BLITAR KAWENTAR – Sebanyak 500 peternak ayam petelur asal Kabupaten Blitar nglurug ke Gedung DPR RI, Jakarta, untuk menyampaikan aspirasi terkait krisis yang menghimpit usaha peternakan rakyat.
Peternak Blitar menuntut pemerintah segera memberikan solusi atas harga telur yang terus anjlok sekaligus kelangkaan pasokan jagung untuk pakan.
Aksi peternak Blitar tersebut dilakukan secara damai bersama peternak rakyat dari sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa hingga Lampung.
Baca Juga: KGB PPPK Blitar Tak Kunjung Turun Sejak 2022, Guru Desak Pemkab Segera Beri Kepastian
Mereka datang ke Senayan untuk mengikuti audiensi dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran DPR RI. Krisis yang mereka hadapi disebut telah berlangsung selama enam hingga tujuh bulan.
Koordinator Lapangan Peternak Kabupaten Blitar, Ryo Yudistira, mengatakan kondisi harga telur di tingkat kandang saat ini sangat memprihatinkan.
Harga jual telur bahkan telah berada di bawah Rp20 ribu per kilogram. Padahal, harga pokok penjualan (HPP) ideal yang dibutuhkan peternak berada di kisaran Rp23.500 per kilogram.
Baca Juga: 500 Peternak Blitar Geruduk Senayan, Harga Telur Anjlok di Bawah Rp20 Ribu
Menurut Ryo, rendahnya harga telur membuat peternak rakyat semakin sulit mempertahankan keberlangsungan usaha.
Kondisi tersebut berlangsung cukup lama sehingga tekanan terhadap biaya operasional terus meningkat.
Rombongan peternak Blitar berangkat menggunakan sekitar delapan hingga sepuluh bus.
Baca Juga: Jajanan Pasar Senen Mulai Rp800, Berburu Kue Tradisional Sejak Dini Hari
Armada tersebut bergerak dari sejumlah titik kumpul, di antaranya Kecamatan Ponggok, Kademangan, Udanawu, hingga wilayah Tulungagung.
Setibanya di Jakarta, mereka bergabung dengan gelombang peternak rakyat dari Jawa Tengah hingga Lampung.
Aspirasi kemudian disampaikan melalui aksi damai serta forum RDP bersama DPR RI.
Baca Juga: Sambal Ale Kraos Bojonegoro, Belut Goreng dan Nasi Jagung Rp23 Ribu Jadi Andalan
Salah satu tuntutan utama yang dibawa adalah adanya skema penyerapan telur secara berkala. Peternak berharap pemerintah dapat mengintegrasikan hasil produksi telur peternak rakyat ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu menyerap produksi telur dari peternak rakyat. Dengan adanya kepastian penyerapan, peternak berharap harga telur di tingkat kandang dapat lebih stabil.
Selain harga telur, persoalan lain yang turut dikeluhkan adalah kelangkaan jagung sebagai bahan pakan. Bagi peternak ayam petelur, ketersediaan pakan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sekaligus menentukan besarnya biaya produksi.
Baca Juga: Pemkot Blitar Segera Isi Jabatan Kosong, Sekda Masih Tunggu Anggaran PAK
Peternak meminta pemerintah tidak hanya memperhatikan harga hasil produksi, tetapi juga memastikan pasokan bahan baku pakan tersedia dengan harga yang terjangkau.
Ryo menegaskan kedatangan para peternak ke DPR RI bukan untuk melakukan aksi anarkis.
Mereka ingin mendapatkan kepastian kebijakan dari pemerintah pusat mengenai persoalan yang selama berbulan-bulan membebani usaha peternakan rakyat.
Baca Juga: Jamasan Gong Kiai Pradah 2026 Dikemas Berbeda, Gunungan dan Gamelan Live Tak Lagi Ada
Dampak krisis peternakan juga dinilai tidak hanya dirasakan oleh pemilik kandang.
Puluhan ribu anak buah kandang (ABK) yang menggantungkan penghasilan dari sektor peternakan ikut terancam jika usaha peternak rakyat mengalami kebangkrutan.
Ryo mengingatkan, sektor peternakan memiliki keterkaitan erat dengan ekonomi perdesaan.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Kabupaten Blitar Masih Tunggu Survei Kementerian PU, Lahan 6,5 Hektare Sudah Disiapka
Ketika peternak skala kecil dan menengah kolaps, dampaknya dapat merembet ke tenaga kerja serta aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Karena itu, peternak berharap RDP bersama DPR RI menghasilkan kebijakan taktis untuk menjaga keberlangsungan ekosistem peternakan rakyat.
Mereka meminta pemerintah segera melakukan intervensi terhadap persoalan harga telur dan pasokan pakan.
Baca Juga: Festival Bonsai Pamekasan Diikuti 500 Peserta, Ada Kimeng dengan Tawaran Rp1 Miliar
Peternak juga berharap ada kepastian kebijakan yang mampu membuat usaha peternakan rakyat kembali memiliki ruang untuk bertahan.
Sebab, keberlangsungan kandang tidak hanya menyangkut pemilik usaha, tetapi juga kehidupan para pekerja dan keluarga yang bergantung pada sektor tersebut. (jar/c1/sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari