar, warga Pakunden, Kota Blitar, tersebut justru menemukan cara sederhana untuk melepas penat. Yakni dengan bernyanyi di atas panggung.

Guru hobi menyanyi itu awalnya tidak pernah membayangkan akan rutin tampil di hadapan banyak orang. Kegemarannya bermula dari sebuah tantangan yang diberikan sang suami. Tantangan tersebut kemudian menjadi pengalaman yang membuka keberanian Dwi untuk lebih menikmati dunia panggung.

Kini, bernyanyi bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang bagi Dwi. Aktivitas tersebut menjadi sarana hiburan sekaligus cara berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Setiap kali mendapat kesempatan tampil, dia berusaha menikmatinya tanpa terbebani tuntutan menjadi penyanyi profesional.

Baca Juga: Jasa Pelatih Anjing di Blitar Berawal dari Hobi, Kini Beromzet Jutaan Rupiah

Berawal dari Tantangan Sang Suami

Sehari-hari, Dwi mengajar di salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Tulungagung. Rutinitas sebagai guru tentu cukup menyita tenaga dan pikiran. Selain mengajar di kelas, masih ada persiapan pembelajaran serta berbagai tanggung jawab lain yang harus diselesaikan.

Di tengah aktivitas tersebut, dunia tarik suara menjadi ruang tersendiri bagi Dwi. Menariknya, ketertarikannya untuk tampil di atas panggung justru bermula dari tantangan sang suami yang diketahui merupakan salah satu kepala sekolah di Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Bermula dari Hobi Bermain Slime, Bocah SD Ini Raup Omzet hingga Rp25 Juta

Salah satu pengalaman yang paling diingat terjadi ketika sang suami menantang Dwi untuk bernyanyi dalam ajang Blitar Tempoe Doeloe. Kala itu, Dwi harus tampil di hadapan banyak orang.

Sebagai pengalaman pertama, rasa gugup tentu muncul. Namun, tantangan tersebut berhasil dilewati. Dwi mampu membawakan lagu dengan cukup baik meski belum mempunyai teknik dan pengalaman seperti penyanyi profesional.

Respons positif dari penonton membuat pengalaman tersebut menjadi pintu pembuka. Rasa canggung perlahan berubah menjadi keberanian. Kesempatan untuk bernyanyi pun tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan.

Bernyanyi Jadi Cara Melepas Penat

Seiring waktu, Dwi semakin menikmati suasana panggung. Bahkan, tampil satu panggung bersama suami bukan lagi hal yang membuatnya canggung. Keduanya justru bisa saling mendukung dan menikmati hobi yang sama.

“Awalnya memang hanya mencoba karena ditantang suami. Ternyata setelah dijalani, ada kesenangan tersendiri. Dari situ saya mulai berani dan semakin menikmati setiap kesempatan untuk bernyanyi,” ungkap Dwi.

Meski semakin percaya diri, Dwi tidak menjadikan bernyanyi sebagai ambisi untuk membangun karier baru. Dia tidak mengejar status sebagai penyanyi profesional. Baginya, bernyanyi merupakan cara untuk menyalurkan kegemaran sekaligus mencari suasana berbeda dari rutinitas sehari-hari.

Baca Juga: Hobi Naik Gunung Kepala SDI Ma’arif Plosokerep Blitar, Cara Saiful Munib Temukan Inspirasi

Panggung juga tidak hanya menjadi tempat untuk menunjukkan kemampuan vokal. Ada kepuasan tersendiri ketika lagu yang dibawakan mampu menghibur orang lain. Terlebih ketika penonton ikut menikmati penampilan tersebut.

“Kalau sedang banyak pekerjaan atau pikiran mulai menumpuk, bernyanyi bisa menjadi cara untuk melepas penat. Rasanya lebih ringan. Apalagi kalau orang yang mendengarkan ikut senang, kebahagiaan itu terasa berlipat,” tuturnya.

Tak Mengejar Profesional, Cukup Berbagi Kebahagiaan

Baca Juga: Bagos Tri Handono Buktikan Hobi Ngopi Bisa Jadi Peluang Usaha, Racikan Kopi Dipelajari Secara Otodidak

Kini, Dwi semakin percaya diri ketika berhadapan dengan mikrofon dan sorot lampu panggung. Dia menikmati setiap kesempatan bernyanyi tanpa harus memasang target atau tuntutan tertentu.

Bagi Dwi, hobi menyanyi memberikan ruang untuk sejenak keluar dari rutinitas. Pengalaman tersebut juga membuatnya memahami bahwa kebahagiaan dapat ditemukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dia membuktikan bahwa seseorang tidak harus menjadi penyanyi profesional untuk menikmati musik dan panggung. Keberanian mencoba sesuatu yang baru justru dapat membuka pengalaman menyenangkan.

Pada akhirnya, bagi Dwi, bernyanyi bukan hanya soal seberapa merdu suara yang didengar. Lebih dari itu, bernyanyi adalah tentang bagaimana sebuah lagu mampu menghadirkan senyum, baik untuk dirinya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

Editor : Regina Gavin Agata
Dwi Sumarsih guru hobi menyanyi hobi menyanyi blitar Blitar Tempoe Doeloe