BLITAR KAWENTAR – Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 12 SMA dan SMK saat ini belum menjadi syarat untuk melamar pekerjaan. Meski demikian, hasil TKA berpeluang menjadi salah satu bahan pertimbangan dunia kerja pada masa mendatang. Karena itu, pelaksanaan TKA tetap dinilai penting bagi siswa maupun sekolah di wilayah Blitar.
Kasi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, Abusani Abizalfa, mengatakan bahwa hasil TKA belum berkaitan langsung dengan persyaratan melamar pekerjaan.
Namun, tidak menutup kemungkinan nilai tes tersebut akan diperhitungkan ketika siswa memasuki dunia kerja di kemudian hari.
“Saat ini TKA memang tidak dipergunakan untuk bekerja. Namun, suatu saat bisa jadi ada kemungkinan pada saat melamar pekerjaan itu akan diperhitungkan juga,” kata Abusani.
Baca Juga: Simulasi TKA Bahasa Indonesia, 10 Soal tentang Cerita Lebah dan Siklus Air
Pelaksanaan TKA tahun 2026 sendiri telah memasuki tahapan gladi bersih pada 5–18 Oktober. Sementara itu, pelaksanaan tes dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Siswa kelas 12 SMA dan SMK menjadi bagian dari peserta yang mengikuti agenda tersebut.
TKA Terintegrasi dengan Asesmen Nasional
Pelaksanaan TKA tahun ini memiliki keterkaitan dengan Asesmen Nasional (AN). Siswa kelas 12 yang mengikuti TKA sekaligus menjadi peserta Asesmen Nasional. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengerjakan soal TKA, tetapi juga menyelesaikan soal-soal AN.
Abusani menjelaskan, integrasi tersebut membuat siswa mengikuti dua jenis asesmen dalam rangkaian pelaksanaan yang sama. Karena itu, TKA tahun ini tidak hanya berkaitan dengan tes kemampuan akademik, tetapi juga melibatkan Asesmen Nasional.
Baca Juga: Pembahasan Latihan Soal TKA Matematika Kelas 6, Ada Volume hingga Persen
“TKA tahun ini include dengan Asesmen Nasional. Jadi, peserta TKA sekaligus merupakan peserta Asesmen Nasional. Selain mengerjakan soal-soal TKA, mereka juga mengerjakan soal-soal Asesmen Nasional,” ujarnya.
Integrasi TKA dan AN menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan tes. Sekolah perlu menyesuaikan pengaturan peserta dengan kapasitas ruang dan fasilitas yang tersedia agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai pembagian sesi.
Menurut Abusani, TKA tetap diperlukan bagi siswa maupun sekolah. Terlebih, pada pelaksanaan tahun ini, peserta juga mengikuti Asesmen Nasional sehingga kedua jenis soal tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Baca Juga: Pembahasan Soal Simulasi TKA Matematika SD, Ada Pecahan hingga Susu Kedelai
Pelaksanaan TKA Menyesuaikan Kapasitas Sekolah
Pelaksanaan TKA dilakukan di sekolah masing-masing. Jumlah peserta dan pembagian sesi disesuaikan dengan jumlah siswa kelas 12 serta kapasitas ruang yang tersedia di setiap sekolah.
Sekolah dapat menyelenggarakan tes dalam satu hingga tiga sesi. Pengaturan tersebut bergantung pada jumlah peserta dan ketersediaan laboratorium yang bisa digunakan untuk pelaksanaan asesmen.
Baca Juga: Login Pertama Kali Web TKA 2026, Proktor Wajib Update Password
Dalam ketentuannya, satu ruang maksimal menampung 20 peserta. Sekolah yang memiliki jumlah siswa lebih banyak perlu membagi peserta sesuai kapasitas ruang dan laboratorium yang tersedia.
Abusani memberikan gambaran mengenai pengaturan tersebut. Jika sebuah sekolah memiliki 100 siswa kelas 12, pembagian peserta harus mempertimbangkan kapasitas ruangan. Ketersediaan dua laboratorium, misalnya, menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengaturan pelaksanaan tes.
“Misalnya, siswa kelas 12 ada 100, satu ruang maksimal 20. Kalau punya dua lab, tinggal dibagi sesuai kapasitas ruang yang tersedia,” jelasnya.
Baca Juga: Pembahasan Soal Simulasi TKA Matematika Kelas 6, Ada Rumus Jarak hingga Pecahan
Dengan pengaturan tersebut, pelaksanaan TKA disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Jumlah sesi tidak harus sama karena setiap sekolah memiliki jumlah siswa dan fasilitas yang berbeda.
TKA Dibagi Menjadi Dua Gelombang
Selain pembagian sesi di sekolah, pelaksanaan TKA juga dibagi menjadi dua gelombang. Pemilihan gelombang disesuaikan dengan pilihan masing-masing sekolah.
Jumlah peserta dari jenjang SMK diperkirakan lebih banyak dibandingkan SMA. Hal tersebut berkaitan dengan jumlah lembaga SMK di wilayah Blitar yang lebih banyak.
Baca Juga: Pembahasan Soal TKA Matematika Kelas 6: Dadu, Sembako, hingga Data Perpustakaan
Meski hasil TKA belum menjadi syarat melamar pekerjaan, kemungkinan nilai tersebut dipertimbangkan dunia kerja pada masa mendatang menjadi salah satu hal yang disampaikan pihak Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar.
Karena itu, siswa kelas 12 tetap perlu memperhatikan pelaksanaan tes sesuai jadwal yang telah ditentukan. Sekolah juga perlu menyiapkan pelaksanaan berdasarkan jumlah peserta, ketersediaan ruang, dan pembagian gelombang.
Abusani menegaskan bahwa TKA tahun ini memiliki peran penting bagi siswa maupun sekolah, terutama karena pelaksanaannya terintegrasi dengan Asesmen Nasional.
Baca Juga: Cara Login Simulasi TKA SMP, Pilih Matematika dan Bahasa Indonesia
“Jadi tahun ini TKA include dengan AN sehingga sangat diperlukan untuk sekolah maupun siswa itu sendiri,” pungkasnya.
Dengan jadwal pelaksanaan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, TKA menjadi salah satu agenda pendidikan yang perlu dipersiapkan siswa kelas 12 SMA dan SMK di wilayah Blitar. (bud/c1/ady)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan