BLITAR – Layanan bus sekolah gratis di Kabupaten Blitar mengalami kelebihan kapasitas akibat tingginya minat pelajar. Sejumlah siswa masih belum terangkut, terutama di trayek padat wilayah Talun hingga Wonodadi. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar merencanakan penambahan tiga armada bus melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. Penambahan ini diharapkan memperluas jangkauan layanan sekaligus mengurangi kepadatan penumpang agar siswa dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Anik Yuwana Wati, mengatakan jumlah armada yang beroperasi saat ini belum mencukupi kebutuhan pelajar di berbagai wilayah. Tingginya permintaan membuat sejumlah trayek mengalami kelebihan muatan, sementara sebagian siswa belum mendapatkan akses transportasi gratis tersebut.
Saat ini, Dishub Kabupaten Blitar mengoperasikan 12 armada bus sekolah. Jumlah tersebut terdiri atas kendaraan yang melayani kebutuhan transportasi pelajar di sejumlah rute. Namun, tingginya animo siswa membuat kapasitas layanan yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan.
Baca Juga: Mutasi Pejabat Akhir Tahun di Kabupaten Blitar Disorot, Bupati Diminta Evaluasi 3 Bulan
“Armada tambahan ini digunakan untuk trayek yang belum ter-cover dan penumpangnya sudah overload. Total armada aktif yang ada saat ini 12 unit dan itu masih kurang untuk melayani sekolah di Kabupaten Blitar,” ujar Anik.
Melalui PAK APBD 2026, Dishub merencanakan penambahan tiga unit kendaraan sehingga total armada bus sekolah meningkat menjadi 15 unit. Kendaraan tambahan tersebut mencakup jenis mikro maupun medium yang akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Dishub memprioritaskan wilayah dengan jumlah penumpang tinggi, khususnya kawasan Kecamatan Talun, Gandusari, Selopuro, hingga Wonodadi. Kepadatan di sejumlah lintasan membuat pemetaan kebutuhan armada menjadi langkah penting agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak siswa.
Baca Juga: Pertalite Cepat Habis di Blitar, SPBU Kini Hanya Terima 8.000 Liter per Kiriman
Salah satu titik dengan jumlah penumpang tinggi berada di MTsN Jabung, Kecamatan Talun. Berdasarkan keterangan Anik, jumlah siswa yang menggunakan layanan pada lintasan tersebut mencapai 109 anak dalam sehari. Kondisi ini menjadi perhatian karena kapasitas kendaraan yang tersedia perlu disesuaikan dengan jumlah pelajar yang harus dilayani.
Rute Desa Jabung, Kecamatan Talun, melayani perjalanan ke arah Kanigoro hingga Wlingi. Sementara itu, lintasan MTsN Kunir menjangkau wilayah Udanawu menuju Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi.
Anik menyebut dua lokasi tersebut mengalami kelebihan kapasitas sehingga membutuhkan penanganan segera. Penambahan armada diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang sekaligus memastikan lebih banyak siswa memperoleh fasilitas transportasi sekolah.
Baca Juga: Rekomendasi 10 HP Multitasking Rp2 Jutaan 2026, Ada RAM 8 GB dan Baterai Jumbo
Selain meningkatkan kapasitas, penyesuaian jumlah kendaraan berdasarkan kepadatan trayek juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki distribusi layanan. Dengan demikian, armada tambahan dapat diarahkan ke lintasan yang paling membutuhkan.
Rencana penambahan tiga bus sekolah tersebut tidak terlepas dari permohonan resmi sejumlah sekolah kepada Dishub Kabupaten Blitar. Pihak sekolah menyampaikan keluhan mengenai siswa yang belum terangkut karena keterbatasan armada pada rute tertentu.
Menurut Anik, berbagai surat permohonan itu menjadi salah satu pertimbangan untuk memperjuangkan tambahan kendaraan melalui anggaran perubahan. Pemerintah daerah diharapkan dapat merespons kebutuhan transportasi pelajar yang terus meningkat seiring tingginya pemanfaatan layanan gratis tersebut.
Baca Juga: 10 HP Multitasking Rp2 Jutaan 2026, Pilihan RAM 8 GB hingga Baterai 8.000 mAh
Untuk mempercepat pelaksanaannya, tiga armada tambahan akan menggunakan skema sewa kendaraan. Skema ini dipilih agar penambahan kapasitas layanan dapat dilakukan tanpa harus menunggu pengadaan kendaraan melalui mekanisme pembelian.
Dishub Kabupaten Blitar menargetkan proses penandatanganan kontrak dan penerjunan armada baru dapat segera dilakukan setelah dokumen PAK APBD 2026 disahkan. Pengesahan tersebut direncanakan berlangsung sekitar Oktober 2026.
Setelah tahapan administrasi selesai, Dishub akan memproses kontrak penyewaan agar kendaraan tambahan dapat segera beroperasi sesuai kebutuhan trayek. Meski demikian, realisasi penambahan armada tetap bergantung pada penyelesaian proses anggaran dan kontrak.
Baca Juga: HP Multitasking Rp2 Jutaan Terbaik 2026, 10 Pilihan dengan Baterai Jumbo dan Performa Menarik
“Banyak sekolah yang bersurat resmi ke kami menceritakan kondisi siswanya yang belum terfasilitasi karena keterbatasan armada. Karena itu di anggaran perubahan ini kita perjuangkan. Begitu PAK disahkan sekitar Oktober ini, kita langsung proses kontrak agar armada tambahan bisa langsung beroperasi,” pungkas Anik.
Dengan penambahan dari 12 menjadi 15 armada, Dishub berharap pelayanan bus sekolah gratis di Kabupaten Blitar semakin optimal. Pemerataan jangkauan dan penanganan trayek yang kelebihan muatan menjadi tantangan penting agar fasilitas transportasi tersebut dapat dimanfaatkan lebih banyak pelajar.
Editor : Brilian Syifa Almasih