SUTOJAYAN – Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar, Anharu Sholikin, warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan, dilaporkan meninggal dunia di Taiwan setelah diduga mengalami kecelakaan kerja. Hingga Minggu (11/10), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar masih menunggu konfirmasi resmi dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mempersiapkan proses pemulangan jenazah ke kampung halaman.
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Ivong Betryanto, membenarkan pihaknya telah menerima informasi awal mengenai meninggalnya Anharu. Namun, pemerintah daerah belum memperoleh keterangan resmi yang memuat detail kejadian, status keberangkatan almarhum, hingga kepastian penanganan pemulangan jenazah.
“Memang kami telah menerima informasi awal mengenai meninggalnya PMI atas nama Anharu Sholikin. Namun, untuk memastikan kronologi detail kejadian, status legalitas keberangkatan, serta penanganan proses pemulangan jenazah, kami masih menunggu rilis dan surat konfirmasi resmi dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan,” ujarnya, Sabtu (11/10).
Baca Juga: Perjalanan Dimas Samudro, Pemuda Blitar Tempuh Pendidikan hingga Bekerja di Jerman
Disnaker Kabupaten Blitar terus melakukan penelusuran untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai peristiwa tersebut. Koordinasi dilakukan bersama kementerian terkait, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), serta otoritas perwakilan Indonesia di Taipei.
Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur. Selain menelusuri kronologi kejadian, pemerintah juga berupaya mengawal pemenuhan hak-hak almarhum, termasuk hak ketenagakerjaan dan asuransi apabila sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepastian informasi dari KDEI Taiwan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah lanjutan. Dokumen resmi dibutuhkan untuk memperjelas kondisi yang dialami Anharu sekaligus mendukung proses administrasi pemulangan jenazah ke Indonesia.
Baca Juga: Cari HP Rp3 Jutaan? Ini 10 Rekomendasi HP Terbaik untuk Multitasking dan Aktivitas Harian
Disnaker menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait hingga memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Perkembangan terbaru nantinya akan disampaikan langsung kepada keluarga almarhum agar mereka mendapatkan kepastian mengenai penanganan kasus tersebut.
Di sisi lain, keluarga Anharu diminta tetap tenang sembari menunggu proses verifikasi dan penerbitan dokumen resmi. Sebab, pemulangan jenazah dari luar negeri memerlukan sejumlah tahapan administrasi serta koordinasi dengan otoritas terkait.
Ivong menjelaskan, pihaknya memahami pentingnya kepastian bagi keluarga yang sedang menghadapi kabar duka tersebut. Karena itu, Disnaker Kabupaten Blitar berupaya memastikan setiap perkembangan informasi segera ditindaklanjuti.
Baca Juga: 10 HP Terbaik untuk Multitasking 2026 Harga Rp2 Jutaan, Ada RAM 8 GB dan Baterai Jumbo
“Kami terus melacak dan berkoordinasi secara ketat dengan pihak-pihak terkait agar memperoleh informasi yang presisi dan akurat. Setiap perkembangan terbaru dari KDEI Taiwan akan segera kami sampaikan langsung kepada pihak keluarga,” terangnya.
Meski demikian, hingga informasi ini disampaikan, belum ada kepastian mengenai waktu pemulangan jenazah Anharu. Pemerintah daerah masih menunggu konfirmasi resmi untuk menentukan tahapan penanganan berikutnya.
Setelah dokumen resmi dan kepastian pemulangan diterbitkan, Disnaker Kabupaten Blitar menyatakan siap memberikan pendampingan kepada keluarga. Fasilitasi penjemputan menggunakan ambulans juga disiapkan agar jenazah dapat dibawa menuju rumah duka di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sutojayan.
Baca Juga: 10 HP Terbaik untuk Multitasking 2026 Harga Rp2 Jutaan, Ada RAM 8 GB dan Baterai Jumbo
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membantu proses pemulangan PMI yang meninggal dunia di luar negeri. Pemerintah berharap seluruh tahapan administrasi dapat berjalan lancar sehingga keluarga bisa segera menerima dan memakamkan almarhum.
“Disnaker Kabupaten Blitar siap mendampingi dan mengawal proses kepulangan almarhum hingga tiba di rumah duka di Kecamatan Sutojayan,” pungkas Ivong.
Untuk saat ini, pemerintah daerah masih menunggu perkembangan dari KDEI Taiwan. Kepastian penyebab kejadian, status keberangkatan, serta jadwal pemulangan jenazah akan ditindaklanjuti setelah informasi dan dokumen resmi diterima oleh pihak terkait.
Editor : Carissa Emrys Fawnia