JAKARTA — Kotoran burung yang memenuhi trotoar dan badan jalan di Jalan Merdeka Barat, Kota Blitar, dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Kondisi di kawasan protokol yang berada dekat Kantor Wali Kota Blitar itu belum tertangani secara maksimal setelah kegiatan pembersihan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkendala perbaikan sarana dan prasarana operasional selama sekitar satu bulan.
Kondisi kebersihan di Jalan Merdeka Barat menjadi perhatian warga dan pengguna jalan. Di salah satu kawasan utama Kota Blitar tersebut, kotoran burung terlihat berceceran di sepanjang jalan hingga menumpuk di area trotoar. Situasi itu membuat lingkungan sekitar tampak kurang terawat, terutama pada bagian jalur pedestrian yang ramai dilalui masyarakat.
Setiap sore hingga malam, kawanan burung terlihat bertengger di bentangan kabel dan tiang listrik di sepanjang kawasan tersebut. Aktivitas burung itu menyebabkan kotoran terus mengotori permukaan aspal dan trotoar. Selain mengganggu pemandangan, tumpukan kotoran juga memunculkan aroma tidak sedap yang semakin terasa ketika cuaca panas.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Legi Blitar Disorot Pedagang, Konsep Hall Lantai II Dipertanyakan
Bagian yang dinilai paling parah berada di trotoar sisi utara, mengarah ke Jalan Wilis. Keramik pada jalur tersebut tampak kusam akibat tumpukan kotoran yang belum dibersihkan secara maksimal. Kondisi ini membuat pejalan kaki harus lebih berhati-hati saat melintas.
Padahal, Jalan Merdeka Barat berada sekitar 400 meter dari Kantor Wali Kota Blitar. Letaknya yang dekat dengan pusat pemerintahan membuat kebersihan kawasan tersebut turut menjadi sorotan warga.
Seorang warga yang kerap beraktivitas di sekitar lokasi, Bagus, 35, mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Menurut dia, kotoran burung yang berceceran dan bau menyengat membuat lingkungan jalan protokol terlihat tidak terawat.
Baca Juga: Vape Dianggap Lebih Aman dari Rokok Biasa, Dokter Paru Blitar Ungkap Risikonya
“Kotorannya berceceran di jalan sama trotoar, baunya menyengat sekali, apalagi kalau cuaca panas. Padahal ini jalan protokol dan dekat sekali sama kantor wali kota, kok rasanya kurang terawat kebersihannya,” ujarnya pada Minggu (11/10).
Keluhan serupa disampaikan seorang pejalan kaki yang melintas di trotoar sisi utara menuju Jalan Wilis. Kondisi jalur yang kotor dan berbau dinilai mengurangi kenyamanan masyarakat, termasuk pengunjung toko di sekitar kawasan tersebut.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan dan meningkatkan rutinitas pembersihan. Selain menjaga estetika pusat kota, kebersihan trotoar dinilai penting agar masyarakat dapat berjalan kaki dengan lebih nyaman dan aman.
Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartatik, membenarkan adanya kendala dalam pemeliharaan kebersihan di Jalan Merdeka Barat. Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan sementara terhenti karena sarana dan prasarana operasional yang digunakan petugas sedang dalam perbaikan.
Menurut Jajuk, pembersihan jalan dan trotoar di kawasan tersebut idealnya dilakukan secara berkala. Sebelumnya, petugas menjalankan penyiraman dan penyikatan setiap pekan. Namun, kegiatan itu tidak berjalan selama sekitar satu bulan terakhir akibat kendala teknis pada peralatan pendukung.
“Pembersihan biasanya dilakukan seminggu sekali. Namun, sudah satu bulan ini tidak dibersihkan karena masih terkendala sarana dan prasarana yang sedang diperbaiki,” jelas Jajuk saat dikonfirmasi melalui pesan instan.
Baca Juga: Cerita Perjuangan Duta Lingkungan Indonesia asal Kota Blitar Bangun Bisnis di Bidang Pendidikan
Terhentinya kegiatan rutin tersebut membuat kotoran burung semakin terlihat di sejumlah bagian jalan dan trotoar. Kondisi itu sekaligus menunjukkan pentingnya ketersediaan armada dan peralatan yang memadai untuk menjaga kebersihan fasilitas umum.
Jajuk menyatakan DLH berkomitmen menindaklanjuti keluhan warga setelah perbaikan sarana dan prasarana penunjang selesai. Meski demikian, pelaksanaan pembersihan kembali bergantung pada kesiapan armada operasional yang dibutuhkan petugas di lapangan.
Metode pembersihan yang biasa diterapkan meliputi penyemprotan air bertekanan menggunakan truk tangki. Setelah itu, petugas kebersihan melakukan penyikatan secara manual pada permukaan jalan dan trotoar untuk membantu mengangkat kotoran yang menempel.
Baca Juga: Bukan HP Baru, 5 Mantan Flagship Ini Punya Spesifikasi Premium Mulai Rp3 Jutaan
“Diupayakan akan dilakukan pembersihan kembali setelah sarpras siap. Pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan air menggunakan truk tangki dan jalannya disikat oleh tenaga kebersihan,” tandasnya.
Warga kini berharap perbaikan sarana dan prasarana segera rampung agar pembersihan Jalan Merdeka Barat dapat kembali dilakukan secara rutin. Penanganan yang konsisten diperlukan untuk mengurangi bau menyengat, menjaga kenyamanan pejalan kaki, serta mempertahankan kebersihan salah satu kawasan protokol Kota Blitar.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha