GANDUSARI – Gudang Toko Bangunan 999 di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, terbakar pada Selasa (13/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Kebakaran diduga bermula saat karyawan membakar sampah di belakang bangunan, kemudian meninggalkan api tanpa pengawasan hingga merembet ke gudang. Sejumlah material bangunan, mulai dari PVC, kayu, paralon, kardus hingga keramik, terdampak kebakaran. Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Pemilik toko, Suyanto, tak menyangka gudang usahanya dilalap api. Lokasi pembakaran sampah yang berdekatan dengan gudang diduga membuat api mudah menjalar ke bangunan yang menyimpan berbagai bahan bangunan tersebut.
Sekretaris Desa Sukosewu, Yudha Himaaan, mengatakan kebakaran terjadi sesaat setelah karyawan Toko Bangunan 999 membakar sampah di belakang bangunan. Namun, pembakaran tersebut tidak ditunggu hingga selesai sehingga api diduga merembet ke gudang.
Baca Juga: Malam Penuh Haru Kaji Dim, Kenangan Sang Ibu dan Perjuangan 22 Tahun Lestari Sadean
Menurut Yudha, biasanya karyawan menunggu sampai proses pembakaran sampah selesai. Akan tetapi, saat kejadian, api ditinggalkan tanpa pengawasan. Jarak lokasi pembakaran yang dekat dengan gudang turut menjadi perhatian dalam peristiwa tersebut.
”Biasanya membakar sampah ditungguin oleh karyawannya. Namun saat kejadian justru ditinggal, sehingga merambat ke toko bangunan. Gudang yang terbakar berisi PVC, kayu, paralon, kardus-kardus itu, sama keramik dan bahan bangunan lainnya,” ujar Yudha.
Material yang tersimpan di dalam gudang membuat kebakaran berdampak pada persediaan barang dagangan. Berbagai bahan bangunan yang berada di dalamnya terdampak api hingga kondisi gudang mengalami kerusakan cukup parah.
Baca Juga: Rekomendasi 10 HP Multitasking Rp2 Jutaan 2026, Ada RAM 8 GB dan Baterai Jumbo
Setelah mengetahui kejadian tersebut, warga bersama perangkat Desa Sukosewu segera melaporkan kebakaran kepada pihak kepolisian dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar.
Petugas kemudian menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Sementara itu, warga dan pemilik toko turut membantu mengeluarkan material bangunan yang masih bisa diselamatkan dari area gudang.
Upaya penyelamatan dilakukan agar barang-barang yang belum terdampak parah tidak ikut rusak. Sejumlah paralon dan keramik diketahui masih dapat digunakan dan berpotensi dijual kembali.
Baca Juga: 10 HP Multitasking Rp2 Jutaan 2026, Pilihan RAM 8 GB hingga Baterai 8.000 mAh
Kebakaran tersebut membuat kondisi gudang menghitam. Bagian atap bangunan juga dilaporkan sudah tidak tersisa, menunjukkan besarnya dampak api terhadap tempat penyimpanan bahan bangunan itu.
Yudha menyebut kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Kerugian tersebut terutama berasal dari bahan-bahan bangunan yang tersimpan di dalam gudang.
Meski gudang mengalami kerusakan parah, Yudha memastikan tidak ada aset lain yang ikut terbakar. Api juga tidak merembet ke lokasi lain di sekitar toko sehingga dampak kebakaran dapat dibatasi pada area gudang dan material di dalamnya.
Baca Juga: Rekomendasi 10 HP Multitasking Rp2 Jutaan 2026, Ada RAM 8 GB dan Baterai Jumbo
”Tidak ada aset lain yang terbakar. Hanya bahan-bahan bangunan saja. Beruntung api tidak merembet ke lokasi lain,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketika membakar sampah, terutama jika dilakukan di dekat bangunan atau tempat penyimpanan material yang mudah terbakar. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan berisiko merembet dan menyebabkan kerugian besar.
Hingga informasi yang disampaikan dalam laporan ini, penyebab kebakaran masih berdasarkan dugaan awal terkait pembakaran sampah di belakang toko. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 500 juta, sementara sejumlah material bangunan masih berhasil diselamatkan oleh warga dan pemilik toko.
Editor : Carissa Emrys Fawnia