BLITAR KAWENTAR – Potensi wisata pantai Blitar terus dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Pemkab Blitar menyiapkan strategi baru untuk mengembangkan destinasi wisata dengan menggandeng pihak swasta.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menawarkan sejumlah wisata pantai Blitar di wilayah Blitar Selatan kepada pihak ketiga atau investor. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan wisata tanpa sepenuhnya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar, Eko Susanto, mengatakan sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Selain wisata buatan, Kabupaten Blitar memiliki kekayaan wisata alam, mulai dari kawasan pegunungan hingga pantai.
Baca Juga: Pantai Terpopuler di Trenggalek, 7 Destinasi dengan Daya Tarik Berbeda
Pemkab Blitar Siapkan Kolaborasi dengan Investor
Eko menjelaskan, pengembangan destinasi wisata pantai tidak harus sepenuhnya mengandalkan kemampuan pemerintah daerah. Jika seluruh pengelolaan dilakukan secara mandiri, kebutuhan anggaran yang harus disiapkan melalui APBD dinilai cukup besar.
Karena itu, kerja sama dengan pihak swasta menjadi salah satu pilihan yang realistis. Pemkab Blitar berencana menawarkan sejumlah destinasi pantai selatan kepada pihak ketiga yang memiliki ketertarikan sekaligus kemampuan untuk mengembangkan kawasan tersebut.
Baca Juga: 7 Pantai Populer Trenggalek, Ada Air Terjun hingga Wisata Mangrove
“Pemkab dituntut kreatif dalam mengelola potensi wisata di daerah di tengah keterbatasan anggaran,” ujar Eko.
Menurut dia, kerja sama investasi nantinya tetap harus dilakukan sesuai koridor dan regulasi yang berlaku. Pemkab tidak ingin pengembangan destinasi wisata justru menimbulkan persoalan baru, terutama berkaitan dengan legalitas maupun pengelolaan kawasan.
Saat ini, sudah terdapat beberapa destinasi wisata pantai yang ditawarkan kepada pihak ketiga. Namun, proses tersebut masih menunggu kelengkapan dokumen serta perizinan terkait kawasan wisata.
“Kami masih mengurus rekomendasi perizinan ke Kementerian Kehutanan,” terangnya.
Tunggu Perizinan Sebelum Ditawarkan Lebih Lanjut
Apabila rekomendasi perizinan tersebut telah turun, Pemkab Blitar akan segera melakukan koordinasi dengan badan usaha milik daerah (BUMD) maupun investor yang berminat mengelola destinasi wisata pantai.
Kerja sama investasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap perkembangan sektor pariwisata, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan daerah. Pemasukan dapat berasal dari berbagai sektor, termasuk retribusi tiket masuk serta pajak makanan dan minuman maupun hiburan.
Baca Juga: Wisata Pantai Trenggalek, 7 Destinasi dengan Pesona dan Aktivitas Beragam
Pengembangan wisata pantai melalui investasi swasta juga dinilai memiliki dampak terhadap masyarakat sekitar. Kehadiran investasi baru berpotensi membuka lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar destinasi juga diharapkan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisatawan. Dengan semakin berkembangnya kawasan wisata, peluang usaha bagi masyarakat lokal dapat ikut bertambah.
“Kerja sama tersebut tentu bisa mendongkrak PAD. Kemudian juga membantu penyerapan tenaga kerja, dan menggerakkan ekonomi UMKM di kawasan wisata,” kata Eko.
Optimalkan Potensi Wisata Pantai Blitar
Eko menambahkan, pengembangan wisata pantai menjadi salah satu upaya Pemkab Blitar mengoptimalkan potensi daerah tanpa sepenuhnya membebani APBD.
Melalui kerja sama dengan investor, pemerintah daerah berharap pengembangan kawasan wisata dapat berjalan lebih cepat. Di sisi lain, investasi tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat sekitar.
“Dengan menggandeng investor, pemerintah dapat mendorong percepatan pengembangan kawasan wisata sekaligus tetap mendapatkan manfaat ekonomi bagi daerah,” pungkasnya.
Editor : Regina Gavin Agata