Jelang Porprov Jatim 2027, Barongsai Kota Blitar Matangkan Atlet Junior Lewat Kompetisi

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:30 WIB
PERSIAPAN PORPROV: Barongsai Kota Blitar matangkan atlet junior lewat latihan dan kompetisi.
PERSIAPAN PORPROV: Barongsai Kota Blitar matangkan atlet junior lewat latihan dan kompetisi.

BLITAR KAWENTAR – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mulai dimatangkan cabang olahraga (cabor) barongsai Kota Blitar. Meski pelaksanaan ajang tersebut masih cukup lama, pembinaan dan pemetaan atlet potensial terus dilakukan melalui latihan rutin serta berbagai kejuaraan.

Pelatih Barongsai Kota Blitar Daniel mengatakan, latihan rutin tetap menjadi bagian utama dalam persiapan. Namun, atlet juga membutuhkan pengalaman bertanding untuk mengukur kemampuan sekaligus mengetahui kekurangan yang perlu diperbaiki.

Karena itu, sejumlah kejuaraan dimanfaatkan sebagai sarana mengasah kemampuan dan memetakan komposisi atlet yang diproyeksikan tampil pada Porprov 2027.

Baca Juga: Pemkot Blitar Segera Isi Jabatan Kosong, Sekda Masih Tunggu Anggaran PAK

Salah satu agenda terdekat adalah kompetisi terbuka Piala Wali Kota Kediri yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (3/9). Karena berstatus kompetisi terbuka, peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai daerah, termasuk sejumlah daerah di luar Jawa Timur.

“Karena berstatus kompetisi terbuka, peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai daerah, termasuk sejumlah daerah di luar Jawa Timur,” terangnya.

Dalam kejuaraan tersebut, terdapat beberapa nomor yang dipertandingkan. Di antaranya barongsai Talu Bebas, barongsai tiang, barongsai tradisional, Naga Talu Bebas, serta barongsai ketangkasan.

Baca Juga: APBD Kabupaten Blitar 2027 Capai Rp2,39 Triliun, Belanja Operasional Tembus Rp1,87 Triliun

Namun, tim barongsai Kota Blitar tidak mengikuti seluruh nomor pertandingan. Mereka memilih fokus turun pada satu nomor, yakni Naga Talu Bebas.

Daniel menjelaskan, keputusan tersebut dilakukan agar tim dapat lebih fokus mengukur kemampuan atlet yang diturunkan. Terlebih, mayoritas atlet yang dibawa merupakan pemain junior dan masih relatif baru mengikuti kompetisi.

“Yang kami utamakan sekarang adalah mengukur potensi atlet. Karena mayoritas yang turun masih junior dan masih baru mengikuti kejuaraan,” ujarnya.

Menurut Daniel, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet. Kemampuan teknis saja dinilai belum cukup karena atlet juga perlu memiliki mental yang kuat ketika menghadapi kompetisi dengan peserta dari berbagai daerah.

Melalui kejuaraan, atlet dapat merasakan langsung atmosfer pertandingan sekaligus belajar menghadapi tekanan kompetisi. Pengalaman tersebut nantinya diharapkan menjadi modal ketika mereka tampil dalam ajang yang lebih besar.

Baca Juga: TNI Dituntut Makin Profesional dan Kuat, Prajurit Blitar Terus Tingkatkan Kemampuan

Pembinaan tersebut juga dilakukan dengan berkaca pada hasil Porprov 2025. Saat itu, tim barongsai Kota Blitar mengikuti sejumlah nomor pertandingan. Namun, hasil yang diraih belum maksimal.

Karena itu, persiapan menuju Porprov 2027 dilakukan lebih terarah. Salah satunya dengan menyeleksi dan mematangkan atlet melalui kejuaraan secara bertahap.

Daniel menambahkan, pihaknya tidak memasang target muluk pada Piala Wali Kota Kediri. Pasalnya, atlet yang diturunkan masih didominasi pemain junior sehingga kejuaraan tersebut lebih diarahkan sebagai sarana menambah pengalaman.

“Yang penting atlet bisa bermain dengan bagus, mentalnya terasah, dan jam terbangnya bertambah. Kalau bisa mendapat juara tentu menjadi bonus dan kami syukuri,” pungkasnya. (sub/c1)

Editor : Azahra Meilisani Salma
Porprov Jatim 2027 barongsai kota blitar atlet junior piala wali kota kediri barongsai