Warung Tewel Bu Martumi Blitar Bertahan 6 Dekade, Resep Lodeh Tewel Tetap Turun-Temurun

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 15:00 WIB
OKSANIA DIFA/RADAR BLITAR
PEDAS: Cita rasa tradisional yang terus dipertahankan oleh Warung Blendi Tewel Martumi sejak 1960.
OKSANIA DIFA/RADAR BLITAR
PEDAS: Cita rasa tradisional yang terus dipertahankan oleh Warung Blendi Tewel Martumi sejak 1960.

BLITAR KAWENTAR - Warung Tewel Bu Martumi menjadi salah satu kuliner tradisional yang mampu bertahan melewati perubahan zaman. Berlokasi di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, warung sederhana tersebut telah menyajikan masakan tradisional sejak 1960.

Warung Tewel Bu Martumi dikenal melalui menu andalannya, lodeh tewel. Sajian berbahan nangka muda tersebut mempertahankan cita rasa masakan rumahan dengan karakter khas yang membuat pelanggan terus berdatangan.

Selama lebih dari enam dekade, Warung Tewel Bu Martumi tetap menjaga resep keluarga dan cara pengolahan tradisional. Konsistensi inilah yang menjadi salah satu kekuatan warung di tengah semakin banyaknya kuliner kekinian.

Baca Juga: Warung Jendil Mbah Yamah Blitar, Kuliner Legendaris Iwak Kali Sejak 1970-an

 Resep Lodeh Tewel Tak Banyak Berubah

Lodeh tewel menjadi menu utama yang membuat warung tersebut dikenal masyarakat. Bahan dasar nangka muda diolah menjadi sajian dengan cita rasa khas masakan rumahan.

Warung Tewel Bu Martumi di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Warung Tewel Bu Martumi di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

 

Keistimewaan makanan tersebut tidak hanya berasal dari resep yang diwariskan keluarga. Bahan-bahan alami yang digunakan juga berasal dari lingkungan sekitar.

Kondisi itu membuat cita rasa lodeh tewel terasa autentik dan tetap lekat dengan karakter kuliner pedesaan Blitar.

Baca Juga: Kaledo Palu, Kuliner Legendaris dengan Sumsum yang Jadi Buruan

Hingga kini, resep dan proses memasak masih mempertahankan warisan keluarga sejak warung pertama kali berdiri. Tidak banyak perubahan dilakukan terhadap racikan maupun cara pengolahannya.

Konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan pelanggan lama tetap datang.

Bertahan Lintas Generasi

Keberadaan Warung Tewel Bu Martumi kini diteruskan oleh generasi kedua. Generasi ketiga juga mulai ikut terlibat dalam menjaga keberlangsungan usaha keluarga tersebut.

Ita menjadi salah satu generasi penerus yang turut mempertahankan keberadaan warung.

Bertahannya usaha selama puluhan tahun menunjukkan bagaimana makanan tradisional dapat tetap memiliki tempat di tengah perkembangan kuliner modern.

Baca Juga: Es Mini Blitar, Kuliner Rumahan dengan Nasi Campur Rendang Rp20 Ribu

Pelanggan Warung Tewel Bu Martumi tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar Nglegok. Sejumlah pembeli dari luar daerah juga sengaja datang untuk menikmati lodeh tewel yang menjadi menu khas.

Bagi pelanggan, daya tarik warung tersebut bukan sekadar makanan yang mengenyangkan. Seporsi lodeh tewel juga menghadirkan pengalaman menikmati masakan tradisional yang memiliki cerita panjang.

Harga Mulai Rp10 Ribu

Salah satu hal yang membuat kuliner ini menarik adalah harganya yang relatif terjangkau. Warung Tewel Bu Martumi buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB.

Baca Juga: Penerbitan NIB di Kabupaten Blitar Tembus 7.859, UMK Kuliner Jadi Penyumbang Terbesar

Harga makanan di warung tersebut berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp25 ribu per porsi.

Dengan harga tersebut, sajian tradisional bisa dinikmati berbagai kalangan. Mulai warga sekitar, pekerja hingga pembeli dari luar daerah dapat mencicipi lodeh tewel tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Keberadaan warung tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kuliner sederhana masih mampu bertahan ketika kualitas rasa dan resep keluarga tetap dijaga.

Cita Rasa yang Menyimpan Cerita

Lebih dari sekadar tempat makan, Warung Tewel Bu Martumi menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat setempat.

Usianya yang telah melampaui enam dekade membuat setiap sajian lodeh tewel membawa cerita tentang keberlangsungan resep keluarga dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi pelanggan, daya tariknya bukan sekadar makanan yang mengenyangkan. Seporsi lodeh tewel menghadirkan rasa masakan tradisional yang mungkin sulit ditemukan di tempat lain.
Bagi pelanggan, daya tariknya bukan sekadar makanan yang mengenyangkan. Seporsi lodeh tewel menghadirkan rasa masakan tradisional yang mungkin sulit ditemukan di tempat lain.

 

Bagi pencinta kuliner tradisional yang ingin menikmati makanan khas dengan nuansa masakan rumahan, Warung Tewel Bu Martumi menjadi salah satu pilihan menarik di wilayah Nglegok.

Kekuatan utamanya bukan pada kemasan modern, melainkan pada konsistensi rasa dan resep tradisional yang mampu bertahan selama lebih dari 60 tahun. (arm/sub)

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Warung Tewel Bu Martumi Kuliner Tradisional Lodeh Tewel kuliner blitar nglegok