Capaian BIAS Kabupaten Blitar Belum Tembus Target, Dinkes Terus Pacu Vaksinasi Siswa

Fajar Rahmad Ali Wardana • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 13:30 WIB
Ilustrasi imunisasi BIAS bagi siswa sekolah.
Ilustrasi imunisasi BIAS bagi siswa sekolah.

 

BLITAR KAWENTAR – Capaian program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 di Kabupaten Blitar masih belum sepenuhnya mencapai target nasional.

 Berdasarkan rekapitulasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar hingga penghujung Agustus, capaian vaksinasi sejumlah jenis imunisasi masih relatif rendah.

Perbedaan capaian tersebut terjadi karena pelaksanaan vaksinasi menyesuaikan jenis vaksin dan sasaran siswa. Selain itu, ritme jadwal kegiatan di sekolah juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi masuknya data vaksinasi.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Glofish Modal Rp1.000, Ternyata Bisa Hasilkan Ribuan Burayak

Koordinator Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Blitar, Endro Pramono, mengatakan capaian tertinggi sementara berasal dari imunisasi Human papillomavirus (HPV) dan Measles rubella (MR).

Untuk imunisasi MR, tercatat sebanyak 11.597 anak atau 75,5 persen dari total sasaran telah mendapatkan vaksinasi. Sementara imunisasi HPV yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks telah menjangkau 5.993 anak atau 76,1 persen.

Berbeda dengan MR dan HPV, capaian imunisasi Diphtheria tetanus (DT) dan Tetanus diphteria (Td) masih berada cukup jauh dari target pertengahan tahun.

Baca Juga: DPRD Kota Blitar Soroti Ritel Modern Tembus 40 Unit, Minta Penataan Ulang

Dinkes Kabupaten Blitar mencatat imunisasi DT baru menjangkau 3.886 anak atau sekitar 25,3 persen. Sedangkan imunisasi Td tercatat sebanyak 5.585 anak atau 17,2 persen.

Menurut Endro, belum maksimalnya capaian tersebut tidak serta-merta menunjukkan rendahnya pelaksanaan vaksinasi di lapangan.

 Sebab, pada BIAS 2026 terdapat penambahan jumlah puskesmas yang menerapkan skema multiple injection atau suntikan ganda.

Kondisi tersebut membuat sejumlah puskesmas masih melakukan penyesuaian jadwal pelaksanaan vaksinasi di sekolah. Pelaporan kegiatan pun belum seluruhnya masuk dalam rekapitulasi hingga Agustus.

Jadwal pelaksanaan BIAS 2026 juga disebut belum final. Karena itu, data capaian sementara belum dapat dibandingkan secara langsung dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Selain mengejar cakupan vaksinasi, Dinkes Kabupaten Blitar juga melakukan pemantauan terhadap laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang muncul pada sejumlah anak sekolah setelah menerima vaksin.

Baca Juga: Cara Merawat Ikan Koi agar Cepat Besar, 7 Hal Ini Wajib Diperhatikan

Setiap laporan KIPI ditindaklanjuti oleh tim teknis Dinkes bersama petugas surveilans puskesmas.

 Penanganan medis dan investigasi kontak dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan siswa tetap terpantau.

Dinkes juga mengimbau pihak sekolah dan orang tua siswa untuk terus mendukung pelaksanaan program BIAS.

Baca Juga: Rastrada Kota Blitar Terkendala Harga Beras, Mitra Penyalur Diberi Waktu Lebih Longgar

 Dukungan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan imunisasi bagi anak usia sekolah dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Petugas surveilans puskesmas dan Dinkes akan terus melakukan investigasi serta pemantauan kesehatan apabila terdapat laporan KIPI. Seluruh proses imunisasi juga dikawal sesuai standar prosedur medis.

Dengan pelaksanaan yang masih berlangsung dan sejumlah jadwal yang belum final, capaian BIAS Kabupaten Blitar masih berpotensi mengalami perubahan setelah seluruh kegiatan vaksinasi di sekolah selesai dilaksanakan dan dilaporkan. (jar/c1/sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
BIAS 2026 Vaksinasi siswa kipi dinkes kabupaten blitar imunisasi anak