Dirut Baru Tirta Patria Segera Dilantik, Beban Pipa Tua dan Inovasi AMDK Jadi PR Berat

M. Luki Azhari • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 12:57 WIB
Dirut Baru Tirta Patria Segera Dilantik
Dirut Baru Tirta Patria Segera Dilantik

SANANWETAN
– Direktur utama (dirut) baru Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Patria Kota Blitar segera dilantik pada akhir Oktober 2026. Seluruh tahapan seleksi calon pimpinan BUMD milik Pemkot Blitar tersebut telah rampung. Namun, dirut terpilih langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari beban penyusutan jaringan pipa lama, keterbatasan anggaran untuk pembaruan infrastruktur, hingga tuntutan mencari sumber pendapatan baru. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pengembangan produk air minum dalam kemasan (AMDK).
Kabag Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Blitar, Gigih Mardana, mengatakan operasional Tirta Patria sebenarnya sudah berada dalam posisi untung. Meski demikian, kondisi keuangan perusahaan masih dibayangi beban penyusutan aset infrastruktur lama yang cukup besar secara pembukuan.
“Aset fasilitas yang dibangun sebelum 1990 itu mengalami penyusutan, terutama jaringan pipa besi. Secara akuntansi, itu harus masuk beban perusahaan dan nilainya sangat berat,” ujarnya.

Baca Juga: Jaring 850 Atlet, ABTI Kabupaten Blitar Mulai Bidik Medali Porprov Jatim 2027

Salah satu tantangan utama yang menanti dirut baru Tirta Patria adalah persoalan jaringan pipa besi yang dipasang sebelum era 1990-an. Infrastruktur tersebut membutuhkan perhatian karena usia aset berdampak terhadap pencatatan penyusutan perusahaan.
Menurut Gigih, penggantian seluruh jaringan pipa tua membutuhkan anggaran besar, bahkan dapat mencapai miliaran rupiah. Kebutuhan tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemkot Blitar.
Selain keterbatasan anggaran, upaya mendatangkan investor juga tidak mudah dalam kondisi ekonomi saat ini. Karena itu, pimpinan baru diharapkan mampu menyusun strategi pembaruan infrastruktur secara terukur dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan perusahaan.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Tembus Rp 98,4 Juta, Segini Perkiraan Sisa Pelunasan Jemaah

Persoalan tersebut menjadi pekerjaan penting agar pelayanan air bersih kepada pelanggan tetap berjalan, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perumda Tirta Patria dalam jangka panjang.
Pemkot Blitar telah menyiapkan sejumlah alternatif penugasan bagi pimpinan baru Tirta Patria. Dirut terpilih tidak hanya dituntut mengoptimalkan pendapatan dari layanan air minum reguler, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan sumber pemasukan baru.
Langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat pendapatan perusahaan sekaligus membuka peluang peningkatan kontribusi dividen terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga: Poltekkes Malang Kampus Blitar Ajak Lansia ke Hutan Pinus Loji, Ini Misinya Cegah PTM

Salah satu gagasan yang tengah didorong adalah pengembangan usaha air minum dalam kemasan atau AMDK. Inovasi ini dinilai berpotensi menjadi alternatif pendapatan di luar layanan sambungan air rumah tangga.
Namun, rencana tersebut belum dapat langsung direalisasikan. Perusahaan perlu mematangkan perencanaan bisnis, termasuk memastikan kualitas air melalui pengujian laboratorium, memenuhi standar kesehatan, serta menghitung daya saing harga produk di pasaran.
“Nanti berjalan setahun dulu sambil kita evaluasi. Inovasi AMDK itu bisa jadi alternatif, tapi harus lewat uji kompetensi, kelayakan, dan standar kesehatan dulu agar bisa bersaing,” terang Gigih.

Baca Juga: Poltekkes Malang Kampus Blitar Ajak Lansia ke Hutan Pinus Loji, Ini Misinya Cegah PTM

Di samping mengembangkan usaha baru, dirut terpilih juga harus memperhatikan kualitas layanan kepada pelanggan yang sudah ada. Saat ini, Tirta Patria melayani sekitar 7.000 pelanggan sambungan rumah (SR).
Optimalisasi layanan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Perbaikan pengelolaan pelanggan dan pengembangan bisnis perlu berjalan beriringan agar perusahaan dapat meningkatkan pendapatan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, pimpinan baru diharapkan mampu menyeimbangkan pembenahan infrastruktur, peningkatan mutu pelayanan, serta pengembangan usaha yang berpotensi memberikan pemasukan tambahan.

Baca Juga: Lantai II Pasar Legi Kota Blitar Dibangun Asal-asalan?, Begini Respon Disperindag 

Terkait proses seleksi, Gigih memastikan seluruh kandidat telah melewati sejumlah tahapan penilaian. Proses tersebut meliputi pengujian oleh akademisi atau pakar, psikolog, panitia seleksi (pansel), hingga wawancara akhir bersama Wali Kota Blitar.
Menurutnya, para kandidat memiliki gagasan dan argumentasi yang baik. Namun, pemerintah tetap harus menentukan satu calon yang dinilai paling sesuai untuk memimpin perusahaan daerah tersebut.
“Semua calon punya konsep dan argumen yang bagus. Tapi tentu harus pilih satu yang terbaik. Seluruh proses pendaftaran sudah selesai total. Target kami akhir Oktober ini sudah pelantikan,” pungkasnya.
Setelah pelantikan, dirut baru Tirta Patria dihadapkan pada tantangan untuk menjaga operasional perusahaan tetap menguntungkan, menyusun strategi pembaruan jaringan pipa, dan menjajaki peluang usaha baru. Sejumlah langkah tersebut akan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
Editor : Carissa Emrys Fawnia
Tirta Patria Kota Blitar Dirut Baru Tirta Patria Air mineral dalam kemasan Jaringan Pipa Tua PDAM kota blitar