Turnamen Tenis WWS Arena Diikuti 200 Peserta, Jadi Ajang Tambah Jam Terbang

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:00 WIB
ANIMO TINGGI: Para petenis bersaing dalam turnamen tenis yang digelar oleh WWS Arena, kemarin (2/10).
ANIMO TINGGI: Para petenis bersaing dalam turnamen tenis yang digelar oleh WWS Arena, kemarin (2/10).

BLITAR KAWENTAR – Olahraga tenis di Blitar terus menunjukkan geliat positif. Lapangan tenis disebut selalu ramai setiap hari, bahkan turnamen yang digelar WWS Arena pada 2–4 Oktober diikuti lebih dari 200 peserta dari Blitar Raya hingga eks-Karesidenan Kediri.

Turnamen tersebut digelar bersamaan dengan pembukaan kembali (re-opening) lapangan WWS Arena. Pengelola memanfaatkan bekas lapangan futsal untuk diubah menjadi lapangan tenis karena olahraga tersebut dinilai semakin populer di tengah masyarakat.

Pengelola WWS Arena Elsa Suyono mengatakan, tingginya animo peserta menunjukkan bahwa olahraga tenis memiliki potensi untuk terus berkembang di Kota Blitar. Peserta yang mengikuti turnamen juga berasal dari berbagai tingkat kemampuan, mulai dari amatir hingga pemain yang lebih berpengalaman.

Baca Juga: Pemkot Blitar Segera Isi Jabatan Kosong, Sekda Masih Tunggu Anggaran PAK

“Hari ini (kemarin, Red) sudah 200 lebih peserta yang ikut pertandingan. Peserta datang dari Blitar Raya dan eks-Karesidenan Kediri. Animo yang tinggi bisa menghidupkan olahraga tenis di Kota Blitar,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, sejumlah kategori dipertandingkan. Di antaranya Newbie Woman, Beginner Woman, Beginner Men, Upper Beginner Men, serta Intermediate Mix.

Keberadaan kategori tersebut membuat pemain dengan kemampuan berbeda dapat ikut berkompetisi. Bahkan, pemain amatir juga diberi kesempatan untuk ambil bagian sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding dan menambah jam terbang.

Baca Juga: APBD Kabupaten Blitar 2027 Capai Rp2,39 Triliun, Belanja Operasional Tembus Rp1,87 Triliun

Salah seorang peserta, April, mengatakan suasana pertandingan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan latihan rutin. Atmosfer kompetisi membuat peserta bisa merasakan pengalaman bertanding secara langsung.

“Orang-orang malah bisa merasakan ambience (suasana) jadi atlet. Ikut turnamen hingga akhirnya jadi candu,” ujarnya.

Menurut April, hadiah yang disediakan dalam turnamen juga menjadi salah satu pemicu peserta untuk berlatih lebih serius. Dalam kompetisi tersebut, juara pertama mendapatkan hadiah sebesar Rp4 juta.

Antusiasme peserta dinilai menjadi sinyal positif bagi perkembangan olahraga tenis di Blitar. Terlebih, Blitar selama ini disebut memiliki cukup banyak petenis dan menjadi salah satu basis komunitas tenis.

Meski demikian, frekuensi turnamen tenis di Blitar dinilai masih belum terlalu sering. Sejumlah kompetisi memang sempat digelar, tetapi jarak penyelenggaraannya masih cukup berjauhan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang diharapkan dapat diperbaiki ke depan. Dengan semakin banyaknya turnamen, para petenis memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertanding, menambah pengalaman, sekaligus meningkatkan kemampuan.

“Di Blitar memang jarang turnamen. Cuma Blitar itu salah satu tempat petenis banyak dan salah satu base turnamen,” pungkasnya. (jar/c1/sub)

Editor : Azahra Meilisani Salma
WWS Arena turnamen tenis tenis Blitar petenis Blitar olahraga tenis