Jalan Candirejo-Sidorejo Dicor, Warga Ponggok Harus Memutar hingga Usaha Kontrakan Tutup Sementara

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:00 WIB
TEREALISASI: Pengendara melintas di ruas jalan akses Candirejo-Sidorejo yang tengah diperbaiki dengan dicor, kemarin (13/10).
TEREALISASI: Pengendara melintas di ruas jalan akses Candirejo-Sidorejo yang tengah diperbaiki dengan dicor, kemarin (13/10).

BLITAR KAWENTAR – Jalan Candirejo-Sidorejo di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, mulai diperbaiki dengan metode pengecoran setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah. Perbaikan jalan Candirejo-Sidorejo ini disambut baik masyarakat karena diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Namun, proses pengerjaan tersebut untuk sementara mengganggu mobilitas warga. Penutupan akses membuat pengendara harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh. Aktivitas sejumlah usaha di sekitar lokasi pembangunan juga ikut terdampak, bahkan ada yang harus tutup sementara.

Jalan Rusak Bertahun-tahun Akhirnya Diperbaiki

Baca Juga: Antrean Pertalite di Blitar Makin Panjang, Kuota Pembelian Dibatasi hingga Rp200 Ribu per Mobil

Salah seorang warga setempat, Lutfi Haslinda, mengaku bersyukur karena jalan yang selama ini rusak parah akhirnya mendapat pembenahan. Sebelumnya, kondisi jalan dipenuhi lubang yang menyulitkan pengendara ketika melintas.

Kerusakan tersebut semakin terasa saat terjadi perubahan cuaca. Ketika panas, jalan menjadi berdebu, sedangkan saat hujan turun, air kerap menggenang di sejumlah titik.

Kondisi itu membuat perjalanan warga menjadi kurang nyaman. Padahal, ruas Candirejo-Sidorejo merupakan akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan tersebut juga sering dilalui truk bermuatan pasir.

Warga sebelumnya telah berulang kali menyampaikan keluhan terkait kerusakan jalan. Upaya menyuarakan aspirasi dilakukan melalui pemasangan papan berisi protes hingga demonstrasi di kantor desa untuk meminta kejelasan mengenai perbaikan.

Kini, penantian masyarakat mulai terjawab melalui pengerjaan jalan menggunakan metode pengecoran. Perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekaligus ketahanan jalan agar tidak mudah rusak kembali.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur karena bertahun-tahun jalannya rusak parah akhirnya sudah ada pembenahan,” ujar Lutfi.

Pengendara Harus Mencari Jalur Alternatif

Di balik pembangunan tersebut, penutupan akses selama pengerjaan menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat. Pengendara harus memutar melalui jalur alternatif untuk mencapai tujuan, terutama ketika hendak menuju pusat kota.

Jarak perjalanan yang bertambah membuat aktivitas warga membutuhkan waktu lebih lama. Kondisi ini menjadi tantangan sementara bagi masyarakat yang setiap hari mengandalkan ruas jalan tersebut untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan lainnya.

Meski demikian, Lutfi memahami bahwa gangguan mobilitas merupakan bagian dari proses perbaikan. Ia memilih mendukung pengerjaan jalan karena manfaatnya diharapkan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, kualitas jalan yang lebih baik menjadi kebutuhan penting setelah warga bertahun-tahun menghadapi kerusakan. Ia berharap pengerjaan berjalan lancar sehingga akses dapat kembali digunakan secara normal.

Usaha Kontrakan Ikut Terdampak

Dampak penutupan jalan tidak hanya dirasakan pengguna kendaraan, tetapi juga pelaku usaha di sekitar lokasi pembangunan. Keluarga Lutfi, yang memiliki usaha kontrakan di kawasan tersebut, untuk sementara belum dapat membuka usahanya karena akses jalan masih ditutup.

Kesulitan menemukan jalur alternatif dan jarak tempuh yang harus diputar menjadi salah satu kendala selama pengerjaan berlangsung.

“Untuk sementara tutup dulu. Memang kendalanya susah mencari jalan alternatif dan harus memutar cukup jauh. Tapi tidak apa-apa, yang penting jalannya dibenahi,” ungkap Lutfi.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa proyek perbaikan infrastruktur dapat membawa dampak sementara terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Meski begitu, warga berharap manfaat pembangunan nantinya dapat mendukung kelancaran aktivitas dan akses usaha.

Lutfi juga berharap hasil pengecoran jalan Candirejo-Sidorejo dapat bertahan lama sehingga kerusakan serupa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat. Ia meminta pemerintah tetap memperhatikan aspirasi masyarakat, termasuk kebutuhan perbaikan jalan di wilayah desa yang jauh dari pusat keramaian.

Warga Berharap Pengerjaan Segera Tuntas

Warga lainnya, Saifudin, menilai perbaikan jalan Candirejo-Sidorejo penting untuk menunjang aktivitas masyarakat. Jalan yang lebih baik akan memudahkan perjalanan warga menuju tempat kerja, sekolah, maupun pasar.

Ia menilai kondisi jalan yang rusak sebelumnya mengharuskan pengendara lebih berhati-hati, terutama ketika hujan. Karena itu, pembenahan jalan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus keamanan perjalanan.

Saifudin memahami bahwa pengerjaan infrastruktur dapat mengganggu mobilitas untuk sementara waktu. Namun, ia berharap proses pembangunan segera selesai agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh jalur memutar.

Perbaikan jalan Candirejo-Sidorejo kini menjadi harapan warga untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih layak. Masyarakat berharap hasil pembangunan tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga mendukung kelancaran kegiatan sehari-hari dan usaha di sekitar wilayah tersebut.

Editor : Regina Gavin Agata
Jalan Candirejo-Sidorejo Pengecoran Jalan Ponggok Kabupaten Blitar perbaikan jalan