BLITAR KAWENTAR – Kunjungan BPS Kota Blitar mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2026. Berdasarkan data yang tercatat, jumlah kunjungan masyarakat ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mencapai 345 kunjungan.
Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 114 kunjungan.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat dalam mengakses layanan yang tersedia di BPS Kota Blitar.
Baca Juga: Pedagang Sate Lansia di Garum Ditusuk Pemuda, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Jumlah kunjungan sepanjang 2026 tersebut juga menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir, jauh melampaui catatan pada 2022 yang hanya mencapai 46 kunjungan.
Dari berbagai jenis layanan yang tersedia, konsultasi menjadi kebutuhan yang paling banyak dicari masyarakat. Sebanyak 290 kunjungan tercatat berasal dari layanan konsultasi.
Sebagian besar konsultasi tersebut berkaitan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Jadi Tempat Belajar Siswa SD, Anak-Anak Antusias Ikuti Edukasi hingga Pesta
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito menjelaskan bahwa tren kunjungan masyarakat terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Namun, lonjakan paling signifikan terjadi pada 2026 karena jumlah pengunjung meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Hanung, peningkatan jumlah kunjungan tersebut didominasi masyarakat yang datang untuk berkonsultasi.
Dari total 345 kunjungan yang tercatat, sebanyak 290 kunjungan berkaitan dengan layanan tersebut.
Jumlah itu jauh melampaui jenis layanan lainnya. Layanan DTSEN mencatat 22 pengunjung, sedangkan layanan perpustakaan dan layanan umum masing-masing diakses 15 pengunjung.
Sementara itu, layanan pengaduan tercatat menerima tiga pengunjung.
Baca Juga: Nikmati Paket Lengkap Hall Hotel Permai Blitar, Bisa untuk 500 Orang dengan Harga Mulai Rp 1,5 Juta
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa konsultasi menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat ketika mendatangi BPS Kota Blitar.
Jika dibandingkan dengan keseluruhan kunjungan, layanan konsultasi menyumbang hampir 85 persen dari total pengunjung. Sisanya tersebar pada layanan DTSEN, perpustakaan, layanan umum, dan pengaduan.
Dominasi konsultasi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perkembangan pelayanan statistik di Kota Blitar.
Baca Juga: Dairyland Farm Park Prigen, Liburan Keluarga Bisa Ketemu Unta hingga Burung Unta
Masyarakat tidak hanya datang untuk mengakses layanan tertentu, tetapi juga membutuhkan penjelasan mengenai informasi dan data yang berkaitan dengan kebutuhan mereka.
Hanung menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat yang datang untuk berkonsultasi sebenarnya membahas DTSEN. Konsultasi tersebut kemudian berujung pada permintaan pembaruan data.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional menjadi salah satu topik yang banyak ditanyakan masyarakat ketika mengakses layanan BPS Kota Blitar. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah konsultasi yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Baca Juga: Gudeg Yu Djum Yogyakarta Tak Sekadar Kuliner, Resepnya Bertahan dari Generasi ke Generasi
Dalam praktik pelayanan, konsultasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh penjelasan mengenai persoalan yang mereka hadapi.
Untuk konsultasi terkait DTSEN, pembahasan dapat berlanjut pada kebutuhan memperbarui data.
Tingginya jumlah konsultasi DTSEN juga menunjukkan bahwa informasi mengenai data sosial ekonomi masih menjadi kebutuhan masyarakat yang mengakses pelayanan BPS.
Baca Juga: Soto Lamongan Ini Punya Rahasia Tak Biasa, Kuahnya Pakai Daging Ikan Bandeng
Namun, data kunjungan yang tersedia tidak merinci jumlah permintaan pembaruan data yang berhasil ditindaklanjuti.
Karena itu, angka kunjungan perlu dibedakan dari jumlah pembaruan data yang telah diselesaikan. Keduanya merupakan informasi berbeda, meskipun saling berkaitan dalam proses pelayanan kepada masyarakat.
Jumlah kunjungan masyarakat tersebut tercatat dalam dasbor monitoring pengunjung Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS dan layanan Kompak BPS di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Blitar.
Baca Juga: Anggrek Hitam Kalimantan Mudah Dirawat Setelah Adaptasi, Ini Tipsnya
Pencatatan melalui sistem monitoring tersebut menjadi dasar untuk melihat perkembangan jumlah pengunjung serta jenis layanan yang dimanfaatkan masyarakat.
Dengan jumlah kunjungan mencapai 345 orang sepanjang 2026, aktivitas pelayanan BPS Kota Blitar menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan itu juga terlihat ketika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada 2022.
Baca Juga: Modal Nekat, Pengusaha Tempe Blitar Ini Kini Produksi 80 Kg Sehari
Meski demikian, data yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci faktor yang menyebabkan peningkatan kunjungan pada 2026.
Informasi yang tercatat lebih menonjolkan perkembangan jumlah pengunjung serta dominasi konsultasi, khususnya yang berkaitan dengan DTSEN.
Hanung menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat yang berkonsultasi memang membahas DTSEN dan pada akhirnya berkaitan dengan permintaan pembaruan data.
Baca Juga: PTSL Bukan Sekadar Sertifikat, Ada Manfaat Besar untuk Pemilik Tanah
Peningkatan kunjungan tersebut menjadi gambaran mengenai kebutuhan masyarakat terhadap layanan konsultasi di BPS Kota Blitar.
Dengan pencatatan jumlah pengunjung dan jenis layanan yang dimanfaatkan, perkembangan kebutuhan pelayanan dapat dipantau berdasarkan data yang tersedia. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari