BLITAR KAWENTAR – Penyakit saat pancaroba perlu diwaspadai masyarakat seiring perubahan cuaca yang berlangsung tidak menentu.
Kondisi panas terik yang tiba-tiba berganti hujan, disertai perubahan suhu dan kelembapan, dapat meningkatkan risiko munculnya sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, batuk pilek, hingga diare.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi tubuh selama menghadapi masa peralihan cuaca tersebut.
Baca Juga: 11 Provider Internet di Kota Blitar Bakal Ditata, Pemkot Kaji Tiang Bersama
Perubahan lingkungan yang berlangsung cepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar masyarakat tidak mengabaikan kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, drg Anggit Ditya Putranto, mengatakan perubahan cuaca selama pancaroba dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Karena itu, masyarakat dianjurkan menerapkan kebiasaan hidup sehat, menjaga kebersihan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan yang menetap atau semakin berat.
Baca Juga: Pedagang Sate Lansia di Garum Ditusuk Pemuda, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Anggit menjelaskan bahwa masa pancaroba ditandai dengan kondisi cuaca dan lingkungan yang berubah-ubah.
Situasi tersebut membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika suhu dan kelembapan mengalami perubahan.
Sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai selama periode tersebut di antaranya ISPA, influenza, batuk pilek, dan diare.
Gangguan kesehatan tersebut dapat menghambat aktivitas masyarakat apabila tidak ditangani dengan baik.
Oleh sebab itu, menjaga kondisi tubuh menjadi langkah penting yang perlu dilakukan selama menghadapi cuaca yang tidak menentu.
Masyarakat diimbau tidak menunggu sampai kondisi tubuh menurun untuk mulai menerapkan kebiasaan sehat.
Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Jadi Tempat Belajar Siswa SD, Anak-Anak Antusias Ikuti Edukasi hingga Pesta
Upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan air putih, dan memastikan waktu istirahat yang cukup.
Ketiga kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh agar tetap dalam kondisi baik.
Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan perubahan kondisi tubuh masing-masing.
Baca Juga: Nikmati Paket Lengkap Hall Hotel Permai Blitar, Bisa untuk 500 Orang dengan Harga Mulai Rp 1,5 Juta
Apabila muncul keluhan kesehatan yang tidak kunjung membaik, pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah yang dianjurkan.
Salah satu langkah yang ditekankan Dinkes Kabupaten Blitar adalah menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat.
Masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang agar kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi. Kebiasaan makan yang baik perlu disertai dengan pemenuhan kebutuhan air putih setiap hari.
Baca Juga: Chimory Dairy Land Prigen Punya Spot Jepang hingga Wahana Pemacu Adrenalin
Kecukupan cairan menjadi perhatian, terutama ketika masyarakat beraktivitas di tengah cuaca yang berubah-ubah.
Minum air putih secara cukup dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Waktu istirahat juga tidak boleh diabaikan. Masyarakat perlu memastikan tubuh memperoleh waktu istirahat yang memadai di tengah kegiatan sehari-hari.
Baca Juga: Lembah Indah Malang, Glamping Sejuk dengan Smart TV hingga Sarapan
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh selama pancaroba.
Meski tidak menjamin seseorang terbebas sepenuhnya dari penyakit, penerapan kebiasaan hidup sehat membantu mendukung pemeliharaan kesehatan.
Dinkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Masyarakat dianjurkan membiasakan diri mencuci tangan menggunakan sabun, terutama sebagai bagian dari upaya mencegah penularan penyakit.
Baca Juga: Nasi Kucing Angkringan Punya Ciri Khas, Ternyata Ini Isi Lauk dan Cara Membungkusnya
Kebersihan rumah dan lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan agar kondisi tempat tinggal tetap sehat.
Kebiasaan menjaga kebersihan sebaiknya dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika seseorang mulai mengalami gangguan kesehatan.
Selain menjaga daya tahan tubuh, penggunaan masker juga menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk mengantisipasi penyakit pernapasan.
Baca Juga: Soto Lamongan Cak To Punya Cerita Panjang, Sehari Bisa Habiskan 120 Ekor Ayam
Anggit mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika sedang sakit maupun saat berada di tempat yang memiliki risiko penularan penyakit pernapasan.
Langkah tersebut perlu disertai perhatian terhadap kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Perubahan cuaca yang mendadak membuat masyarakat perlu menyesuaikan kegiatan dengan keadaan lingkungan.
Baca Juga: Modal Nekat, Pengusaha Tempe Blitar Ini Kini Produksi 80 Kg Sehari
Perlengkapan seperti payung atau jas hujan dapat disiapkan untuk mengantisipasi hujan ketika sedang bepergian.
Masyarakat juga dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan lebat atau kondisi cuaca ekstrem.
Kewaspadaan tersebut penting agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi lingkungan.
Baca Juga: Sertifikat Tanah dari PTSL Punya Banyak Manfaat, Bukan Cuma Bukti Kepemilikan
Dengan memperhatikan prakiraan dan perubahan cuaca, persiapan sebelum bepergian dapat dilakukan secara lebih baik.
Dinkes Kabupaten Blitar juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang berlangsung terus-menerus.
Apabila keluhan menetap atau kondisi kesehatan semakin berat, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Waspada Penyakit Ayam Musim Pancaroba, Peternak Diminta Perketat Sanitasi dan Vaksinasi
Pemeriksaan diperlukan agar keluhan yang dialami dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi masing-masing.
Masyarakat sebaiknya tidak menunda mencari bantuan tenaga kesehatan ketika kondisi tubuh menunjukkan gangguan yang semakin berat.
Melalui berbagai langkah tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada menghadapi perubahan cuaca selama pancaroba.
Menjaga asupan gizi, mencukupi kebutuhan air putih, beristirahat, mencuci tangan, menggunakan masker saat diperlukan, serta memperhatikan kondisi cuaca menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. (sub)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari