Metode Belajar Anak ala Nuur Rahayu, Tak Sekadar Kejar Nilai tapi Kenali Potensi Diri

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 12:34 WIB
Nuur Rahayu menghadirkan metode pembelajaran yang beda.
Nuur Rahayu menghadirkan metode pembelajaran yang beda.

 
BLITAR KAWENTAR
– Metode belajar anak tidak selalu harus berorientasi pada nilai akademik. Praktisi psikologi edukasi sekaligus guru bimbingan belajar Nuur Rahayu memilih pendekatan berbeda dengan memberikan ruang kepada anak untuk belajar sekaligus berkembang sesuai karakter dan tahapan usianya.

Metode belajar anak tersebut diterapkan Nuur melalui Pondok Dheling, sebuah wadah belajar yang menggabungkan program akademik dan nonakademik berupa seni. Konsep pembelajaran dibuat lebih menyenangkan agar anak tidak merasa terus berada di bawah tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi.

Bagi Nuur, setiap anak memiliki karakter, kemampuan dan gaya belajar yang berbeda. Karena itu, metode belajar anak juga tidak dapat disamaratakan.

Baca Juga: Suasana Ceria Anak Desa Serang Belajar Bahasa Inggris Langsung ke 'Turis Mancanegara'

Belajar Akademik Dipadukan dengan Seni

Nuur menjelaskan, Pondok Dheling hadir dari keinginannya memberikan ruang belajar yang sesuai dengan perkembangan anak. Program yang ditawarkan tidak hanya berisi materi akademik, tetapi juga berbagai kegiatan seni.

Aktivitas seni yang diberikan cukup beragam. Mulai menggambar, melukis, mewarnai, menulis cerita hingga pantomim.

Menurut Nuur, kegiatan tersebut bukan sekadar pengisi waktu luang. Seni dapat menjadi sarana untuk menstimulasi imajinasi dan kreativitas anak. Aktivitas tersebut juga dapat membantu membangun karakter serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

Konsep itu sekaligus menjadi jawaban terhadap anggapan bahwa kegiatan seni tidak memiliki hubungan dengan pencapaian akademik.

Nuur bahkan membuka kegiatan bertema yang dapat diikuti masyarakat umum. Edukasi tidak hanya diberikan kepada anak yang mengikuti bimbingan belajar.

Anak Tidak Dipaksa Menguasai Materi

Dalam pembelajaran akademik, anak juga tidak terus-menerus dijejali materi. Terdapat jeda sekitar sepuluh menit yang dapat diisi dengan membaca buku atau permainan edukatif.

Baca Juga: Turnamen Tenis WWS Arena Diikuti 200 Peserta, Jadi Ajang Tambah Jam Terbang

Ketika seorang anak mengalami kesulitan memahami pelajaran, pengajar tidak langsung menuntutnya menguasai materi. Tentor terlebih dahulu berusaha mencari tahu letak kesulitan dan kemudian menentukan metode yang lebih sesuai.

Pendekatan tersebut pernah diterapkan kepada seorang siswa kelas III SD yang mengalami kesulitan menghafal perkalian dan pembagian.

Setelah dilakukan screening dan observasi, diketahui anak tersebut memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik. Anak membutuhkan alat peraga dan praktik langsung serta pengulangan agar lebih mudah mengingat materi.

Alih-alih meminta anak terus menghafal, Nuur memilih memperkuat pemahaman konsep. Alat peraga sederhana seperti dakon, origami dan kerikil digunakan untuk membantu proses menghitung.

Baca Juga: Jelang Porprov Jatim 2027, Barongsai Kota Blitar Matangkan Atlet Junior Lewat Kompetisi

Pendekatan tersebut secara perlahan membantu anak memahami konsep dan meningkatkan kepercayaan dirinya ketika menjawab soal matematika.

 Peran Orang Tua Tetap Penting

Pengalaman lain juga ditemukan ketika Nuur mendampingi anak yang mengalami kesulitan membaca meski sudah duduk di kelas I SD. Dengan metode yang sesuai, kemampuan membaca anak tersebut akhirnya berkembang.

Namun, Nuur menekankan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan. Konsistensi, kesabaran, kreativitas dan dukungan orang tua tetap dibutuhkan.

Menurutnya, keberhasilan proses belajar tidak hanya ditentukan oleh pengajar. Lingkungan rumah juga memiliki peran penting dalam perkembangan anak.

Karena itu, orang tua dilibatkan dalam proses pendampingan. Pondok Dheling memberikan laporan perkembangan belajar secara berkala dan membuka pertemuan dengan wali murid yang membutuhkan konsultasi.

Baca Juga: Pemkot Blitar Segera Isi Jabatan Kosong, Sekda Masih Tunggu Anggaran PAK

Orang tua diajak memahami kemampuan dan karakter anak, termasuk cara anak menerima materi serta pendekatan yang dapat dilakukan di rumah.

Belajar Bukan Hanya Tentang Angka

Bagi Nuur, keberhasilan anak tidak hanya diukur melalui nilai tinggi. Ada kebanggaan ketika anak mampu melewati kesulitan, memahami materi dan mencapai kemampuan tertentu.

Ke depan, ia berharap Pondok Dheling dapat berkembang menjadi ruang bagi anak untuk mengasah kemampuan akademik dan seni sesuai bakat masing-masing.

Sebab, proses belajar juga menjadi bagian dari perjalanan anak mengenali diri, membangun kepercayaan diri, mengasah kreativitas dan memahami emosi. (*/c1/ady)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
metode belajar anak nuur rahayu pondok dheling gaya belajar anak pendidikan anak