BLITAR KAWENTAR – Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi D-3 Keperawatan Kampus Blitar menggalakkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pencegahan penyakit tidak menular (PTM) bagi lansia melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Hutan Pinus Loji, Kecamatan Gandusari. Sebanyak 25 peserta dari Karang Werda Ismoyo, Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, mengikuti kegiatan yang dikemas dengan senam relaksasi, latihan pernapasan, dan edukasi kesehatan pada Minggu (11/10). Program ini bertujuan mendorong lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif.
Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini menghadirkan suasana berbeda. Para lansia tidak hanya mendapatkan edukasi kesehatan, tetapi juga diajak menikmati lingkungan Hutan Pinus Loji sambil mengikuti aktivitas fisik dan lagu edukasi tentang PHBS serta pencegahan PTM.
Ketua pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Malang Prodi D-3 Keperawatan Kampus Blitar, Mujito, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 25 anggota Karang Werda Ismoyo Kelurahan Bendogerit. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian aktivitas yang telah disiapkan.
Baca Juga: Cerita Perjuangan Duta Lingkungan Indonesia asal Kota Blitar Bangun Bisnis di Bidang Pendidikan
Menurut Mujito, sebagian besar peserta menikmati kegiatan dan mengikuti gerakan tanpa harus diarahkan berulang kali. Meski demikian, terdapat tiga peserta yang tidak ikut bergerak karena faktor usia.
Program pemberdayaan lansia tersebut bukan kegiatan yang baru dilaksanakan. Pengabdian masyarakat ini telah berjalan secara rutin setiap tahun dan memasuki tahun kedua pelaksanaan dengan fokus pada penguatan perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit tidak menular.
Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Blitar melaksanakan pelatihan secara berkala selama tiga hari kegiatan, yakni pada Juli, Agustus, dan Oktober. Dalam rangkaian tersebut, tim juga melakukan pemantauan terhadap perubahan pengetahuan dan sikap para lansia dalam menerapkan PHBS.
Baca Juga: 10 HP Terbaik untuk Multitasking Harga Rp2 Jutaan, Layar 120 Hz hingga Baterai 7.000 mAh
Mujito menjelaskan, kegiatan pada Oktober menjadi bagian dari evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta mengenai perilaku hidup sehat dan upaya pencegahan PTM. Selain itu, para peserta kembali memperkuat keterampilan melakukan senam relaksasi pernapasan dalam KOGERTA.
Evaluasi tersebut diperlukan agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan. Para lansia diharapkan dapat menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Program Studi D-3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Blitar, Tri Cahyo Sepdianto, MKep SpKMB, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan lansia dalam menjaga kesehatan dan mendeteksi risiko penyakit tidak menular.
Baca Juga: 10 HP Terbaik untuk Multitasking Harga Rp2,5–3 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.500 mAh
Para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya memantau kondisi kesehatan, termasuk mengontrol tekanan darah dan gula darah. Dengan begitu, mereka dapat lebih memperhatikan kondisi tubuh dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Tri Cahyo juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip CERDIK sebagai bagian dari pencegahan penyakit tidak menular. CERDIK mencakup cek kesehatan secara berkala, menjauhi asap rokok, menjalankan diet seimbang, mengelola stres, dan beristirahat cukup.
Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu didukung aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin. Salah satunya melalui KOGERTA, termasuk latihan pernapasan dalam yang menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan lansia.
Baca Juga: HP Flagship Murah Terbaik 2026: 5 Mantan Flagship dengan Spek Masih Gahar
Melalui pendekatan tersebut, para lansia diharapkan mampu menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatannya.
Ketua Karang Werda Ismoyo Kelurahan Bendogerit, Poniyati, mengapresiasi kegiatan yang digelar Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Blitar. Ia mengaku telah mempelajari senam pernapasan yang ditujukan untuk membantu mengelola tekanan darah.
Poniyati menjelaskan, pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah senam agar hasilnya dapat dibandingkan. Ia berharap program edukasi dan aktivitas kesehatan tersebut terus dilanjutkan sehingga semakin bermanfaat bagi para lansia.
Baca Juga: 5 HP Flagship Murah Terbaik 2026, Ada Snapdragon 8 Gen 2 Harga Rp5 Jutaan
Sementara itu, anggota Karang Werda Ismoyo, Hendarto, mengaku sudah hafal gerakan KOGERTA atau latihan pernapasan dalam. Pria berusia 71 tahun tersebut juga rutin mengikuti pemeriksaan kesehatan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Menurut Hendarto, latihan pernapasan menjadi salah satu aktivitas yang penting untuk mendukung upaya menjaga kesehatan pada usia lanjut.
Melalui pengabdian masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Blitar berupaya memperkuat kesadaran lansia mengenai PHBS dan pencegahan PTM. Edukasi, aktivitas fisik, serta pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat membantu mewujudkan lansia yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Penulis: Mujito, Andi Hayyun A.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha